PWRI Bangkitkan Gotong Royong Dengan Babinsa di Desa
By admin On 5 Aug, 2017 At 09:53 AM | Categorized As Peristiwa | With 0 Comments

hut-pwri-1JAKARTA-(TERBITTOP.COM)-Puncak peringatan HUT ke 55 Persatuan Wredatama Republik Indonesia berlangsung meriah dihadiri segenap pensiunan pegawai negeri sipil ditandai dengan pemotongan nasi tumpeng oleh Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) PWRI Prof Dr Haryono Suyono di Gedung Graha Wredatama, Kamis (3/8).

Pada kesempatan itu Prof Haryono Suyono menganugerahkan penghargaan dan tanda kehormatan Wredatama Nugraha Utama kepada Siswono Yudhohusodo (Mantan Menteri Transmigrasi dan Perambah Hutan) Jacob Nuwa Wea (Mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmograsi),Drs Jurnalis Ngayoh (Ketua PWRI Kalimantan Timur) dan Gurnito (Ketua PWRI) Jawa Tengah.

Berbeda Pada peringatan sebelumnya, kali ini Pengurus PP PWRI menyelenggarakan Lokakarya yang membahas upaya peningkatan Kesejahteraan bagi wredatama.Lokakarya ini sebagai dorongan dari para pensiunan melalui lokakarya diharapkan adanya perbaikan dalam undang undang jaminan nasional
sehingga wredatama ini akan mendapat perhatian yang sama dari pemerintah. Perjalanan panjang telah ditempuh organisasi kemasyarakatan pensiunan sipil ini, sejak PWRI dibentuk dan dilahirkan pada tahun 1962 di Yogyakarta.

Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) senantiasa melaksanakan kegiatan peduli terhadap tiga generasi, yaitu pertama, wredatama peduli sesama pensiunan dan masyarakat umum yang seumur.Kedua peduli terhadap generasi muda, yang ke tiga peduli balita.
Hadir pada kesempatan 15 pengurus PWRI yang ada diberbagai daerah bahkan kini gerakan pengurus PWRI di daerah sudah membentuk server college yang diisi dengan berbagai ilmu pengetahuan dan silatuhrami yang sangat menarik, juga membuat kebun bergizi serta beternak kambing sebagai usaha tambahan.

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) PWRI Prof Dr Haryono Suyono mengharapkan para pensiunan untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, karena bagaimanapun PWRI yang didirikan sejak 1962 sebagai pegawai belum merasa pensiun sehingga pengabdian tetap berlanjut untuk kesejahteraan bagi nusa dan bangsa.

“PWRI selama 55 tahun berhasil mempersatukan mantan pegawai Kementerian, BUMN dan mantan yang tadinya alergi kini PWRI semakin marak,”ujar Prof Haryono. Dia berharap agar anggota PWRI tidak merasa pensiun tetapi bisa mengabdi pada masyarakat di sekitarnya.

Prof haryono mengungkapkan kiprah anggota PWRI di berbagai daerah,seperti gerakan penanaman 10.000 batang kelor di Kabupaten Wonogiri.

“Ini gerakan kebun bergizi dikembangkan di berbagai tempat. Di Jombang pensiunan mulai memelihara 1500 kambing telah diternakkan disana,”tandasnya.

Oleh karena itu dia minta agar anggota PWRI untuk membantu tidak saja menjadi petani tetapi membuat gerakan nyata di desa sehingga ikut aktif mengentaskan kemiskinan.

hut-pwri
Budaya Gotong Royong

Disebutkan, banyak kegiatan di masyarakat yang bisa melibatkan anggota PWRI. Apalagi saat ini ujar Prof Haryono banyak perguruan tinggi yang melaksanakan kegiatan kerja nyata (KKN) Tematik yang berada di pedesaan. Para anggota PWRI disarankan untuk tetap menjadi pendamping dan membantu
mahasiswa di desa.

Selain itu Anggota PWRI lanjut Bapak Pemberdayaan ini harus didepan dalam membangun budaya gotong royong dan menyegarkan Pancasila.

“Saya minta anggota PWRI untuk bekerja sama dengan Babinsa di semua desa untuk menyegarkan Pancasila dan hidup gotong royong pada tingkat pedesaan.Bekerja sama dengan nama TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) untuk menyegarkan hidup gotong royong dan menyegarkan Pancasila.
Jangan tinggal diam tetapi kita kembangkan apa yang kita miliki sebagai pengalaman 30 tahun sebagai pegawai negeri, kemampuan bukan untuk pidato tetapi untuk mewujudkan antar manusia, antar sesamanya dalam menyegarkan kembali budaya gotong royong sehingga NKRI akan berlangsung dengan sangat hebat dimasa mendatang,”ujar Prof Haryono.

Meninggung soal keluhan tidak mendapat hadiah lebaran,menurut Prof Haryono, PWRI telah melakukan Lokakarya dan secara khusus akan membahas bagaimana meningkatkan kesejahteraan para pensiunan pegawa yang berjumlah 5000 orang. Bahkan Menteri Keuangan pada bulan Seftember nanti akan mengadakan seminar khusus untuk membahas bagaimana untuk meningkatkan kesejahteraan bagi pensiunan. Sehingga Lokakarya ini bukan sekedar ini inisitif dari Menteri keuangan saja tetapi kita dorong semua pengurus PWRI dan anggota di seluruh Indonesia untuk ikut meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“PWRI berharap seminar yang akan diadakan Menteri Keuangan itu akan dapat diubah sehingga Taspen nanti bisa melaksanakan sebagai upaya pemerintah untuk peningkatkan kesejahteraan bagi para ponsiunan,”ujar Prof Haryono.Hadir pada acara ini para pengurus dari 15 Provinsi dan sekitar 500 anggota PWRI Pusat dan DKI Jakarta. (haris)
hut-pwri-3

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>