Banyak Provinsi siap bangun keluarga Sejahtera
By admin On 24 Jan, 2018 At 03:58 AM | Categorized As Kesra | With 0 Comments

prof-haryono-di-bangkalanJAKARTA-(TERBITTOP.COM)- Ketua Tim Penasehat Menteri Desa PDTT Prof. Dr. Haryono Suyono, bersama mantan Kepala BPS, Dr. Sugito Suwito, MA berbincang-bincang serius dengan Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Dr. Sairi Hasbullah dan stafnya sekaligus mengambil data kemiskinan dan fertilitas di kantor Badan Pusat Statistik Jakarta belum lama ini.

Seusai pertemuaan Prof Haryono Suyono menjelaskan, berdasar kondisi di tahun 1990, secara khusus setelah program KB mencapai angka kesertaan KB lebih dari enam puluh persen, lebih-lebih setelah angka fertilitas turun lebih 50 persen dibanding data pada tahun 1970-an, banyak provinsi di Indonesia siap bergeser dari membangun kesertaan penggunaan kontrasepsi menjadi provinsi yang intinya dominan membangun keluarga sejahtera.

“Provinsi-provinsi ini tidak harus membuat Kampung KB, tetapi Desa Keluarga Sejahtera yang secara bertahap perlu membuat kelompok-kelompok ekonomi keluarga yang mapan yang sekarang oleh Menteri Desa PDTT, Eko Putro Sandjojo dikembangkan sebagai BUMDes di desanya,”jelas Haryono.

Kalau desanya memiliki kesamaan seperti di Pandeglang lanjutnya, bisa dikembangkan Prukades (Produk Kawasan Unggulan Perdesaan) yang menggarap lahan pertanian luas dengan cara modern. Di pihak lain bisa juga Menteri Koperasi mengembangkan Kelompok Akseptor KB yang memiliki UPPKS menjadi koperasi dengan kegiatan yang bervariasi.

Mantan Menteri Kesra da Taskim yang dikenal sebagai bapak pemberdayaan ini mengatakan, sejak waktu itu kondisi Angka Fertilitas Total, atau jumlah anak setiap keluarga di DKI Jakarta, Yogyakarta dan Jawa Timur, kemudian disusul Bali dan Sulawesi Utara telah mencapai keadaan tumbuh seimbang.

“Artinya jumlah penduduk yang meninggal dunia sama dengan jumlah anak yang dilahirkan oleh keluarga muda di provinsi yang sama. Ke lima provinsi itu memiliki kemampuan mengembangkan program KB dengan sangat baik sehingga angka kelahiran dan angka kematian menurun tajam dan angka kelahiran menjadi lebih stabil karena kepercayaan yang tinggi bahwa anak-anaknya tidak meninggal dunia,”jelasnya.

Lebih jauh Haryono mengatakan, kesertaan KB tidak perlu dikejar kejar lagi tetapi lebih berkembang karena para ibu bekerja dan banyak anak muda dan utamanya anak perempuan bersekolah sampai ke tingkat pendidikan yang tinggi.

“Kebutuhan ber-KB bagi penduduknya diterima secara rasional dan tidak lagi karena diajak oleh petugas lapangan KB atau diajak oleh petugas kesehatan atau bahkan karena permintaan punggawa desa atau petugas lainnya,”ujarnya.

Presiden HM Soeharto pada waktu itu menganjurkan agar dikembangkan UU yang menjamin pembangunan keluarga sejahtera, yaitu UU nomor 10 tahun 1992. Atas dasar UU itu pada tahun 1992 di deklarasikan sebagai awal Hari Keluarga Nasional yang diperingati setiap tanggal 29 Juni setiap tahunnya.

Lebih dari itu BKKBN berjuang dalam kancah internasional dan dengan modal keberhasilan KB di tahun 1989 berhasil meyakinkan dunia dalam Konperensi Kependudukan Dunia di Cairo Mesir yang menghasilkan Deklarasi Kependudukan yang penuh dengan pesan pembangunan keluarga secara luas dan berkesinambungan. Hasil Konperensi itu disusul dengan Konperensi Wanita di Beijing tahun 1995, kemudian Konperensi Pembangunan Sosial di Kopenhagen 1996 dan akhirnya lahir Strategi Pembangunan Millennium MDGs pada tahun 2000 yang kini dilanjutkan menjadi Strategi Global SDGs sampai tahun 2030.

Kesimpulan pada tahun 1990-an itu masih tetap bertahan sampai sekarang karena ternyata ke lima provinsi yang mencapai keadaan tumbuh seimbang pada sekitar tahun 1990-an itu sampai sekarang, rata-rata tiga tahun sekitar tahun 2017, menurut SDKI yang baru saja diumumkan datanya oleh BPS memiliki angkat Angka Total Fertilitas (TFR) untuk Jawa Timur 2,10, DKI Jakarta sebesar 2,20, DI Yogyakarta 2,20, Bali 2,20 dan Sulawesi Utara 2,20. Yang menakjubkan setelah provinsi-provinsi itu ada lagi provinsi lain yang segera menyusul yaitu provinsi-provinsi Jambi 2,30, Bengkulu 2,30, Lampung 2,30, Kepulauan Bangka Belitung 2,30, Jawa Tengah 2,30 dan Banten 2,30.(ris)

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>