TAJUK : Ancaman Serius Teroris ?
By admin On 25 May, 2018 At 06:39 AM | Categorized As Tajuk | With 0 Comments

bom-sbyMembandingkan serangan teror bom yang terjadi belum ini di tiga gereja di Surabaya dan Rusunanwa di Sidoarjo serta serangan ke Polda Riau serta beberapa kejadian di beberapa negara di dunia tentu memberi sinyal bahwa aksi radikalisasi di Negeri ini masih cukup berkembang.Kita sangat prihatin melihat kejadian itu apalagi ikut mengeksploitasi anak anak dalam kegiatan aksi bom bunuh diri itu.

Berdasarkan laporan yang dilansir Efochtimes.Id Institut Ekonomi dan Perdamaian atau The institute for Ekonomic dan Peace (IEP) melaporkan Indeks Terorisme Global (GT) sampai tahun 2017 terjadi penurunan 22 persen dibandungkan tahun sebelumnya. Bagi kita kejadian ini telah menimbulkan kewaspadaan karena sudah menganggu kedamaian masyarakat secara luas.

Kita ingat pada 2016 Polri telah berhasil menggagalkan beberapa rencana teror dan menangkap sejumlah pelaku serta mengacak berbagai kantong radikalisasi. Selain aksi teror, para pelaku juga diduga menyebarkan paham radikal yang sukses memengaruhi pelaku-pelaku baru.

Kewaspadaan terhadap kemungkinan terulang aksi terorisme juga penyerangan kepada anggota kepolisian bisa juga terjadi kalau kita tidak waspada. Serangan terorisme banyak macamnya, ada yang menyerang langsung anggota polisi yang sedang tugas di lapangan hingga pada pengancaman dengan senjata api, bom maupun senjata tajam serta racun sianida.

Tindakan terorisme sudah tergolong sangat tinggi, apalagi jika dilihat dari berbagai kejahatan mereka yang terungkap,aksi mereka menimbulkan keresahan. Bahkan faham radikalisme malah menjadi berkembang.

Penanganan gerakan radikal yang kerap berujung pada terorisme harus melibatkan semua kekuatan negara, masyarakat serta elemen di dalamnya seperti pesantren, tetapi selama ini pesantren tidak pernah dilibatkan secara langsung.

Oleh sebab itu kita mendukung secepatnya pembahasan RUU terorisme untuk segera diundangkan segera mungkin. Dengan diberlakukan UU baru akan semakin memudahkan aparat dalam mengcak kantong radikalisme dan memproses secara hukum. Langkah ini sebelum serangan aksi teroris seperti nii terulang kembali.

Kita ingat ancaman dari kelompok ISIS pernah dilontarkan melalui you tube yang diunggah pada agustus 2014 yang diambil di palataran masjid di Suriah. Lelaki itu ditengarai bernama Salim Mubarok Attamimi alias Jandal Al Yemenial Indonesi. Mereka akan datang untuk melaksikan aksi teroris di negeri ini, demikian penggalan kalimat yang dilontarkan nya di you tube mengancam Panglima TNI,Polisi serta barisan serba guna (banser) Ansor Nahdlatul Utama. Peringatan mereka tersebut ternyata kini menjadi kenyataan.

Untuk menghadapi modus baru para teroris, polisi tentunya wajib meningkatkan profesionalismenya, meningkatkan kepekaan, dan kewaspadaannya. Sekecil apapun peluang jangan diberikan kepada para teroris untuk menghabisi para aparat negara. Para teroris sewaktu-waktu siap menebar teror yang menakutkan dan membahayakan bagi masyarakat.

Oleh sebab itu, kita semua dituntut untuk tetap waspada, karena aksi terorisme bukan hanya merupakan bentuk kejahatan yang mengancam dan merusak keamanan, keutuhan bangsa, dan negara, tetapi juga merusak tatanan kehidupan suatu bangsa bahkan dunia internasional.

Dalam konteks deradikalisasi sebenarnya, pemerintah bisa melakukan langkah untuk memutus reproduksi terorisme secara berlanjut. Jangan hanya melihat kejahatan terorisme sebagai kejahatan biasa atau gangguan keamanan atau pelanggaran hukum yang harus ditindak melalui pendekatan keamanan saja.*

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>