Kelompok Senam Tera Ikuti Pelatihan Posdaya
By admin On 31 May, 2015 At 09:54 AM | Categorized As Jakarta Selatan, METRO | With 0 Comments

muscab senam teraJAKARTA-(TERBITTOP.COM)-Ketua Yayasan Damandiri, Prof Dr Haryono Suyono mengungkapkan,senam Tera bisa dijual secara massal karena kemasannya menarik. Dengan demikian dikembangkan di kelurahan dengan nama Senam Tera Berbasis Kelurahan, senam Tera berbasis Kecamatan, senam Tera berbasis RT/RW dan lainnya. Sehingga masyarakat tidak merasa bosan mengikuti senam, padahal senamnya ya itu-itu saja.

“Karena dengan nama yang lain maka menjadi menarik. Senam Tera itu sesungguhnya mengendorkan urat dan syaraf yang tegang sehingga setelah senam badanya terasa fresh, peredaran darah lancar dan murah senyum. “Tetapi kalau yang ditawarkan hanya senam saja maka sehabis senam sudah selesai,” tutur Prof Dr Haryono saat membuka dalam Musyawarah Cabang Senam Tera Indonesia DPC Jakarta Selatan di Kantor Walikota Jakarta Selatan baru-baru ini.

Itulah sebabnya lanjut dia, ketika dalam penawaran untuk mengikuti program KB pada tahun 1990-an keluarga desanya dibikin macam-macam, ada tabungan keluarga sejahtera, ada isentif, dan ada pendidikan ketrampilan sehingga waktu itu pertumbuhan penduduk sangat terkendali. “Saya pada waktu itu laku keras dan mendapatkan undangan dari beberapa negara untuk menceritakan suksesnya KB di Indonesia,” kenangnya

Sasaran di Jakarta Selatan dengan ijin Pak Walikota dijadikan satu kelompok dimana dia menjadi posisi untuk memberdayakan masyarakat. Prof Haryono memberi kesempatan kepada kelompok-kelompok Senam Tera di Jakarta Selatan untuk mengikuti pelatihan pemberdayaan di Haryono Suyono Centre (HSC) selama 3 hari penuh, satu hari pelatihan dan dua hari kunjungan kelapangan tempat-tempat Posdaya yang sudah berhasil, bisa di Jakarta Selatan, Bekasi dan Bogor Posdaya binaan IPB.

Prof Haryono mengungkapkan, dulunya senam Tera diikuti orang yang usianya 50 tahun keatas. Senam Tera sesungguhnya bisa untuk Lansia, untuk anak-anak dan untuk anak muda. “Saya ingin senam tera ini menjadi senam keluarga Indonesia berbasis senam tera,”ujar Haryono.

Untuk itu,Prof Haryono,meminta kepada Ketua Senam Tera untuk mengubah Senam menjadi Senam Keluarga Indonesia berbasis Senam Tera. Sehingga senam in bisa diikuti anak-anak, anak muda dan Lansia. Prof Haryono mengungkapkan,saat dirinya membawa senam keluarga ini ke Kabupaten Wonosobo dengan permintaan dapat diikuti 10.000 orang karena didatangkan instruktur dari Jakarta dan sekaligus keluarga prasejahtera diberi kesempatan untuk berjualan dipinggir lapangan.

“Tetapi tidak terduga yang hadir pada senam tersebutsebanyak 15.000 orang lebih terdiri dari seluruh keluarga ada kakek-nenek, bapak ibu anak dan cucu dan seluruh keluarga ikut,” ucapnya.

Langkah selanjutnya, tambah Prof Haryono, Senam Keluarga Indonesia ini dibawa ke Pacitan dengan rencana minimum diikuti 2.500 peserta tetapi yang hadir tidak kurang dari 5.000 orang dan menerima Rekor Muri. Begitu juga Senam Keluarga Indonesia ini dibawa ke Kota Padang dan diikuti 5.000 lebih peserta.Senam Keluarga Indonesia berbasis senam tera ini juga dibawa dibeberapa tempat lain seperti di Jogyakarta dan Kota Metro Lampung. Tidak tangung-tanggung di Kota Metro Lampung ditargetkan datang 6.000 peserta tetapi yang datang tidak kurang dari 15.000 peserta dan menerima Rekor Muri.(ris)

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>