Joko Yuhono : ‘Korupsi dicegah Rumah Menjadi Murah’
By admin On 18 Dec, 2018 At 11:46 PM | Categorized As Peristiwa | With 0 Comments

psx_20181217_130951TANGERANG SELATAN-(TERBITTOP.COM)-Sukses membangun rumah DP Nol di Ketapang, Joko Yuhono yang kini menjabat sebagai Asisten Pembinaan di Kejaksaan Tinggi Banten memberikan iniasiasi untuk kesejahteraan warga Adhyaksa yang berada Kejaksaan Tinggi setempat dengan program rumah murah No DP.

Usai memberikan pemaparan di dalam acara Rakerda Kejati Banten yang dihadiri Kajati Banten NY Happy Hadiastuti SH,seluruh Kajari, Asisten dan Kasi, Joko Yuhono mengatakan berencana untuk meluncurkan 100 rumah DP-Nol dengan nama Grand Hasanah Adhyaksa.

Rumah ini untuk Jaksa dan pegawai yang bertugas dilingkungan Kejaksaan Tinggi Banten yang jumlah sebanyak 600 orang.Jika survei cocok lokasinya dekat terminal Pakupatan-Bendungan tidak jauh menuju Kantor Kejaksaan.

“Saat ini sambutan antusias dari para jaksa dan pegawai kejaksaan.Lokasi tanahnya sudah siap lseluas 7 hektar berada tidak jauh (dekat pintu Tol-red) dengan kantor sehingga memudahkan menuju tempat kerja. Kami akan masuk ke berbagai segmen pasar yang berbeda dengan nama Program ELrumi dengan tagline ‘korupsi dicegah rumah jadi murah’, karena dalam properti ini sebenarnya syarat dengan korupsi sehingga korupsi itu kita cegah,” tutur Joko Yuhono SH dalam percakapan dengan TERBITTOP usai memberikan pemaparan dan sosialiasi Rumah Nol DP dalam Rakerda Kejati Banten di Hotel Grand Zuri Tangerang Selatan,Senin (17/12).

Menurut Joko insya allah dalam awal tahun 2019 ini akan ditawarkan kembali kepad seluruh jaksa dan pegawai, honorer termasuk tenaga OB yang ada di Kejaksaan dan pembangunan didukung dana dari Bank Syariah Pusat tanpa ada bunga. Setelah semua rumah ditawarkan kepada jaksa dan pegawai setelah itu baru kita akan tawarkan untuk umum.

Dikatakan segmen pasar pembangunan rumah akan dibangun berbeda beda disesuaikan dengan kemampuan seperti untuk OB dan honerer akan berbeda dengan untuk jaksa dan lainnya. Untuk pelaksanaan pembangunan saat ini sedang tahap pembicaraan, dimana saat ini sedang proses sertifikat.

Nama komplek perumahan ini nantinya kata Joko adalah Grand Hasanah Adhyaksa, artinya perpaduaan nama dari Bank Syariah yakni Hasanah artinya kebaikan. “Jadi nama kompleknya perpaduan dengan taglina nama Bank Syariah dan korps Adhyaksa,”jelas Joko Yuhono.

Bahkan jelasnya program rumah No DP telah berhasil dilakukan saat dirinya bertugas sebagai Kajari di Ketapang Kalimantan Barat. Sehingga dia yakin dan optimis bahwa upaya untuk memberikan kesejahteraan bagi karyawan dan jaksa ini disini dapat terealisasi.

“Saya optimis akan mendapat sambutan dari jaksa,pegawai dan masyarakat umum, dimana untuk tahap awal akan diluncurkan 100 rumah sehingga bank syariah dapat mengcover pendanaannya,”ujar Joko Yuhono. Sebenarnya konsep jumlah rumah kata Joko, tidak ada batasan bisa saja dibawah 100 unit namun supaya bank tidak terlalu berat saja mendanai. Untuk itu diharapkan semua jaksa dan pegawai sampai pekerja OB dan honerer dapat menikmati rumah murah ini. (haris)
psx_20181217_232009

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>