Direktur Bank Sampah Terima Bea Siswa Damandiri
By admin On 29 Oct, 2015 At 02:01 AM | Categorized As Jakarta Timur, METRO | With 0 Comments

Ny Vera Direktur Bank Sampah saat menjelaskan kegiatan sampahJAKARTA-(TERBITTOP.COM) – Rasa kegembiraan,Ny Vera Nofita, 40, warga Kampung Kambing RW 02, Kel. Jatinegara, Kec. Cakung, Jakarta Timur tak terelakkan. Karena mendengar dirinya diberikan bea siswa masuk ke Perguruan Tinggi Universitas Trilogi gratis oleh Ketua Yayasan Damandiri,Prof Dr Haryono Suyono.

“Saya sangat senang dan berterima kasih kepada bapak Prof Dr Haryono Suyono yang telah memberikan bea siswa masuk perguruan tinggi. Terimakasih juga kepada Pak Rektor Universitas Trilogi Prof Dr Asep Saefuddin. Saya benar-benar tak menyangka dapat bea siswa. Padahal saya itu hanya ingin membagi ilmu kepada masyarakat yang tinggal di sekitar sini,”tutur wanita beranak dua menjawab TERBITTOP usai menerima kunjungan 120 orang peserta OST Yayasan Damandiri dari Kota Gorontalo yang dipimpin isteri Walikota,Senin (26/10).

Selain memberikan bea siswa kepada ketua Bank Sampah RW 02 Kel.Jatinegara, Prof DR Haryono Suyono yang didampingi Dr Mulyono Deputi Direktur Umum Yayasan Damandiri dan Rektor Universitas Trilogi, Prof Dr.Ir Asep Saefuddin juga memberikan seperangkat komputer yang memuat aplikasi managemen bank sampah untuk perlengkapan memajukan bank sampah yang dikelola oleh Ny Vera Nafita beserta pengurusnya.

Pemberian bea siswa dan seperangkap laptop tersebut menurut ketua Yayasan Damandiri,Prof Dr Haryono Suyono berkaitan dengan kegigihan dan keberhasilan wanita asal Padang, Sumatera Barat dalam mendirikan bank sampah serta membina masyarakat RW 02 Kel, Jatinegara, Jakarta dengan meningkatkan hidup lebih baik, termasuk kesehatan dan kebersihan. “Disini kami sudah membentuk Posdaya walaupun usianya relatif baru tetapi aktivitas kegiatan sudah berjalan,”kata Ny Vera Nofita.

Dia menjelaskan kepada peserta OST Damandiri, tentang cara proses kegiatan warga mengumpulkan sampah dan merubahnya menjadi bahan jadi yang siap dijual dengan membuat keranjang, tikar serta acesori yang berasal sampah bekas. “Setahun sampah baru berhasil kami olah mencapai 8 ton setahun,”ungkap Ny Vera.

Masyarakat RW 02 termasuk golongan masuk yang berekomi lemah, terlihat dari rumahnya banyak yang sangat sederhana termasuk lingkungan tetapi mereka semangat hidupnya sangat tinggi karena mau berusaha untuk maju. Sehingga mereka banyak yang mau dibimbing untuk mendapat penyuluhan, agar bisa hidup mandiri.

Dalam kesempatan itu, Ketua Yayasan Damandiri,Prof Dr Haryono Suyono juga memberikan pengarahan kepada masyarakat RW 02 Kel. Jatinegara dan rombongan Posdaya pimpinan istri Walikota Propinsi Gorontalo, Sulawesi Tengah, Ny Yus Miati. Kedatangan mereka karena ingin menimba ilmu dari Posdaya dari RW 02 Jatinegara dengan sistem bank sampah yang sudah berhasil memberdayakan masyarakatnya.

Di mana ketua bank sampah RW 02 berhasil mengajak masyarakatnya yang semula tidak ada kerjaan bisa memanfaatkan sampah rumah tangga menjadi produktif menghasilkan uang, sedangkan di lingkungan menjadi bersih dan sehat. Dan yang seperti itulah meningkatkan hidup rakyat kecil menjadi harapan dari Yayasan Damandiri

Karena bank sampah memberikan nilai tambah kepada masyarakat, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat sendiri. Diakui oleh Prof. DR Haryono Suyono sudah 50.000 Posdaya (Pos Pemberdayaan Keluarga) ia dirikan di seluruh Indonesia. Namun pendirian Posdaya bukan menyaingi PKK, namun sebagai pendamping.

“Kalau PKK biasanya masyarakat yang bargabung karena untuk menjadi juara dan orang yang sehar. Tetapi kalau Posdaya bukan untuk mencari juara, melainkan kesejahteraan. Kalau PKK harus pergi ke kantor RW, kelurahan atau kecamatan tetapi Posdaya tidak. Orang yang tidak mampu jalan (lumpuh) malah kita jemput,”kata ketua Prof Dr Haryono Suyono, yang dikenal sebagai maestro pemberdayaan dan mantan Menko Kesra dan Taskim di mushola setempat.

Sebelum acara, Prof Dr Haryono Suyono terlebih dahulu mengadakan peninjauan ke tempat kegiatan warga yang dikenal dengan bank sampah dan PAUD di RW 02. Hadir Walikota Jakarta Timur diwakili oleh istrinya, Ny Bambang Siti Syamsiah dan Lurah Jatinegara, Ali M Siregar.

Tujuan Posdaya adalaha mengidentifikasi potensi kelembagaan dan SDM yang mendukung pembentukan Posdaya. Pembentukan Posdaya ( berbasis : Masjid, PKK, Karang Taruna) SK Kepengurusan Posdaya ( minimal di syahkan oleh Kepala Desa/Kel). Pembuatan profil Posdaya dan pendampingan/pengisian kegiatan : pendidikan, kesehatan, kewirausahaan, lingkungan hidup dan Agama. Pendampingan aktivitas Posdaya ( memperkuat program dan mengembangkan program. (yok/ris)

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>