TAJUK : Duka Palu dan Donggala
By admin On 4 Oct, 2018 At 03:06 AM | Categorized As Tajuk | With 0 Comments

gempa-palu1Negeri ini kembali berduka lagi. Belum tuntas pemerintah menangani korban gempa di Lombok, kali ini gempa berkekuatan 7,7 skala richter mengguncang kota Palu dan Donggala membuat warga daerah harus mengungsi dan tinggal di luar rumah.Sejumlah bangunan roboh dan beberapa badan jalan mengalami retak serta korban pun berjatuhan yang meninggal dan mengalami luka luka. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan pusat gempa berada di kedalaman 10 km pada 27 km timur laut Donggala dan berpotensi tsunami.

BMKG langsung mengaktivasi peringatan dini tsunami dengan status siaga (potensi tsunami 0,5-3 meter) di Pantai Donggala bagian barat dan status waspada (potensi tsunami kurang dari 0,5 meter) di Pantai Donggala bagian utara, Mamuju bagian utara, dan Kota Palu bagian barat. Akan tetapi,peringatan dini tsunami diakhiri pukul 18.36 WIB (19.36 Wita). Korban meninggal dunia pun mulai ditemukan di Palu dan Donggala sementara tercatat hingga 3 oktober 1.407 orang meninggal dunia dan 2.549 terluka dan sekitar 70.821 orang harus mengungsi di 141 titik. Jumlah korban masih bisa bertambah karena petugas masih mencari di berbagai reruntuhan gedung dan bangunan.

Semua musibah ini tentu harus kita ambil hikmahnya dan menjadi pelajaran berharga agar musibah tidak terulang.Setidaknya meminimalisir jumlah korban tewas akibat gempa dan kecelakaan laut. Bencana sebelumnya terjadi di Lombok selain korban meninggal dunia, BPBD NTB juga menerima laporan 1.000 rumah rusak, 15 orang tewas, dan ribuan lainnya.

Palu, Bali, Lombok, dan Sumbawa adalah bagian busur dari Kepulauan Sunda Kecil yang terbentuk akibat subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia. Lalu peristiwa gunung meletus seperti di Bali dan Gunung Sinabung di Tanah Karo Sumatera Utara. Jauh sebelumnya Gunung Merapi juga meletus.

Kemudian musibah laut, tenggelamnya kapal di Danau Toba, Sumatera Utara dan sejumlah peristiwa kecelakaan kapal laut di daerah lainnya. Dalam peristiwa Danau Toba ratusan orang tewas, dan sampai saat ini korban tewas belum diambil dari dasar danau.

Terkait gempa yang melanda sejumlah daerah di negeri ini tentu kita tidak bisa berbuat apa-apa karena merupakan peristiwa alam. Yang bisa kita lakukan adalah mencegah korban gempa dan kerugian material yang lebih besar. Itulah sebabnya pemerintah harus terus mensosialisasikan dan memberikan pelatihan-pelatihan cara-cara menyelamatkan diri jikaterjadi bencana alam.

Terkait bencana alam, berdasar data yang dikeluarkan oleh Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Strategi Internasional Pengurangan Risiko Bencana (UN-ISDR), Indonesia menjadi negara yang paling rawan terhadap bencana di dunia. Tingginya posisi Indonesia ini dihitung dari jumlah manusia yang terancam risiko kehilangan nyawa bila bencana alam terjadi.

BNPB mengatakan 150 juta warga Indonesia tinggal di daerah bencana. BNPB merincikan, sebanyak 60 juta orang tinggal di daerah rawan bencana banjir, 40 juta orang di daerah rawan longsor, empat juta di daerah rawan tsunami. Sejak 5 Agustus 2018, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya di beberapa kabupaten terutama Lom­bok Utara, Lombok Timur, Lombok Barat,dan Kota Mataram, seperti tak putus dirundung musibah gempa bumi.

Dengan semangat kemanusiaan marilah kita membantu saudara kita yang terkena musibah ini dan selalu memanjatkan doa kepada allah swt sehingga bangsa ini kedepan bisa bangkit lagi menatap masa depan yang cerah.*

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>