Pelindo II Tidak Bisa Lepas Tangan Soal Pencemaran Tumpukan Pasir di Sunda Kelapa
By admin On 1 May, 2019 At 02:09 AM | Categorized As PERHUBUNGAN | With 0 Comments

JAKARTA-(TERBITTOP)-Kasus tumpukan pasir bangunan yang berdampak terhadap lingkungan mendapat sorotan dari KSOP Pelabuhan Sunda Kelapa.

“Sudah berulang kali saya ingatkan, baik lisan, maupun teguran tertulis, sepertinya Pelindo II Cabang Sunda Kelapa tidak mendengar, peringatan saya,” ujar Kepala Satuan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Ridwan Chaniago, Menjawab TERBITTOP di kantornya Senin (26/4) menanggapi soal gunungan pasir bangunan dan silica, beraktifitas tak jauh dari kantornya.

Tumpukan pasir itu berdampak luas kepada lingkungan, menebar polusi debu saat terik matahari, jalan becek berlobang, licin saat musim penghujan, dan sisa pasir-pasirnya menyumbat draenais saluran air.

“Bukan saya diamkan, dan kebal debu, menghadapi ini setiap hari. Pelindo II selaku penguasa lahan pelabuhan, atau Operator Pelabuhan Sunda Kelapa disini, telah berulang kali saya peringatkan. Dan sebagai Otoritas Pelabuhan, saya tidak mau melihat pelabuhan kondisinya, kotor serta berpolusi seperti sekarang. Malu saya dengan penghargaan predikat Pelabuhan terbersih di Indonesia,” kata Ridwan Chaniago.

Dan Ridwan membantah, ikut andil keberadaan Gunungan pasir bangunan di Sunda Kelapa, Jakarta Utara itu, sebagai orang yang ikut sebagai perpanjang tanganan diberikannya ijin.

“Ijin pasir itu, sudah ada sebelum saya menjabat KSOP di Sunda Kelapa. Itu atas ijin KSOP terdahulu, bahkan soal Ijin pasir ini, saya sudah menghadap dan melaporkan kepada Dirjen Perhubungan Laut mengenai ketidak nyamanan dalam tugas akibat polusi Gunungan pasir itu. Mengapa saya laporkan ke Dirjen Hubla, sebagai atasan sekaligus beliau kan juga Komisaris di Pelindo Pusat yang dapat menganulir keberadaan perizinan itu,” jelasnya.

Sampai Dimana Tanggung
Jawab Pelindo Gunjang ganjing Gunungan pasir bangunan dan silica di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara berjalan selama lima tahun belakangan itu, diduga menabrak UU no 17 tahun 2008 tentang Kepelabuhanan barang curah dan cair, diwajibkan memiliki pelabuhan khusus.

Berkiblat dengan kedisiplinan mengemban amanah KSOP Pelabuhan Sunda Kelapa, menurut Ridwan Chaniago telah menemukan solusi.

“Terus terang saya agak bawel soal itu, terserah mau bilang apa karena saya tidak kuat berhadapan dengan polusi debu dan dampak luas dari keberadaan pasir ini. Untuk tindak lanjut itu, saya undang pengusahanya ke kantor duduk bersama cari jalan keluar. Kalau selama ini kegiatan pasir itu hanya dipagari tutup seng, saya minta sekelilingnya di tembok pembatas setinggi dua meter keliling diatas lahan 6000 meter ijin lahan mereka. Dan solusi itu, disetujui pengusahanya. sekarang sudah dalam tahap persiapan tiang pancang pengerjaan,” kata Ridwan.

Hanya, imbuhnya, mana tanggung jawab Pelindo II selaku Operator Pelabuhan.

“Harusnya selaku Operator, Pelindo II Cabang Sunda Kelapa, Jakarta Utara yang menyedikan sarana fasilitas kepada pengguna jasa Kepelabuhanan, bukan malah terbalik pengguna jasa yang membangun lokasi usahanya,”pungkas, Ridwan Chaniago (ronny)

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>