TOP SOROT : ‘Merusak MoU’
By admin On 4 Oct, 2018 At 02:35 AM | Categorized As TOP SOROT | With 0 Comments

koran-terbittopBenarkah tak ada Jaksa Nakal sekarang? Sebuah pertanyaan kesaya dalam obrolan singkat di pesawat citilink usai mengunjungi pulau Bali dua pekan lalu. Meski menggelitik didengar tapi saya layani juga rekan ini sambi senyum saya jawab,”Cerita jaksa nakal sekarang sudah basi bro,”jawab saya.Mengapa ! kini kejaksaan sudah masuk etape membangun publik trust dan menuju daerah zona integritas yakni Bebas Wilayah Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). Artinya sudah tak zamannya lagi jaksa berbuat nekad nakal.Kalau sedang membangun dan menetapkan daerah zona integritas bebas korupsi maka wujud dan profil pelayanan jaksa harus lebih baik. Kita prihatin jika di etape ini jika masih ada ada kejadian oknum Kajari minta uang ke oknum pelaksana ataupun kontraktor ataupuntentu ke kepala desa.

Informasi adanya perbuatan jaksa menyimpang TP4D makin marak saja terdengar. Bahkan ada indikasi enam Kajari terancam dicopot. Kenyataan memang ada yang sudah dipindahkan seperti di Karawang, Muara Bungo dan bahkan Kajari Buleleng telah dicopot. Pencopotan Kajari Buleleng itu sungguh sangat tepat dilakukan dan ini menunjukkan Jaksa Agung HM Prsetyo SH serius membersihkan aparatnya. Sejak ada peran tugas TP4D di berbagai daerah, Jaksa sekarang gampang berdekatan dengan kontraktor dan Pelaksana Pembangunan. Karena pertemuan mereka resmi tentu alasan dalam rangka pengawalan proyek pembangunan di daerah.

Kini ada ada enam kajari terindikasi menyimpang benarkah ? Kejadian di Gresik dan Bulelang, walau keduanya tidak terkait dengan tugas TP4D. OTT yang dilakukan Polres Gresik di kantor Inspektorat mendapatkan bukti uang Rp149 juta yang disebut sebut untuk diberikan kepada Jaksa di Gresik ternyata tidak terbukti dan uang itu berasal dari Dinas Deperindag kepada Inspektorat disebut sebut oleh orang kuat di Gresik. OTT itu sempat membuat heboh apalagi beredar akan ada OTT lanjutan dari KPK.

Beda yang terjadi di Buleleng, kenyataannya ada mou penanganan dana desa disana dan sinyalir ada oknum jaksa diduga meminta uang kepada Kepala Desa sebesar Rp1 juta. Jumlah Kepala Desa ada 180 orang jadi jika ditotalkan mencapai Rp180 juta ???. Walau ini tidak terkait dalam peran TP4D, namun permintaan uang ke Kepala Desa sangat memalukan dan merusak Mou mengawal dana Desa.

Jaksa haruslah punya integritas tinggi ! Itu adalah harga mati bagi profesinya !! Sebab dana desa adalah dana yang paling terdepan digunakan untuk membangun negeri dari pinggiran. Apalagi Kepala Kejaksaan Tinggi Bali Amiryanto SH mengakui adanya permintaan itu. “Sudah tidak zamannya jaksa berbuat begitu,”. Itu mencederai Mou dengan Kepala Desa,apalagi 60 persen dana APBN digelontarkan untuk membangun desa. Kejadian ini menunjukkan masih ada jaksa nakal dan tidak mudah membangun publik trust.Butuh perjuangan seumur hidup untuk menjaga integritas dalam diri seorang jaksa ? Karena integritas itu diperlukan karena idealnya jaksa tidak boleh melakukan kesalahan saat menjalankan tugasnya.

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>