Mantan Manager PT Pertamina Tersangka Investasi di Australia
By admin On 29 Jan, 2018 At 08:38 AM | Categorized As Hukum, SOSOK | With 0 Comments

jaksa-agung-di-dprJAKARTA-(TERBITTOP.COM))- Kejaksaan Agung akhirnya menetapkan mantan manager‎ MNA Direktorat Hulu PT Pertamina, BK sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penyalah-gunaan investasi Pertamina di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia Tahun 2009‎.

Penetapan tersangka dilakukan setelah Tim penyidik pada JAM Pidsus Kejaksaan Agung memeriksa saksi sebanyak 49 orang dalam kasus yang diduga merugikan keuangan negara Rp568.066.000.000 sebagaimana perhitungan akuntan Publik.‎

Salah satu saksi penting yang sempat diperiksa yaitu mantan Dirut PT Pertamina Karen Agustiawan. Namun Karen bungkam usai diperiksa‎ saat keluar dari Gedung JAM Pidsus dan langsung menaiki mobilnya tanpa menghiraukan sejumlah pertanyaan wartawan.

Kapuspenkum Kejaksaan Agung Mohammad Rum kepada wartawan di Jakarta, Senin (29/1) mengatakan BK ditetapkan sebagai tersangka‎ didasarkan surat penetapan tersangka Nomor TAP-06/F.2/Fd.1/01/2018 tanggal 23 Januari 2018 ditandatangani Direktur Penyidikan pada JAM Pidsus.

Sebelumnya, kata Rum, yang bersangkutan datang memenuhi panggilan dari tim penyidik pada 23 Januari 2018 untuk diperiksa dan dimintai keterangan sebagai saksi di Gedung Pidana Khusus.

“Selanjutnya dari hasil pemeriksaan tersebut tim penyidik kemudian meningkatkan statusnya dengan menetapkan BK sebagai tersangka,” kata Rum.

Dia menyebutkan tersangka BK disangka melanggar Pasal 2 dan pasal 3 ayat (1), Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP‎.

Kasusnya berawal ketika PT Pertamina (Persero) pada 2009, melalui anak perusahaannya PT Pertamina Hulu Energi (PHE) melakukan akuisisi saham sebesar 10 persen terhadap ROC Oil Ltd.
Perjanjian jual beli ditandatangani pada tanggal 1 Mei 2009 dengan modal sebesar 66,2 juta dolar Australia atau senilai Rp568 miliar dengan asumsi mendapatkan 812 barel per hari.

Namun, ternyata Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia pada 2009 hanya dapat menghasilkan minyak mentah untuk PHE Australia Pty.Ltd rata-rata sebesar 252 barel per hari.
Pada 5 November 2010, Blok BMG Australia dinyatakan ditutup setelah ROC Oil Ltd, Beach Petrolium, Sojits, dan Cieco Energy memutuskan penghentian produksi minyak mentah (non production phase/ npp) dengan alasan lapangan tidak ekonomis.‎(did)

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>