TAJUK : Semangat Tahun Baru
By admin On 1 Jan, 2019 At 02:36 PM | Categorized As Tajuk | With 0 Comments

koran-terbittopMenjelang Tahun baru 2019, berbagai peristiwa terjadi di belahan nusantara. Belum reda adanya gempa bumi di Lombok NTB disusul kemudian gempa bumi di Palu dan kemudian gempa melanda warga di daerah Serang-Pandeglang Banten serta Lampung Selatan. Ribuan warga di pulau Sebesi dan Subuku yang berjarak 19,1 Km dari posisi anak gunung krakatau terpaksa diungsikan ke Lampung Selatan.

Data tersebut dirilis BNPB, dampak yang ditimbulkan bencana dilaporkan sangat besar. Tercatat 3.548 orang meninggal dunia dan hilang, 13.112 orang luka-luka, 3,06 juta jiwa mengungsi dan terdampak bencana, 339.969 rumah rusak berat, 7.810 rumah rusak sedang, 20.608 rumah rusak ringan, dan ribuan fasilitas umum rusak. Trend bencana juga cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Tingginya bahaya bencana, seperti gempa, tsunami, erupsi gunung api, banjir, longsor, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, puting beliung, dan cuaca ekstrem, juga masih tingginya kerentanan dan masih rendahnya kapasitas menyebabkan tingginya risiko bencana.

Tsunami di Banten dan Lampung tercatat sedikitnya 281 orang meninggal dunia,1.016 luka.Sebelumnya kejadian ruas jalan di Gugeng Surabaya ambles dengan diameter 100 meter,lebar 25 meter sehingga berdampak kepada penutupan jalan. Belum lagi ada kejadian longsor di kawasan Sitinjau laut Kota Padang sehingga memutus akses jalan dari kota Padang menuju Solok dan wilayah lain di Sumatera selama hamir 12 jam juga memakan korban.

Tanggal 28 September 2018 akan selalu dikenang oleh publik tanah air akan musibah gempa dan tsunami yang melanda kota Palu dan sekitarnya. Tercatat 2000 lebih nyawa terenggut atas musibah yang terjadi di pantai barat pulau Sulawesi dengan kekuatan 7.7 skala richter yang diikuti oleh gelombang tsunami. Akibatnya, kota Palu seketika lumpuh akan aktivitas masyarakat hingga kerusakan parah pada beberapa wilayah sekitar.

Kejadian bencana ini karena diketahui pula hampir 62 persen wilayah Indonesia memasuki musim penghujan.Petaka lain dirasakan warga adalah karena lokasi tempat tinggal mereka dilanda banjir.Semua kejadian dan terus menerus itu ditahun 2018 itu adalah ujian seluruh sendi bangsa. Bukan saja menguji ketegaran masyarakat tetapi juga ujian kesigapan pemerintah baik daerah maupun pusat.

Mengapa bencana silih berganti terjadi ? Menurut data ada Sekitar 282 kabupaten di Indonesia atau setara dengan 2/3 wilayah Indonesia masuk dalam kategori rawan bencana alam. Negeri ini dilingkupi oleh cincin api atau ring of fire yang ditandai dengan adanya rangkaian pegunungan yang membentang dari Sumatera hingga ke bagian timur yakni Nusa Tenggara Timur dan Maluku. Sebuah jalur rangkaian gunung api aktif di dunia. Sehingga pertanyaan kita apakah semua ini hanyalah sebuah fenomena alam semata yang dikarenakan letak wilayah Indonesia yang rawan terjadi bencana?

Tentu saja tidak !. Sebagai umat beragama kita meyakini semua itu adalah atas kehendak Allah SWT.Meskipun secara geografis menjadi wilayah rawan bencana jika Allah tidak berkehendak maka bencana alam takkan mungkin terjadi. Dialah yang menguasai langit dan bumi beserta isinya. Dzat yang mengatur atau memerintah segala makhluk ciptaan-Nya sesuai dengan kehendak dan iradah-Nya. Ini merupakan bukti kebesaran Allah SWT dan betapa kecilnya manusia. Betapa kuasanya Allah atas segala sesuatu. Maka kita harus berusaha untuk mengambil hikmahnya. Mengevaluasi atas apa yang telah dilakukan selama ini. Bahwa bangsa ini sedang diuji oleh Sang Pencipta.*

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>