Masyarakat Membangun Melalui Persatuan
By admin On 20 Nov, 2017 At 12:36 AM | Categorized As INSPIRASI POSDAYA | With 0 Comments

prof-dr-haryono-sedang-bertemu-bupati-magetanMasyarakat desa di Provinsi Lampung yang sebagian besar berasal dari pulau Jawa, tepatnya “tanah Jawa” dan sebagian besar masih bisa dengan fasih berbahasa induknya di tanah Jawa, mulai menjadi keluarga yang tidak lagi miskin biarpun beberapa masih ada yang tidak terlalu kaya. Mereka mengenal abad baru dengan kegiatan pengembangan tanah tumpah darahnya yang baru dengan berbagai inovasi pembangunan modern.

Tanah tumpah darah baru ini di masa lalu terisolir dari keramaian hiruk pikuk perkotaan, tetapi kini, pada jaman serba elektronik, menjadi suatu kawasan yang tidak kalah sibuknya dengan hingar bingar kendaraan mengangkut hasil produksi dan hasil ladang yang subur.

Beberapa hari lalu saya sempat menjadi tamu dari Bupati muda, H. Dendi Ramadhona, ST, dari Kabupaten Pesawaran yang hari itu akan menjadi tuan rumah Ulang Tahun PWRI ke-55 dari beberapa kabupaten di sekitarnya. Perayaan ulang tahun itu sekaligus merupakan upaya guna merangsang agar para pensiunan pegawai negeri sipil dan pegawai BUMN tetap memiliki rasa syukur telah menyelesaikan tugasnya sebagai pegawai pemerintah dengan selamat, melanjutkan misinya sebagai sesepuh dalam masyarakat, berbagi sesama dan ikut mengawal pembangunan yang makin semarak di tingkat pedesaan.

Bersama dengan para pengurus PWRI Provinsi Lampung, yang umumnya mantan pegawai tinggi di tingkat provinsi, dan pengurus PWRI Kabupaten, yang juga mantan pegawai tinggi di tingkat kabupaten, saya langsung mengadakan peninjauan ke Desa Sungai Langka, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran. Peninjauan itu, biarpun saya sampaikan kepada Bupati dan aparat kabupaten, secara sengaja dilakukan dengan spontan untuk menghindari kemungkinan rekayasa yang membuat peninjauan itu sebagai suatu kegiatan seremonial yang diisi penuh upacara penyambutan sehingga lepas dari keadaan nyata di lapangan.

Harapan itu terpenuhi dengan baik. Di Balai Desa rombongan bertemu Ibu-ibu yang berjejer dengan kegiatan yang digelar dalam beberapa meja yang tertata rapi. Para Ibu yang hadir kelihatan betul sebagai ibu rumah tangga dari desa karena dandanannya nyata betul bahwa ibu-ibu itu orang desa bukan para pelajar yang dijajar sebagai ibu-ibu rumah tangga dengan persiapan untuk menjawab berbagai pertanyaan yang hampir seragam jawabannya.

Para ibu dengan senyum ceria menerima salam dengan sopan dan memberi salam balik dalam suasana ceria tanpa dibuat-buat karena merasa mendapat kehormatan spontan dengan sapa tamunya. Karena ibu-ibu itu mendapat petunjuk dari pengurus BUMDes dan para kader pendampingnya melaksanakan kegiatan secara mandiri, maka pertanyaan dijawab dengan lancar tanpa ragu-ragu, sehingga para pendamping yang umumnya sangat muda merasa puas dan memberikan senyum apresiasi karena kadernya bisa memberi jawaban yang memuaskan.

Dari pengamatan sekilas, produk penduduk dan keluarga desa dalam koordinasi BUMDes bervariasi dari produk hasil pertanian sederhana sampai produk hasil industri pedesaan yang laku jual. Hasil produk penduduk pedesaan itu masih berkisar pada produk pangan yang dikonsumsi habis melalui penjualan eceran belum sampai ke produk industri pedesaan yang jangkauan pasarnya luas melebihi batas desa.

Kemungkinan pengembangan produk jenis ini masih memerlukan sentuhan rekayasa teknologi modern yang cocok dengan nuansa pasar di sekitar desa. Sentuhan ini dengan sendirinya perlu dikembangkan bersama dengan lembaga penelitian yang ada pada perguruan tinggi dan atau dikemas agar bisa dilaksanakan oleh penduduk desa.

Suatu produk yang dianggap memiliki nilai jual tinggi adalah pengembangan air minum yang dikemas seperti air minum yang biasa dijual oleh produsen air minum yang terkenal. Namun produsen desa merasa kewalahan karena diperlukan syarat dari Dinas Kesehatan atau Badan POM agar air kemasan yang dijual tidak berbahaya untuk kesehatan yang meminumnya.

Untuk itu perlu ijin dan label pada kemasannya. Ternyata ada kesulitan untuk mendapat ijin bagi keabsahan kemasan untuk penjualan air minum tersebut. Dari informasi yang didapat tidak ada petunjuk jelas dari pihak yang berwajib untuk proses mendapatkan ijin penjualan air kemas tersebut. Inilah peran petugas Dinas di Pemda menjadi sangat instrumental untuk menolong rakyat dalam koordinasi BUMDes se tempat melakukan pendaftaran dengan memenuhi syarat-syarat yang diperlukan agar keamanan kesehatan para konsumen dapat terjamin.

Para pendamping di lapangan perlu segera mengadakan koordinasi dengan petugas di lingkungan Dinas agar segera mengadakan koordinasi dengan Dinas terkait guna mendapatkan kemudahan menolong masyarakat desa menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi.

Di samping produk air bersih untuk konsumsi minuman, penduduk se tempat telah mampu pula, karena kelanjutan dari kegiatan kelompok PKK yang telah ada sebelumnya, menghasilkan produk-produk lain yang layak jual, karena kualitasnya makin dapat diandalkan. Dalam kondisi seperti ini kiranya BUMDes segera dapat mengadakan koordinasi dengan Dinas Perdagangan se tempat agar dihubungkan dengan toko atau swalayan yang ada di kota sehingga produk masyarakat yang layak jual itu bisa mendapat tempat yang wajar dengan sistem pembayaran yang cepat pada pasar di luar desa yang cakupannya lebih tinggi. Pertolongan pemasaran itu perlu menjadi bagian dari Rapat Koordinasi antar pejabat Dinas Kabupaten sehingga BUMDes di pedesaan mendapat kemudahan.
Melihat semangat gotong royong yang ada di desa dan selama ini selalu disegarkan dari jaman ke jaman, dari waktu ke waktu, kiranya kita harus selalu waspada agar dalam sistem pembangunan dewasa ini tidak melunturkan semangat itu. Kita harus tetap menjaga dan memelihara gotong royong itu. Pengembangan pembangunan di desa di masa lalu melalui kegiatan PKK dan 10 program pokok-nya perlu dilanjutkan dengan baik sehingga jiwa gotong royong di pedesaan tetap terpelihara dengan baik.
Kegiatan mahasiswa melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan pembentukan Posdaya di desa yang kemudian menyelenggarakan pemetaan keluarga miskin serta mengajak masyarakat bekerja sama secara gotong royong mengentaskan kemiskinan dan membantu pemberdayaan keluarga perlu dilanjutkan dan diperkuat dengan semangat mengentaskan kemiskinan dan kelaparan serta peningkatan mutu sumber daya manusia secara cepat. Pengembangan BUMDes perlu menjadi kekuatan mempercepat proses kemajuan bukan justru menghalangi dinamika pembangunan di desa. (Prof. Dr. Haryono Suyono, Mantan Menko Kesra dan Taskin RI).

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>