Tim Bakor Pakem Pusat Pantau Kegiatan Jemaat Ahmadiyah di Monokwari
By admin On 28 May, 2018 At 02:36 AM | Categorized As Kasus | With 0 Comments

psx_20180527_205740JAKARTA-(TERBITTOP.COM)-Wakil Ketua Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan dalam Masyarakat (Bakor-Pakem) Pusat Dr Jan S Maringka SH yang juga JAM Intel Kejaksaan Agung menurunkan Tim Pakem Pusat ke Kabupaten Monokwari Papua selama dua sejak 24-25 Mei lalu. Selain melakukan rapat kordinasi dengan Tim Pakem Provinsi dan Kabupaten, Tim Pakem Pusat juga melakukan pertemuan dengan jemaah JAI (Jemaah Ahmadiyah Indonesia) di daerah Monokwari.

“Benar Tim Pakem Pusat turun ke Manokwari dalam rangka deteksi, cegah dini dan cipta opini agar situasi ketertiban masyarakat tetap kondusif terkait peran optimal melakukan pengawasan terhadap aliran kepercayaan terutama kegiatan jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) pasca terjadi kerusuhan di Lombok Timur,” kata Direktur Sosial Budaya Kemasyarakatan pada JAM Intel Kejaksaan Agung Yusuf SH yang berhasil di konfirmasi TERBITTOP Minggu (27 /5) diinihari di Monokwari Papua.

Yusuf menjelaskan kedatangan Tim Pakem yang terdiri dari Tim Kemendagri, MUI, BIN, Polkam dan Kementerian Agama selain untuk mensosialisasikan pelaksanaan SKB 3 Menteri terkait pelarangan kegiatan JAI (Jemaah Ahmadiyah Indonesia) juga untuk mendeteksi dini agar tidak terulang kejadian yang sama seperti di Lombok Timur.

“Kami juga mengadakan pertemuaan dengan para jemaah JAI dan meminta mereka untuk mematuhi SKB 3 Menteri tahun 2008 tentang pelarangan kegiatan Ahmadiyah,” jelas Yusuf.

Dikatakan sejumlah kegiatan JAI di Monokwari ikut dipantau. Tujuannya selain memonitoring dan evaluasi apakah SKB 3 Menteri berjalan apa tidak maka dilakukan pemantauan lebih awal.

Yusuf menambahkan pihaknya juga mengingatkan kepada pemerintah daerah terhadap kewajibannya untuk selaku aktif dalam pengawasan kegiatan ajaran agama yang menyimpang.

“Tim mendeteksi dini serta mengevaluasi agar kejadian seperti pengrusakan di Lombok tidak terjadi di daerah lain,” ujar Yusuf menambahkan.

Seperti diketahui kekerasan sektarian terhadap anggota Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) masih terjadi seperti baru baru ini di daerah Lombok Timur.

Solusi dari pemerintah, tak lain tak bukan memerintahkan untuk mematuhi Surat Keputusan Bersama 3 Menteri tahun 2008 tentang Ahmadiyah.

Lebih jauh dikatakan, sosialisasi tentang Keputusan Bersama Menteri Agama, Jaksa Agung, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2008; Nomor Kep-033/A/JA/6/2008; Nomor 199 Tahun 2008 tentang Peringatan dan Perintah Kepada Penganut, Anggota, dan/atau Anggota Pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) dan Warga Masyarakat.

Didalam SKB dijelaskan kata Yusuf bahwa Ahmadiyah harus menahan diri, tidak menyebarkan dan tidak menunjukkan jati diri dalam menjalankan kepercayaannya. Kemudian bagi masyarakat di luar Ahmadiyah tidak boleh berbuat anarkis secara sepihak. Artinya ada saling pengertian demi keamanan dalam negeri.

“Kami juga mendapatkan buku yang diedarkan ke jemaatnya. Akan kita teliti buku itu berjudul legalitas JAI.Jika bertentangan nanti melalui tim barcet bisa ditarik hingga dilarang peredarannya. Tapi ini akan diteliti dulu oleh Puslitbang MUI,” tegas Yusuf.

Selain ke Monokwari jelasnya, Tim Bakor Pakem Pusat berencana memonitor kegiatan di Kepri, Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah serta titik titik yang banyak organisasi JAI agar jemaatnya sadar akan kegiatannnya dan kembali ke ajaran Islam yang sebenarnya.(haris)

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>