Komitmen Membangun Sumber Daya Manusia
By admin On 16 Apr, 2018 At 06:16 AM | Categorized As INSPIRASI POSDAYA | With 0 Comments

psx_20180416_135001Sampai saat ini Human Development Index (HDI) atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tergolong rendah dalam urutan dunia, diatas nomor 100, dan belum pernah turun dari angka tersebut. Pengembangan nilai indicator yang terdiri atas tiga unsur usia harapan hidup, lamanya pendidikan dan partisipasi angkatan kerja dalam bidang ekonomi, sungguh sulit untuk dinaikkan, utamanya yang menyangkut bidang pendidikan. Salah satu yang kita usahakan dengan gegap gempita sejak tahun 1970 dan berhasil adalah usia harapan hidup yang berkat keberhasilan program KB dan kesehatan dapat dinaikkan menjadi diatas angka 70 tahun. Pembangunan bidang pendidikan masih sulit biarpun banyak yang telah mengusahakan perbaikan dari tahun ke tahun dan itu harus terus dipacu.

Dalam Sidang Kabinet lalu dengan tegas Presiden Jokowi memberi petunjuk bahwa kini tiba waktunya untuk dengan sungguh-sungguh meningkatkan sumber daya manusia yang merupakan bagian tidak terpisah kan dari upaya membangun bangsa secara gegap gempita. Peningkatan mutu sumber daya manusia itu tidak dapat dipisahkan dengan peningkatan kesehatandan kesejahteraan bangsa secara keseluruhan, utamanya peningkatan bidang pendidikan menjelang Indonesia Emas yang segera akan datang. Peningkatan mutu sumber daya manusia itu sekaligus menjawab tantangan yang menyatakan bahwa Indonesia bubar padatahun 2030, tetapi sebaliknya akan memberi dukungan yang sangat kuat pada perkiraan lain bahwa Indonesia akan menjadi Negara nomor empat terbesar pada tahun tersebut.

Bapak Bangsa jauh-jauh hari memberi peringatan dan langkah-langkah nyata guna mengatasi masalah yang sangat krusial itu, membuat sekolah menarik dan setiap anak diajak sekolah sampai tingkat yang tinggi agar mampu membangun keluarga serta mengantar seluruh anak bangsanya menjadi bangsa yang bahagia dan sejahtera. Ki Hadjar Dewantara dengan usahanya yang luar biasa membuka pendidikan anak bangsa dengan moto pendidikan untuk anak bangsa seluas-luasnya sehingga setiap anakwajib bersekolah. Sekolah, orang tua dan masyarakat adalah suatu rentetan wadah dimana anak bangsa wajib belajar tiada henti.

Biarpun dengan sangat sederhana Ki Hadjar Dewantara membangun sekolah SD, SMP dan SMA dimana-mana agar sebanyak-banyaknya anak Indonesia bisa sekolah sampai tamat SMA dan baru akhirnya membangun perguruan tinggi agar anak-anak pintar biar pun anak keluarga miskin bisa sekolah sampai ketingkat perguruan tinggi. Cita-cita itu dilanjutkan oleh para pemimpin bangsa berikutnya.Bapak MH Soeharto memulai kariernya sebagai Presiden RI dengan berbagai Inpres SD, SMP dan SMA untuk membantu kekurangan tenaga menengah dan merangsang anak-anak kuliah sampai perguruan tinggi. Biar pun bangunan itu sederhana tetapi dengan adanya SD, SMP dan SMA dimana-mana anak-anak Indonesia bisa sekolah dan tidak sedikit yang kemudian menjadi pemimpin bangsa. Merasa masih kurang cepat, beliau mendirikan Yayasan Supersemar guna memberikan beasiswa kepada anak-anak Sekolah Kejuruan, jutaan anak-anak miskin masuk Perguruan Tinggi sampai menjadi sarjana. Pada tahap akhir Yayasan Supersemar juga memberikan beasiswa kepada ribuan mahasiswa anak keluarga miskin untuk kuliah dan menyelesaikan studinya pada perguruan tinggi dengan baik. Tidak sedikit penerima beasiswa itu menjadi rektor dan juga menjadi pemimpin bangsa ini.

Lebih lanjut BapakSoeharto dan Bapak Haryono Suyono pada tahun 1996 mendirikan Yayasan Damandiri guna membantu keluarga miskin mengentaskan kemiskinan. Pada tingkat awal diberikan dukungan pada anak keluarga miskin melalui pemberian pelajaran tambahan agar bisa lulus ujian saringan masuk perguruan tinggi dan diterima pada perguruan tinggi.Apabila sudah masuk maka kepadanya diberikan beasiswa agar bisa kuliah dengan tenang sampai lulus menjadi sarjana. Pengalaman itu mendekatkan Yayasan dengan perguruan tinggi sehingga selanjutnya Yayasan membantu sekitar 450 Perguruan Tinggi menambah pengalaman mahasiswa semester ke tujuh melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke desa mendirikan Posdaya dan menyerap pengalaman langsung dari masyarakat desa.

Posdaya yang didirikan kemudian menjadi ajang keluarga desa bersama-sama secara gotong royong membangun kebersamaan untuk saling berbagi sesama. Keluarga kaya atau keluarga sejahtera III Plus berbagi kepada keluarga prasejahtera agar secara mandiri berusaha menjadi keluarga yang lebih baik, meningkat menjadi keluarga sejahtera I, kemudian sejahtera II dana khirnya menjadi keluarga sejahtera III dan apabila bisa dan mau berbagi sesama nya menjadi keluarga sejahtera III Plus yang menjadi sahabat sesama keluargalainnya.

Ada yang tidak senangdengan gagasan dan upaya cemerlang itu, yang melalui berbagai cara menghentikan usaha mulia itu. Namun, untung ada pemimpin melanjutkan gagasan cemerlang Bapak Soeharto tersebut.Presiden Jokowi melalui Kementerian Desa PDTT yang dipimpin oleh Menteri Eko Putro Sandjojo menggelontorkan dana desa guna membangun sarana pembangunan sumber daya manusia selama tiga tahun terakhir. Puluhan ribu Posyandu dibangun di banyak desa,Klinik Desa dibuat baru di banyak desa dan air bersih dan salurannya dibangun di desa-desa sehingga keluarga desa bisa memanfaatkansarana yang baru dibangun itu. Ribuan jamban keluarga juga dibangun di rumah-rumah penduduk miskin di desa-desa dana kan diteruskan dalam tahun-tahun mendatang. Untuk sarana pendidikan ribuan sarana PAUD dibangun di banyak desa. Secara khusus tahun ini ditambah pula dengan penanganan anak yang stunting, yaitu anak kerdil yang tidak tumbuh karena kekurangan gizi.

Jalan desa dan jembatan juga dibangun selama tiga tahun terakhir sehingga anak-anak desa makin mudah pergi kesekolah dan melanjutkan pendidikannya dengan lebih tenang dan makin kurang hambatannya. Orang tuanya makin bisa menjual produk sawah dari keluarga atau dari ladangnya sehingga bisa membiayai anak-anak yang sekolah. Karena itu kesempatan sekolah anaknya bisa lebih tinggi lagi. Kalau orang tuanya bekerja di pabrik, karena jalan desa makin baik orang tua yang bekerja itu bisa lebih tenang dan hasilnya bisa untuk membantu anaknya sekolah dan kuliah pada perguruan tinggi sampai tuntas.

Salah satu contoh mengharukan dari makin baiknya suasana di tanah air itu adalah cerita dalam Sosmed yang dikirim Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin, MSc.Rektor UniversitasAl-Azhar Indonesia,tentang seorang Satpam setelah lembur kerja, masih berseragam, langsung mengantar putrinya gadis cantik bernama Fitri Amalia, jurusan Ekonomi Konstruksi, Fakultas Tehnik Sipil, Universitas Bung Hatta Padang, yang lulus dan diwisuda baru-baru ini. Suatu cerita mengharukan yang makin biasa terjadi dewasa ini.Anak-anak keluarga miskin atau keluarga biasa saja bisa mengikuti pendidikan tinggi karena fasilitas makin baik sehingga bisa lulus dengan baik. Namun perlu kesabaran karena membangun sumber daya manusia memerlukan waktu lama, komitmen dan perjuangan yang gigih. Semoga makin banyak yang berjuang menaikkan pendidikan untuk semua demi masa depan bangsa yang makin maju dan sejahtera.(Prof.Dr.Haryono Suyono. Ketua Tim Pakar Menteri Desa PDTT).

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>