Kemesraan Warga AKA ‘Tempoe Doeloe’ Jangan Cepat Berlalu.
By admin On 10 Apr, 2018 At 09:36 AM | Categorized As HIBURAN | With 0 Comments

psx_20180415_123403
Warga AKA (Air Ketekok) Tempo dulu berkumpul di kafe Bahari Pantai Tanjung Pendam belum lama ini. Nampak sedang bernyanyi lagu kemesraan jangan cepat berlalu.(foto : ist).

BELITUNG- (TERBITTOP.COM)-Pesona alam di Pulau Timah Belitung Provinsi Bangka Belitung akan menghipnotis siapapun yang datang. Salah satu pantai yang dekat dengan kota ini adalah pantai Tanjung Pendam yang memiliki sunset yang menggoda dengan hiburan malam berbagai grup musik membuat wisatawan betah berlama lama di pantai ini.

Bertemu kangen kangenan dan nyanyi bersama baik dengan teman dekat atau keluarga atau sekedar jalan jalan santai menjadi tujuan bagi pasangan yang sedang kasmaran tempat ini mungkin jadi idola remaja.

Apalagi jika malam hari kita bisa melepas santai dengan duduk sambil bernyanyi atau mendengar live musik. Tak serasa keabraban terjalin hingga larut malam bercerita atau berkelakar ngobrol atau bahasa belitung, ‘disebut begalor’.

Pada Jumat (6/4) malam saya dan teman teman grup WA Pelataran Air Ketekok ‘Tempo dulu’berkesempatan bertemu di Kafe Bahari yang berada di pinggir pantai Tanjung Pendam.

Seperti kita ketahui grup WhatsApp adalah wadah bagi kita yang memiliki aplikasi ini untuk bertukar informasi dengan teman- teman lain atau keluarga.

Ternyata grup WA AKA (Pelataran Air Ketekok) cukup kompak karena setiap ada moment selalu ketemuan. Paling tidak untuk menjaga silatuhrami sesama anggota grup.Begitulah !!

Di pantai ini ketika senja datang merupakan moment terbaik untuk menikmati keindahan Pantai Tanjung Pendam. Bagi saya, kalau Ke Belitung dan tidak melihat sunset di Pantai Tanjung Pendam, serasa ada yang kurang.

“Di Pantai ini para traveler bisa melihat pemandangan Pulau Kalmoa. Konon Pulau Kalmoa merupakan pulau untuk buang sial, menurut kepercayaan orang Tionghoa yang ada di Pulau Belitung,”ujar Asri anggota grup AKA yang pandai bernyanyi.

Namun ada yang menyebut Kalmoa berarti kalah semua.Artinya dulu jika ada musuh atau penjajah yang masuk ke kota ini lewat pulau Kalmoa pasti akan kalah semua, maka pulau ini disebut pulau kalmoa.

Malam itu tak sengaja grup WA pelataran AKA tempo dulu yang sudah mulai lansia kumpul di Kafe Bahari Tanjung Pendam. Ada yang datang dari Bandung dan Jakarta. Grup ini Adminnya dikomandai Ju warga AKA yang bermukim di Semarang.

Silatuhrami

Grup WA ini sudah lama menjadi ajang silatuhrami bagi warga AKA Tempo dulu di perantauan. Anggotanya tersebar tersebar di Belitung, Jakarta, Depok, Bogor, Bandung, Semarang,dan Bahkan di Malang, Batam dan Tanjung Pinang.

Saya sendiri Rabu dan Kamis (3-4 April) masih tugas di Aceh.Karena sudah kadung janji saya upayakan berangkat ke Kota ini meski harus transit di jakarta setelah menempuh dua setengah jam perjalanan dari Aceh ditambah 45 menit dari Bandara Soetta menuju Tanjung Pandan.

Pikir saya meski lelah selain bisa yumpa orang tua dan sodara bisa kumpul dengan teman sekalolah di waktu Sekolah Dasar.

“Kepakpun (lelah-red) jadi hilang,” pikir saya. Apalagi setiba di tanah kelahiran bisa kangen kangenan sesama teman lama waktu bersekolah di Air Ketekok.

Malam itu di kafe Bahari sudah dipenuhi pengunjung .Disana rekan rekan sudah ada yang menunggu, ada ibu Yuspinah yang berprofesi sebagai Guru, Nyai, Martiah juga Guru kemudian Dur, Ramlah dan suaminya dari Bandung serta kawan kawan cowok antara lain juhelmi, Asri, Dody,Hadjeri dan saya sendiri kami ngobrol dan bercerita kisah sekolah di pelataran Air Ketekok sekitar 40 tahun lalu sambil mendengar alunan lagu yang nyanyi bergantian.Sehingga kisah masih sekolah terkenang indah.

“Perasaan sudah hampir 40 tahun kita sekolah dan sekarang saling berpisah tak terasa sudah jauh berubah. Mudahan grup ini makin kompak anggotanya,” kata Yuspinah yang bermukin di Tanjung Pandan.

Suasana keakraban dan romantika persahabatan semakin hangat terasa ketika anggota grup bernyanyi satu persatu.

“Inilah wujud silatuhrami warga AKA tempo dulu yang selalu menjalin kerukunan,” jekas Asri yang memeluk saya ketika tiba di kafe Bahari. Seiring berputarnya jarum jam tak terasa sudah semakin larut di Tanjung Pendam.

Puas ngobrol

Puas ngobrol makan gorengan menggale (singkong) dan minum serta begalor alah Belitong pertemuan kami turup akhirnya dengan bernyanyi lagu kemesraan sebagai penutup acara.

Pertemuan di Pantai Tanjung Pendam benar benar membawa rasa dan menjadi momen terbaik, selain bisa menikmati keindahan malam pantai ini juga bisa menjalin rasa persaudaraan.

Selain itu jika masih sore sambil duduk-duduk di pinggir pantai, pengunjung akan disajikan pemandangan matahari tenggelam yang indah ketika masih sore. Melihat detik-detik sang surya mulai terbenam menjadi pengalaman yang mungkin tidak terlupakan ketika berada di sini..

Karena malam semakin larut maka akhirnya pertemuan ditutup dengan nyanyi bersama lagu kemesraan jangan cepat berlalu..Semoga grup WA AKA ini makin kompak dalam merajut persahabatan. (haris)

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>