Omset Penjualan Premium Menurun
By admin On 5 Dec, 2014 At 12:27 PM | Categorized As Daerah, INDO 24 | With 0 Comments

MANGGAR-(TERBITTOP.COM)- Pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi baik jenis premium maupun solar yang diikuti dengan turunnya harga BBM nonsubsidi, membuat para konsumen di Kabupaten Belitung Timur mulai beralih ke BBM nonsubsidi khususnya dari Premium ke Pertamax. Selain dari selisih harga yang tidak terlalu jauh, kualitas BBM oktan 92 ini dianggap jauh lebih baik, sehingga dipercaya dapat menjaga mesin kendaraan menjadi lebih awet.

Dodi salah seorang konsumen pengguna Pertamax, mengaku sejak pemerintah pusat menaikkan harga BBM bersubsidi 17 Nopember 2014 lalu, Ia langsung beralih ke Pertamax.

“Pertama harga dak jauh beda. Terus kualitas Pertamax jauh lebih bagus dari pada Premium. Mendingan Pertamax kualitas bagus biarpun harga agak lebih mahal dari Premium itung-itungannya lebih hemat mana mesin jadi lebih awet. Mana kita gak perlu antri, jauh lebih enak konsumsi Pertamax,” kata Dodi.

Pemuda asal Kecamatan Gantung ini berharap harga Pertamax akan turun lagi atau setidaknya sama dengan harga Pertamax di Jakarta atau daerah Jawa yang hanya dibandrol pada kisaran Rp. 9.000-an.

“Makanya mending beli Pertamax aja dibanding beli Premium, apalagi yang di ecaran banyak dak jelas,” ajaknya.

Berdasarkan pantauan Pertamax di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) 24.334.138 PT Multi Patra Persada (Padang) dan SPBU 24.334.81 Devan Astika (Sungai Manggar) dijual dengan harga Rp. 11.950 perliter. Harga ini turun Rp. 250, sebelum turun harga dipatok Rp. 12.200 perliter.

Pengelola SPBU Padang Jumhari saat mendampingi Tim Monev BBM Kabupaten Beltim mengungkapkan pasca kenaikan harga BBM subsidi hingga saat ini, penjualan Pertamax dan Solar non subsidi di SPBU-nya meningkat. Jika sebelum kenaikan harga mayoritas pembeli Pertamax adalah kendaraan berplat merah, sekarang konsumen umum pun sudah mulai banyak. Bahkan, Ia menyebutkan jika omset penjualan premium bersubsidinya menurun drastis.

“Setelah kenaikan harga BBM bersubsidi ini peningkatan pembelian Pertamax terjadi. Biasanya yang beli hanya mobil-mobil pemerintah sekarang orang biasa banyak yang beli, baik motor maupun mobil. Peningkatan penjualan per sekitar 50 persen. Biasanya hanya satu ton (1000 liter) sehari, sekarang sampai satu setengah ton (1500 liter).

Solar non subsidi malah hampir dua ton (2000 liter). Yang jelas terlihat sekarang biasanya banyak pengecer premium antri di sini, sekarang sepi. Dari omset penjualan premium kami juga turun drastis, biasanya kita pesan sampai 24 – 32 ton perhari, namun sekarang kita pesan paling banter 16 ton, stock premiumnya melimpah,” terang Jumhari.(eko/yustami)

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>