Kajati Sulsel: Kasus Money Politik Libatkan Dua Oknum Polisi Diproses
By admin On 28 Jun, 2018 At 12:01 PM | Categorized As Politik | With 0 Comments

psx_20180630_192340MAKASAR – (TERBITTOP.COM)-Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan Tarmizi SH MH mengungkapkan masyarakat Sulawesi Selatan telah menunjukkan sikap yang positif,tertib dan damai dalam mensukseskan pelaksanaan Pilkada serentak 2018 yang berlangsung di 17.140 TPS yang tersebar di wilayah ini, walaupun daerah ini masuk ketegori zona keenam rawan Pilkada. Gakumdu sedang memproses secara hukum delapan dugaan pidana pemilu yang terjadi saat minggu tenang.

“Ada delapan kasus dugaan pelanggaran pidana pilkada yakni money politik yang masuk ke Gakumdu. Kasus ini melibatkan dua oknum Polisi di Kabupaten Pinrang sedang dalam tahap kajian Gakumdu apakah memenuhi pelaggaran pidana atau hanya pelanggaran administrasi,” ungkap Kajati Sulawesi Selatan Tarmizi SH MH kepada TERBITTOP di ruang kerjanya Kamis (28/6) di Makasar.

Dikatakan, kasus dugaan pidana pilkada itu terjadi di tiga kabupaten yakni Pinrang,Sidrap dan Sinjai.Khusus yang terjadi Pinrang melibatkan oknum polisi dimana ada uang sebagai barang bukti yang di bagi bagi ke masyarakat sebesar Rp200.000 sedang dalam proses hukum karena barang bukti uangnya ada.

Sementara kasus lain yang terjadi di masa tenang terjadi di kabupaten Sindrap, ketika pengumuman KPUD Sinjai mendiskualifikasi incumbent beberapa jam menjelang pencoblosan Sabiri Yahya-A Mahyanto Massarppi (SBY-AMM). Pasangan ini sempat didiskualifikasi karena terlambat lima menit menyetor Laporan Penerimaan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) sesuai jadwal yang ada. Ada gugatan yang diajukan calon karena keputusan KPUD.

Namun demikian kata Tarmizi pelaksanaan Pilkada secara keseluruhan di daerah ini telah berjalan cukup kondusif, aman tertib dan damai.

“Ini sukses buat seluruh masyarakat Sulawesi Selatan, KPU, Panwaslu serta Forkamindo,”jelas Tarmizi.

Dia menilai suksesnya Pilkada di wilayah ini karena sikap positif dari masyarakat juga karena termotivasi setelah adanya kategori zona rawan Pilkada.Sejak dilakukan evaluasi dipimpin Gubernur Sulsel serta kemudian berkat kerjasama dan kerja keras semua komponen masyarakat.

Kondisi itu juga memberikan motivasi kepada masyarakat bahwa apa yang dipredeksi rawan itu ternyata tidak terjadi masalah apa apa dan ini telah ditunjukkan oleh masyarakat Sulsel bahwa Pilkada telah berjalan kondusif.

Kajati yang didampingi Kajari Sidrap, Sinjai dan Pinrang mengungkapkan dugaan pelanggaran money politik melibatkan dua oknum Perwira Polisi,Ipda “Amr” dan Iptu “Edm” oleh Propam karena terlibat dalam politik praktis membagi bagikan uang kepada masyarakat di kecamatan Palatehang Pinrang. Kasus ini tetap diproses dan sedang dalam kajian Gakumdu.

Lebih jauh Tarmizi mengatakan sejauh ini penanganan sejumlah kasus yang diduga pidana tersebut berjalan karena adanya koordinasi yang cukup baik Gakumdu di Sulsel, sehingga setiap tahapan Pilkada hingga jelang pemungutan suara berjalan baik. Khusus untuk aparat Jaksa di Kejari sejak awal sudah diinstrusikan untuk bersikap netral dan tidak bersikap keberpihakkan kepada pasangan yang maju pilkada.

Sementara masalah administrasi yang terjadi selama Pilkada berlangsung telah diatasi secara baik termasuk kekurangan surat suara serta ada kasus pemilih yang tidak terdaftar dalam DPT telah diatasi secara baik. Hasil final quick count Pilkada di Sulsel yang tertinggi memperoleh suara adalah pasangan No urut 3 Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman.(haris)

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>