Rencana Pemerintah Membeli Kembali Saham Perusahaan Telekomunikasi Qatar Tidak Akan Terlaksana
By admin On 15 Jan, 2019 At 07:17 AM | Categorized As Bursa | With 0 Comments

psx_20190115_142439JAKARTA-(TERBITTOP.COM)-Niat pemerintah untuk membeli kembali saham perusahaan telekomunikasi Qatar di PT. Indosat dipastikan saat ini tidak akan terlaksana.

Ooredoo, perusahaan telekomunikasi milik Pemerintah Qatar tersebut menyatakan tidak akan menjual sahamnya di Indosat, karena nilai saham industri telekomunikasi tersebut saat ini cenderung turun.

“Pemerintah tahun 2017 lalu sudah menyatakan niat untuk membeli kembali sahan Qatar di Indosat dan saya bersama Meneg BUMN tahun lalu sempat ke Doha Qatar bertemu dengan pimpinan Ooredoo umtuk membicarakan rencana pemerintah Indonesia untuk mmbeli kembali saham Qatar yang ada di Indosat Namun pihak Ooredoo tidak berniat menjual sahamnya, karena menurut mereka kalu dijual akan rugi”, kata Presiden Direktur & CEO Indosat Ooredoo, Charis Kanter di Jakarta kemarin.

Dikatakannya Qatar membeli Indosat tahun 2009 nilainya sebesar 2,6 Miliar dolar AS. Namun saat ini sahamnya turun menjadi sekitar 1 Milyar dolar AS lebih sehingga Qatar tidak berniat menjualnya karena mereka akan rugi.

Presdir & CFEO Indosat Ooredoo, mengatakan Qatar saat ini menguasai saham di Indosat sebanyak 65 persen, Pemerintah Indonesia sebesar 14,3 persen dan sisanya 21,7 persen milik masyarakat melalui go-public.

“Kendati mayoritas sahamnya dikuasai perusahaan telekomunikasi Qatar Ooredoo, namun untuk hal-hal yang sterategis pemerintah Indonesia tetap yang menentukan misalnya dalam menentukan jabatan Presdir dan CEO. Jabatan-jabatan penting ini selalu dipegang oleh orang orang Indonsia.” pernyataan tegas Komisatis PT Indosat itu.

Menurut mantan Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia. saat ini investasi perudahaan telekomunikasi Qatar ada di 11 negara di dunia termasuk di Indonesia.

Chris Kanter mengungkapkan, selaku CEO ketika menghadap Presiden rencana untuk membeli kembali saham Qatar Indosat sempat ditanyakan kembali oleh Presiden Joko Widodo.

Namun mantan Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia menyatakan bahwa sekarang ini Indonesia menyatakan sekarang ini waktunya tidak tepat karena nilainya sahamnya tidak sampai setengah dari harga sebelumnya sementara Qatar sendiri tidak berniat menjualnya.

“Karena kita ini dalam 2 hingga 3 tahun ini memerlukan modal US$ 2 Miliar umtuk membangun infrastruktur untuk jaringan telekomunikasi Indosat si seluruh Indonesia seluruh Indonesia. Maka dana yang ada lebih baik digunakan untuk proyek-proyek infrastruktur Indosat.” kata Chris Kanter (maf).

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>