Dari Seminar ARIN AP : Mencari Asset Koruptor Dengan Bantuan Media Sosial
By admin On 10 May, 2018 At 09:52 AM | Categorized As INTERNASIONAL | With 0 Comments

psx_20180510_170418YOGYAKARTA-(TERBITTOP.COM)-Kerja sama Informal antar negara anggota ARIN-AP selama ini telah banyak berbagi pengalaman meskipun ada perbedaan yurisdiksi namun sangat membawa manpaat dalam upaya recovery aset. Sebab tidak jarang aset yang disimpan disamarkan pelaku, sehingga dengan berbagi pengalaman banyak praktik antar negara menjadi bahan informasi.

“Lebih mudah berurusan informal dan mudah mendapatkan gambaran recovery aset, yang misalnya tidak ada data aset pelaku tetapi dengan berbagi cara lebih mudah dalam praktik pemulihan aset itu. Dengan praktik masing masing dan berbagi pengalaman antar negara dapat saling diketahui cara mengejar aset rocovery ,” tutur Kepala Pusat Pemulihan Aset (PPA) Kejaksaan Agung Andi Herman SH MH dalam percakapan dengan TERBITTOP di sela sela seminar tentang Criminal Asset Managemen yang berlangsung di Amburrokmo Yogyakarta, Rabu (9/5).

Bahkan lanjut Andi di berbagai pengalaman, di sebuah negara ada yang mencari aset pelaku kejahatan dengan menggunakan media sosial seperti Face book

Contoh berbagi pengalaman itu menjadi menarik karena pelaku selalu menyamarkan datanya dan awalnya sulit dideteksi tetapi setelah ditelusuri lewat FB, ada kegiatan pelaku sedang berlibur di sebuah resort dari data itu diselidiki dan ternyata didapat bukti bahwa resort tadi milik pelaku dan akhirnya dibekukan.

“Itu contoh berbagi cara mencari aset recovery dan masih banyak yang lain,” jelas Andi.

Bahkan berbagi pengalaman lain mencari aset recovery juga sangat beragam dan bermanpat. Di banyak negara Anggota ARIN AP saling berbagi caranya.

“Ada yang nongkrong melihat pola kehidupan pelaku, mengamati di tempat pembuangan sampah selama setahun.Dari situ akhirnya diperoleh data bahwa pelaku ternyata tidak susah tetapi hidupnya mewah sehingga bisa ditelusuri asetnya,” jelas Andi Herman.

Dalam pemberantasan korupsi tak melulu berbicara pemidanaan. Ada juga hal penting yang tak boleh dilupakan oleh para penegak hukum yakni, asset recovery atau pengembalian aset (harta) kekayaan negara yang telah dikorupsi.

Para para penegak hukum tentu juga harus menggunakan pendekatan asset recovery dalam menangani kasus korupsi.

Dengan merampas harta benda yang dihasilkan dari kejahatan, maka diharapkan pelaku akan hilang motivasinya untuk melakukan atau meneruskan perbuatannya.
psx_20180510_170257

Seminar masalah asset recovery diikuti 80 orang dari 18 Negara Asia Pasipik termasuk Indonesia yang diwakil bidang PPA Kejagung dan sejumlah peserta seminar para Delegasi Negara yang tergabung dalan ARIN-P (Asset Recovery Inter Agency Network Asia Pacipic).

Dengan kegiatan ini maka bagi negara anggota akan saling berbagi informasi bagaimana caranya memburu aset hasil kejahatan.

Hadir juga Dr. Michael McKenzie, selaku Legal Konsuler pada Kedutaaan Besar Australia Untuk Indonesia di Jakarta, Kepala PPA Kejagung Andi Herman SH MH.

Sementara mewakili Kejaksaan Agung memberi paparan Yusfidli Adhyaksana SH dengan judul Peran Penyidik Dalam Managemen Aset.

Jaksa Agung HM Prasetyo SH yang diwakili Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara Ny Loeke Larasati SH MH membuka Seminar yang berlangsung selama tiga hari di Royal Amburrukmo Jogyakarta, 7 -9 Mei

Kepala Pusat PPA Kejaksaan Agung Andi Herman SH MH mengungkapkan pertemuan tahunan atau kegiatan seminar criminal asset Managemen ini adalah forum informal bagi negara anggota ARIN-AP dalam berbagi pengalaman dalam mengejar, menelusuri bahkan membekukan aset dari hasil kejahatan.

Tahun ini, Indonesia dipercayai sebagai Tuan Rumah Seminar Masalah Asset Recovery yang dilaksanakan atas kerja sama Pusat Pemulihan Aset (PPA) Kejaksaan Agung dengan ARIN-AP serta kerja sama dengan Kedutaan Besar Australia di Jakarta.

Dalam pemberantasan kejahatan korupsi ataupun kerah putih tidak hanya cukup dengan menghukum para pelakunya, namun harus diimbangi dengan upaya untuk memotong aliran hasil kejahatan.

Dibeberapa negara seperti di Amerika Serikat, Selandia Baru dan juga di Australia banyak manpaat yang diperoleh sebagai cara atau metode dalam mengejar aset recovery.

Legal Konsuler pada Kedutaan Besar Australia di Jakarta Dr. Michael McKenzie, mengatakan Australia memberi apresiasi terhadap kegiatan ARIN-AP dalam upaya membangun kerja sama informal antar negara Asia Pacipik.

” Meskipun sulit karena perbedaan yurisdiksi namun upaya kerja sama informal banyak memberi manpat. Semoga lewat pertemuan ini dapat saling berbagi pengalaman dalam mencari aset recovery,” jelasnya.psx_20180510_170345

Strategis,

Sejalan dengan UU Nomor 31 Tahun 1999 jo UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Kejaksaan memiliki peran strategis di bidang perampasan dan pemulihan aset.

Dalam konteks tersebut, maka Kejaksaan bertindak sebagai pelaksana putusan pengadilan dalam hal pengadilan menjatuhkan pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti yang jumlahnya sebanyak-banyaknya sama dengan harta benda yang diperoleh dari tindak pidana korupsi.

Undang-Undang juga memberikan kewenangan bagi negara untuk merampas harta benda terdakwa, dalam hal ia tidak dapat membuktikan bahwa harta benda tersebut diperoleh bukan karena tindak pidana korupsi.

Maka pemberantasan kejahatan kerah putih tidak hanya cukup dengan menghukum para pelakunya, namun harus diimbangi dengan upaya untuk memotong aliran hasil kejahatan.

Dengan merampas harta benda yang dihasilkan dari kejahatan, maka diharapkan pelaku akan hilang motivasinya untuk melakukan atau meneruskan perbuatannya, karena tujuan untuk menikmati hasil-hasil kejahatannya akan terhalangi atau menjadi sia-sia.

Oleh sebab itu kata Andi pentingnya kerjasama internasonal dalam upaya pelacakan aset hasil tindak pidana bukanlah tanpa alasan. Di samping itu, yang lebih penting lagi, adalah munculnya kesadaran dunia bahwa penanganan kejahatan bukan lagi merupakan masalah intern suatu negara, tetapi memerlukan upaya global.(haris)
psx_20180507_120840

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>