Wiranto : Pemerintah Masih Selidiki Motif Teror di Sleman
By admin On 14 Feb, 2018 At 10:34 AM | Categorized As Keamanan | With 0 Comments

20180214_090117DENPASAR-(TERBITTOP.COM)-Menko Polhukam Wiranto menegaskan pemerintah saat ini masih menyelidiki motif dari aksi teror seorang pemuda yang terjadi di Gereja Sleman dan aksi aksi lainnya di beberapa daerah di Tangerang dan Bandung Jawa Barat.

“Harus dibedakan aksi teror atau terorisme seperti yang terjadi Yogyakarta itu murni teror dan aksi itu sedang diselidiki apa ada keterkaitan dengan kelompok jaringan apa berdiri sendiri.Saya masih menunggu laporan.Kalau aksi di Tangerang dan Jawa Barat sudah diketahui, ” tegas Menko Polhukam Wiranto menjawab wartawan usai membuka Diskusi Tematik Penguatan Lembaga Kejaksaan di Hotel Grand Aston Denpasar Bali, Rabu (14/2).

Wiranto menegaskan siapa yang melakukan aksi teror akan kita berantas secara kuat ditindak sesuai dengan undang undang yang berlaku.

“Aparat keamanan sudah diperintahkan untuk menindak tegas semua aksi teror yang menggaggu masyarakat. Baik yang dilakukan oleh perorangan atau jaringan, atau apapun yang mengganggu masyarakat atau pihak yang meneror. Tidak boleh ada negara dalam negara,”tegas Wiranto.

Dia juga meminta masyarakat untuk bersikap tenang menghadapi masalah yang terjadi.

Wiranto menolak adanya anggapan bahwa meluasnya aksi radikalisasi karena terputusnya komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat terutama ormas.

“Itu tidak benar, jangan menjustifikasi selama ini hubungan pemerintah dengan ormas tetap berjalan baik tidak pernah terputus,” ujar Wiranto.

Dan bahkan lanjut Wiranto belum lama ini diselenggarakan Musyawarah Besar yang dihadiri semua tokoh agama bertemu di Bogor dan merumuskan tujuh kesimpulan bertujuan untuk memelihara persatuan dan kesatuan untuk merawat keutuhan bangsa.

“Justru Pemerintah selalu memperhatikan dan selalu mendengar suara kelompok dari masyarakat termasuk ormas.Suara dari rakyat untuk rakyat. Justru kebijakan itu akan muncul setelah di diskusikan dan kemudian di implementaaikan menjadi kebijakan pemerintah,” kata Wiranto.

Seperti diketahui aksi kekerasan terjadi di Gereja Santa Lidwina Bedog, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Sleman, Yogyakarta pada Minggu (11/02) pagi.

Sebelumnya ancaman nyata berbentuk kekerasan dan aniaya juga menerpa secara fisik kelompok ulama dan jemaah berbagai agama, dimulai dari tindakan aniaya terhadap KH. Umar Basri ( Ceng Emon ) Pengasuh Pondok Pesantren Al Hidayah Cicalengka Cirebon ketika menunaikan Ibadah Sholat Subuh pada 27 Januari 2018

Kemudian terjadinya pelarangan dengan pengerahan massa kelompok tertentu atas acara Bakti Sosial Gereja Santo Paulus Bantul, Yogyakarta pada 28 Januari 2018 dengan alasan-alasan absurd dan pelarangan kehadiran Biksu Mulyanto warga legok Kabupaten Tangerang. (haris).

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>