Hadiri Forum Jaksa Agung ASEAN, Inilah Harapan HM Prasetyo SH
By admin On 25 Jul, 2018 At 02:52 PM | Categorized As INTERNASIONAL | With 0 Comments

psx_20180725_213502SINGAPURA-(TERBITTOP.COM)-Jaksa Agung RI HM Prasetyo mengajak para jaksa Agung se-ASEAN untuk meningkatkan kerjasama formal seperti ekstradisi dan Mutual Legal Assistance maupun non formal Prosecutor to Prosecutor.

Dia pun mengajak para peserta ASEAN Meeting of Attorneys General 2018 untuk komitmen tentang mutlak perlunya dibangun kerjasama hukum yang lebih kuat untuk mewujudkan kawasan ASEAN yang komdusif dan aman dari berbagai kejahatan serius lintas negara.

“Sehingga tidak ada peluang dan tempat bagi para penjahat untuk melakukan kejahatannya,” katanya saat berbicara di depan peserta ASEAN Meeting of Attonery General 2018 yang berlangsung di Singapura 24-26 Juli 2018.

Prasetyo sebagaimana rilis yang diterima TERBITTOP, Rabu (25/7) juga meyakini pertemuan bertema “Penguatan Kerjasama Penegakan Hukum dalam Pemberantasan Kejahatan Lintas Negara” akan menciptakan komitmen bersama dan meniadakan sekat-sekat perbedaan.

“Guna menyerukan pesan yang kuat keanekaragaman sistem hukum dan batasan wilayah yurisdriksi justru akan menjadi kekuatan yang besar jika dapat disatukan dan dikelola dengan baik,” katanya.

Dalam pertemuan itu Jaksa Agung sempat menyampaikan sudut pandang Indonesia dalam penanggulangan Tindak Pidana Terorisme, Peredaran Gelap Narkotika, Korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Dia mengakui era revolusi industri generasi keempat yang ditandai dengan Internet of Think, ibarat pisau bermata ganda. Karena selain bermanfaat bagi kehidupan manusia, namun kadang dimanfaatkan untuk melakukan berbagai kejahatan lintas negara.

Seperti terorisme yang bermetamorfosa jadi cyber-terroism melalui dunia virtual untuk menyebarkan ancaman kekerasan, penyesatan melalui gambar, foto dan video yang dapat menimbulkan kegaduhan dan ketidakpercayaan terhadap institusi pemerintah.

Menyikapi trend kejahatan teror dan perkembangan paham radikal, pemerintah RI telah mengamandemen UU Pemberantasan Tetorisme yang memuat pendekatan baru dan lebih proaktif dalam pencegahan, penanganan dan pemberantasan kejahatan terorisme.

Jaksa Agung juga mencermati fenomena penyelundupan narkoba, utamanya melalui jalur-jalur perbatasan diantara negara ASEAN dan melakukan transaksi melalui dunia maya. Sehingga, kata dia, layak untuk menetapkan kondisi darurat narkoba.

Dia juga mengemukakan pentingnya penindakan secara represif dan penegakan hukum preventif, yang diharapkan dapat menekan terjadinya tindak pidana korupsi.(dik/haris)
psx_20180725_213527

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>