Upah Pekerja Pelabuhan Masih Dibawah UMP
By admin On 22 Nov, 2014 At 04:19 PM | Categorized As INDO 24, Peristiwa | With 0 Comments

JAKARTA-(TERBITTOP.COM)- Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Maritim Indonesia (FSPMI), Mohammad Jumhur Hidayat, mengatakan para pengusaha swasta akan tertib mengikuti aturan bila masih banyak BUMN melakukan pelanggaran dengan menerapkan sistem pekerja outsourcing. Karena itu, kini, sudah saatnya eksploitasi manusia oleh negara (exploitation of person by state) dihentikan.

Sistem pekerja outsourcing terjadi pada pekerja-pekerja bongkar muat di pelabuhan-pelabuhaan utama di Indonesia yang dikenal sebagai TKBM (tenaga kerja bongkar muat).

“Dengan sistem ini, masih banyak di antara mereka yang mendapat upah di bawah Upah Minimum Propinsi (UMP),” kata Jumhur, Jumat (21/11), saat HUT FSPMI ke-16 di Gelangang Remaja Jakarta Utara.

Namun, mereka adalah garda terdepan dalam kelancaran arus barang ekspor impor yang nilainya lebih dari Rp. 5 triliun. “Ini ironi besar yang harus segera dihapuskan!, dan harus sudah dekat dengan buruh sejak adanya mahasiswa.

, menjelaskan juga menyesalkan hingga saat ini tidak ada dana seperti jasa produksi atau bonus tahunan yang diberikan kepada para pekerja TKBM yang berjumlah sekitar 12.000 orang. Padahal keuntungan dari Pelindo II pada 2013 saja mencapai 6,12 triliun rupiah.

Itu yang telah terjadi eksploitasi manusia oleh negara dan ini palanggaran dasar dari cita-cita kemerdekaan, saat menjadi aktivis mahasiswa ITB di era 80-an sempat jadi tahanan politik Orde Baru.

“Oleh karena itu, penyisihan misalnya 1-2 persen dari hasil keuntungan Pelindo II dan Pelindo lainnya untuk bonus jasa produksi merupakan hal yang wajar karena tidak akan membuat perusahaan bangkrut dan tidak juga membuat buruh TKBM jadi kaya raya,” ujar Jumhur.

Dia, mengungkapkan mereka hanya ingin hidup normal dan layak di negara Pacasila ini. Hal ini pasti menjadi agenda yang diperjuangkan oleh FSPMI.

“Tuntutan ini tidak berlebihan terlebih kebijakan pemerintah saat ini mau mengembangkan sektor maritim. Maka sudah sewajarnya mereka yang berada di sektor ini hidup sejahtera, dan bukan sebaliknya seperti ayam mati di lumbung padi,” katanya.

Dalam pidato tersebut, Jumhur menyampaikan pidato, salah seorang buruh TKBM menginterupsi, dan meminta agar pemerintahkan seluruh pekerja pelabuhan anggota FSPMI untuk mogok kerja. Dan untuk sebagai pekerja TKBM di Pelindo II Tanjuk Priok saja sekitar 3.000 orang. (dade)

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>