Pasar Belik Di Jalan Desa Karanggedang
By admin On 21 Sep, 2018 At 12:42 AM | Categorized As INSPIRASI POSDAYA | With 0 Comments

prof-haryono-dgn-kepala-bkkn-jatimSejak dicanangkannya gerakan pembangunan desa dan masyarakat desa, dengan pengguliran dana desa langsung ke desa mulai tahun 2015, salah satunya digulirkan ke desa Karanggedang di Cilacap. Sebelum itu, Kepala Desa di Cilacap, seperti Kepala Desa di Kabupaten lainnya, diberi petunjuk, agar menggelar Rembug Desa bersama pimpinan dan masyarakat setempat meneliti potensi desa dan mengembangkan usaha ekonomi. Pengembangan usaha ekonomi dalam bentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), guna meningkatkan partisipasi rakyat. Dalam usaha ekonomi, agar terbebas dari kemiskinan. Usaha itu di berbagai daerah, seperti di Cilacap, pada penghujung tahun 2017 dimulai dengan menggelar Bursa Inovasi.

Pendamping desa diundang membantu memfasilitasi kegiatan pengembangan BUMDes di desa-desa tersebut. Salah seorang Pendamping Desa dari Kecamatan Sidareja Narto, kemudian mengawal gagasan hasil dari gelar innovasi itu ke Rembug Desa. Arahan dari Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo, dana yang dikucurkan ke desa dapat digunakan untuk empat program utama, yakni pengembangan Prukades, BUMDes, Embung Desa, serta Sarana Olah Raga. Pada tiga tahun pertama di utamakan untuk perbaikan infrastruktur ekonomi dan sosial budaya, seperti jalan desa, pasar, PAUD, Klinik Desa, Posyandu, jamban keluarga dan lainnya. Dana Desa perlu diusahakan guna membantu membangun keluarga mengentaskan kemiskinan menjadi keluarga sejahtera. Kesempatan pendamping desa yang diundang untuk memberikan petunjuk itu dilakukan dengan menganjurkan kepada masyarakat, mencontoh gagasan dan inovasi yang dipamerkan, serta bisa atau mudah dilaksanakan di desanya.

Salah satu inovasi yang banyak diminati desa-desa di Kecamatan Sidareja, Cilacap, adalah gagasan yang mudah dilaksanakan dan diikuti oleh banyak rakyat di desa. Yakni membuat pasar rakyat yang dianggap dapat menggerakkan ekonomi keluarga di seluruh desa. Pilihan pada pengembangan pasar rakyat itu, telah dicoba dengan hasil yang relatif baik di sejumlah desa di Cilacap. Pengalaman menyelenggarakan pasar rakyat itu adalah Pasar Rakyat Desa Tenjolaya Sukabumi dan Pasar Batur Warna Desa Karangpucung Cilacap. Desa Karanggedang, Kecamatan Sidareja dengan modal yang secara populer disingkat sebagai ATM yaitu mengAmati, me-Tiru dan apabila diperlukan melakukan Modifikasi atau menyesuaikan dengan keadaan setempat.

Sehingga, BUMDes Maju Makmur, Desa Karanggedang segera dibentuk. Para pengurusnya segera menyiapkan diri mengembangkan pasar meniru atau mendasarkan pada pengalaman yang telah dilihat pada pengembangan pasar di desa tetangganya. Para pengurus BUMDes bersama para Pendamping Desa melakukan berbagai pertemuan persiapan, untuk meniru pembuatan pasar seperti di desa lainnya.

Terlebih dulu dilakukan proses penggalian potensi desa. Tim Pelaksana yang disebut sebagai Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) didampingi Pendamping Desa Kecamatan Sidareja melakukan kegiatan penjajagan potensi desa tersebut. Mereka mengadakan berbagai pertemuan membulatkan tekad membangun pasar desa. Setelah persiapan yang panjang menggali potensi desa dan menganalisis sejumlah faktor pendukung, seperti jumlah penduduk, kebutuhan sehari-hari penduduk, sumberdaya alam, dan budaya masyarakat, akhirnya BUMDes Maju Makmur siap meluncurkan “Pasar Belik Desa Karanggedang”.

Pasar Belik pada awalnya, sementara dibuka tiap hari Minggu Pagi, di kota kerap disebut sebagai “Sunday Market” di area terbuka, yaitu Jalan Desa di RT 01 RW 04. Dengan gegap gempitanya “pesta” desa setiap hari Minggu pagi, Pasar Belik menjadi pusat penyelenggaraan ekonomi rakyat seperti halnya “Sunday Market” di kota.
Selain gerai pamer produk yang dipasarkan, pengelola Pasar Belik menyiapkan tambahan bumbu kegiatan hiburan dan olahraga berupa senam masal dan jalan sehat.

Sesekali, pengelola menyiapkan doorprize yang diharapkan manarik massa berkunjung ke pasar di jalan itu, menjadi acara yang lebih semarak. Pasar Belik di Desa Karanggedang yang dipimpin oleh Fajar Ari Wibowo sebagai Direktur BUMDes Maju Makmur Karanggedang sesungguhnya ingin disulap menjadi ajang silaturahmi warga setiap akhir pekan. Masyarakat diundang hadir bersama keluarga untuk berolahraga, sambil menikmati jajanan khas desa dan berbelanja kebutuhan tanpa harus keluar desa. Usai jalan-jalan dan berolahraga, mereka bisa minum jamu godog dan paitan serta makan masakan desa, yang diharapkan menjadi makanan yang makin menarik pengunjung dari desa lainnya.

Secara sengaja diusahakan agar harga produk yang dipasarkan di Pasar Belik dibandrol sangat murah dan terjangkau. Karena, managemen telah mengarahkan agar sebagian besar produk yang dijajakan adalah produk, yang dibuat oleh warga dan menjadi kebutuhan sehari-hari. Gagasan memberi pekerjaan kepada sebanyak mungkin penduduk menjadi acuan yang utama. Kegiatan pasar desa tersebut didukung penuh oleh Pemerintah Desa Karanggedang melalui Rembug Desa, yang telah sepakat menyediakan anggaran dari Dana Desa 2017 sebagai modal penyertaan, yang dikelola langsung oleh BUMDes Maju Makmur. Modal ini dikembangkan melalui pemasukan biaya retribusi dari pedagang dan parkiran serta kontribusi lain dari para pedagang pasarnya.

Sebagai bonus untuk penduduk setempat agar rajin berkunjung ke pasar adalah bahwa Kepala Desa Karanggedang dan seluruh perangkatnya siap membuka lapak, melayani konsultasi dan kebutuhan masyarakat. Perangkat desa juga siap menerima aspirasi dan usulan warga untuk mematangkan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. (Prof. Dr. Haryono Suyono, Tim Pakar Mendes PDTT).

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>