Angkot Di Razia Setelah Terjadi Perkosaan
By admin On 24 Jun, 2015 At 12:36 AM | Categorized As Jakarta Selatan, METRO | With 0 Comments

razia angkotJAKARTA(TERBITTOP.COM) – Setelah kejadian pemerkosaan di angkot, Suku Dinas Perhubungan dan Transportasi (Sudinhubtrans) Jakarta Selatan melakukan razia angkot D-01 jurusan Kebayoran-Ciledug. Razia difokuskan pada penggunaan kaca film, kelengkapan surat-surat, sopir dan kelayakan jalan.

“Saat razia di Kebayoran Lama, satu angkot D-01 bernopol B 1345 WTX dikandangkan karena tanpa surat-surat kendaraan dan dikemudikan sopir tembak,” kata Kasudinhubtrans Jaksel, Prapto Priyanto didampingi Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal), Anggiat Banjar Nahor, Selasa (23/6).

Seperti diketahui pada Jumat (19/6), NA,35, diperkosa sopir tembak angkot D-01, DA,21 di kawasan Tanjung Barat, Jaksel. Korban yang tinggal di Pasar Rebo, Jaktim, malam itu menyetop angkot di depan Gandaria City Mal usai pulang kerja.

Priyanto melanjutkan razia bertujuan untuk memberi kenyamanan dan keamanan bagi para penumpang angkutan umum. Aksi kriminalitas di angkutan umum salah satunya disebabkan karena kaca gelap sehingga tidak tembus pandang.

Padahal sesuai Keputusan Menteri Perhubungan KM 439/U/1976 menetapkan kaca film kendaraan umum harus tembus cahaya minimal 70 persen.

Adapun bagi pelanggar ketentuan tersebut lanjut Priyanto pihaknya akan mengenakan sanksi fisik dengan mencopot kaca film yang tidak memenuhi syarat. Serta sanksi administratif dengan membuat berita acara pemeriksaan (BAP) dan kendaraan ditilang.

Sebagai razia perdana dipusatkan di kawasan Kebayoran Lama dan sekitarnya. Selanjutnya penertiban serupa akan dilakukan di lokasi tempat ngetem angkot dan di seluruh terminal di Jaksel.

Pada penertiban di Kebayoran Lama, tidak terdapat angkot dengan kaca film hitam pekat sehingga masih terlihat dari luar. Namun petugas mencabut operasi angkot D-01 dengan nomor polisi B 1345 WTX lantaran tanpa surat-surat kendaraan dan dikemudikan sopir tembak pula.

“Maraknya kasus kriminalitas di angkutan umum sebagian besar dilakukan sopir tembak,” tandas Anggiat Banjar Nahor, Kasie Wasdal Sudinhubtrans Jaksel.

Nahor mendesak operator dan Organda DKI Jakarta bertindak tegas dalam mengawasi operasional kendaraan dan jangan menyerahkan kendaraannya kepada sopir tembak yang berpotensi mengundang aksi kriminalitas. (yoyok)

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>