Profesor Masuk Desa Membangun Bangsa
By admin On 31 Jan, 2018 At 01:53 AM | Categorized As Kesra | With 0 Comments

img-20180130-wa0012SEMARANG-(TERBITTOP.COM)-Ketua Dewan Pakar Kementerian Pembangunan Desa/PDTT Pro Haryono Suyono berbincang-bincang dengan Rektor UNNES, Fathur Rokhman, yang didampingi oleh Ketua LPPM UNNES, Totok Sumaryanto dan Direktur Pascasarjana UIN Walisongo Semarang, Ahmad Rofiq di Semarang Selasa (29/1).

Turut dalam pertemuan itu Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jateng, Wagino, SH, MSi, serta Deputi Latbang BKKBN Pusat, Rizal M Damanik.

Pada kesempatan itu Haryono mengatakan dalam rangka memberikan dukungan kepada upaya pembangunan desa di Jawa Tengah dan daerah lainnya, Rektor menyatakan bahwa setiap tahun tidak kurang dari 5000 mahasiswa semester tujuh selalu di kirim ke desa selama satu setengah bulan melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

“Selama di desa para mahasiswa mendidik rakyat dan membantu pemberdayaan dalam berbagai bidang secara terpadu,”ujar Haryono.

Dikatakan dimasa lalu upaya itu dilakukan dengan membentuk ribuan Posdaya di banyak desa di hampir seluruh kabupaten di Jawa Tengah.

Bersama perguruan tinggi lainnya kegiatan itu tambah Haryono dalam rangka pembangunan desa yang sedang digencarkan oleh pemerintah, UNNES akan tetap mengirim mahasiswa ke desa-desa guna membantu para punggawa desa melaksanakan program yang makin gencar tersebut.

Kepada Ketua LPPM diperintahkan agar di samping KKN dengan 5000 mahasiswa tersebut dikirim juga ke desa kegiatan lain dari para dosen dan mahasiswa dalam berbagai penelitian dan kegiatan pendidikan dan pengajaran lainnya agar dosen dan mahasiswa makin mengenal desa dan ikut mengisi kegiatan pembangunan yang memerlukan uluran tangan yang lebih profesional guna memecahkan kesulitan dalam membangun atau mengembangkan administrasi dukungan terhadap pembangunan yang memerlukan pemecahan khusus.

Di samping itu lanjutnya dalam rangka Dies Natalis bulan Maret mendatang, Rektor memiliki gagasan gemilang untuk mulai melaksanakan kegiatan mengirim Guru Besar ke Desa guna mempelajari dan ikut memecahkan masalah yang dihadapi rakyat di desa.

“Gagasan Guru Besar atau “Professor Masuk Desa” itu merupakan suatu stimulan bagi para orang tua dan pemuda di desa agar orang tua tidak merasa takut untuk mengirim anak-anaknya yang sudah tamat pendidikan menengah atas masuk menjadi mahasiswa dan lulus sebagai sarjana karena mereka mengenal guru besar yang masuk ke desanya,”ujarnya.

Gagasan “Guru Besar Masuk Desa” itu akan menjadi model yang menarik karena para guru besar yang selalu membimbing mahasiswa menjadi Sarjana, utamanya S2 dan S3 akan mengarahkan mahasiswa bimbingannya mengembangkan penelitian dan menemukan teori-teori mutakhir tentang pembangunan multi sektor di pedesaan.

Lebih jauh dikatakan pengembangan teori itu akan memperkaya bahan ajar dan kekhususan yang menjadi model Indonesia yang menarik dan disumbangkan bagi pengembangan ilmu dengan bahan dasar teori dari pedesaan di Indonesia.

“Semoga membawa manfaat yang jauh melampaui desa di Indonesia yang membawa pengalaman lapangan itu sebagai sumbangan untuk dunia yang damai dan sejahtera. Suatu gagasan brilian yang memberi dukungan moril yang tinggi terhadap kegiatan pembangunan di pedesaan,”tuturnya.(haris)
img-20180130-wa0013

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>