Menteri Susi Tenggelamkan 16 Kapal Ilegal Fishing Asal Vietnam di Pontianak
By admin On 4 May, 2019 At 09:48 AM | Categorized As Peristiwa | With 0 Comments

PONTIANAK-(TERBITTOP.COM)-Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat menggelar eksekusi menenggelamkan kapal ilegal yang melakukan pencurian ikan secara ikegal (ilegal fishing) di wilayah hukum RI yang merupakan hasil tangkapan PSD KP Kalimantan Barat.

Eksekusi ini dilakukan langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Ny Susi Pudjiastuti, Kajati Kalimantan Barat Baginda Lumban Gaol SH, Gubermur Kalbar Sutarmidji beserta pejabat KKP, Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono

Turut hadur Wakasal Laksamana Madya TNI Wuspo Lukito SE,Kepala Bakamla dan Unsur Jaksa dari Jampidum, Kejati dan Kejari di Pontianak menyaksikan detik detik pemusnahan barang bukti jaring ikan dan penenggelamkan kapal asal Vietnam di perairan laut Pulau Datuk Pontianak, Sabtu (4/4).

“Sebagai jaksa eksekutor terhadap barang bukti dengn ini saya menyerahkan 16 kapal kepada komandan Satgas untuk ditemggelamkan,” kata Baginda Lumban Gaol.

Kajati Kalbar Baginda Lumban Gaol menegaskan eksekusi penenggelaman kapal asing pelaku Ilegal Fishing dilakukan sebagai bentuk penegakan hukum, melindungi kekayaan laut dan menjaga kedaulatan di wilayah NKRI.

Menurut Baginda Lumban Gaol penenggelaman kapal selaku eksekutor berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Pontianak dan sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht) barang bukti disita negara untuk dimusnahkan.

”Kita menenggelamkan kapal ini, tanpa bahan peledak, tapi memasukan beban berat, lalu diisi air, cara ini jauh lebih efisien dan efektif juga ramah lingkungan,”ujarnya.

Kepada TERBITTOP yang mengikuti seremonial penenggelamkan yang diawali dengan 2 kapal dan kemudian disusul kapal kapal lainnya .

Dikatakan, sejauh ini ada 26 unit kapal asing yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap kurun waktu tahun 2017-2018 siap di untuk.di eksekusi.di wilayah hukum Kalimantan Barat.

Kapal – kapal yang sudah ditenggelankan jelasnya tidak dilakukan pembersihan karena tidak mengganggu alur pelayaran.

” Jadi eksekusi ini sebagai langkah penegakan hukun sesuai amar putusan yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap,”jelas Baginda .

Pada.kesempatan itu Baginda juga mengatakan dukungan atas pernyataan Gubernu Kalbar yang menginginkan agar proses hukum kapal ilegal fishing dilakukan secara cepat dimana eksekusi setelah penangkapan tidak berlarut larut menunggu proses hukum yang panjang.

Kapal Ikan Asing Vietnam Ditenggelamkan secara simbolis dipandu Kejati Kabar yang berjarak sekitar 2 jam dari dermaga Stasiun PSDKP di Jeruju Pontianak.

Menteri Susi meminta proses penenggelaman kapal ini di bawah pengawasan ketat. Sebab, menurut dia, ada oknum yang kerap tak menyelesaikan penenggelaman kapal. Sehingga, apabila hal tersebut terjadi maka penegakan hukum di laut Indonesia tidak berwibawa lagi.

“Intinya Kapal pelaku illegal fishing sudah sepantasnya ditenggelamkan. Tidak boleh disita negara untuk kemudian dilelang karena kapal bukti kejahatan tidak boleh dioperasikan kembali,” katanya.

Selain itu, penenggelaman kapal juga dinilai efektif untuk memberikan deterrent effect atau efek jera kepada para pelaku illegal fishing.

Langkah ini pun sudah sesuai dengan perintah Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan.

Sebelumnya, sepanjang 2014 hingga 2018, Kementerian KKP pihaknya telah menenggelamkan 488 kapal yang melakukan pencurian ikan atau illegal fishing.  

Ke depannya, Susi menegaskan akan terus menindak kapal-kapal ilegal agar memberi efek jera pad pelaku perikanan ilegal.

Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah dan aparat agar solid dalam mengambil sikap tegas itu. Sehingga, kapal ilegal pun takut kembali ke perairan Indonesia.

“Kita akan ada penenggelaman 51 kapal, dimulai dari 26 kapal Vietnam tanggal 4 Mei di Pontianak, empat kapal di Belawan, 12 kapal di Natuna, di Merauke tiga kapal,” kata Susi.

Total 38 kapal Vietnam, enam kapal malaysia, dua kapal China, satu dari Filipina, dan empat kapal asing akan ditenggelamkan dalam upaya penegakan hukum itu.(haris)

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>