Kejagung Tunjuk Dua Pengacara Peradi Dampingi Tersangka Kusnin dan Stafnya.
By admin On 2 Aug, 2019 At 02:38 PM | Categorized As Hukum | With 0 Comments

JAKARTA-(TERBITTOP.COM)-Kejaksaan Agung secara maraton memeriksa para saksi terkait dugaan penerimaan uang gratiifikasi atau suap yang menjadikan Kusnin SH Aspidsus Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah serta dua staffnya Benny Chrisnawan dan Muhamad Rustam Effendi Kasi Penuntutan sebagai tersangka.

Bahkan kini untuk mendampingi pemeriksaan selama penyidikan sesuai pasal 56 A hukum acara pidana karena ancaman diatas lima tahun, Gedung Bundar telah menunjuk dua orang pengacara anggota Peradi yakni Rudianto Manurung SH dan Haswis Boris Manurung SH untuk tersangka dalam penyidikan.

“Benar saya berdua adalah pengacara yang ditunjuk kejaksaan untuk mendampingi pemeriksaan di tahap penyidikan. Sampai kapan belum tahu karena bisa saja berubah dan masih menunggu surat dari PJI sebagai organisasi jaksa. Namum baru untuk tersangka Kusnin SH dan Muhamad Rustam SH,” jelas Rudianto Manurung SH saat dihubungi TERBITTOP, jumat sore (2/8).

Ketika ditanya soal penerima gratifikasi dari kasus itu Rudianto belum menjelaskan lebih rinci.

“Soal pengakuan aspidsus menerima dana sudah ada. Dia mengaku khilaf namun saya tidak bisa lebih jauh karena itu materi dalam BAP. Apalagi sebatas ditunjuk belum dapat bicara lebih jauh karena bukan penasehat yang menerima surat kuasa khusus,” urai Rudi singkat.

Secara terpisah Koordinator TPDI Petrus Selestinus meminta jaksa Agung untuk transparan menyidik kasus anak buahnya, apalagi KPK sedang mengembangkan kasus ini setelah menetapkan aspidum kejati DKi Agus Winoto sebagai tersangka.

“Karena ada keterkaitan maka kejaksaan harus terbuka apalagi rentut adalah mahkota jaksa yang harus dijaga. Sudah berulang jaksa di OTT maka reformasi di kejaksan belum berjalan total,” kata Petrus Selestinus.

Kusnin dijadikan sebagai tersangka sejak 31 Juli 2019 dan ditahan Rutan berdasarkan surat perintah penyidikan (Sprintdik) Nomor Print-25/F.2/Fd.1/07/2019 dan Surat Penetapan tersangka No : TAP-22/F.2/Fd.1/07/2019 dengan pasal yang disangkakan melanggar pasal 12 huruf a dan pasal 12 huruf b dan pasal 5 ayat 2 atau pasal 11 Undang-Undang tentang Pemberantasan Korupsi jo UU RI No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang Undang RI No 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Korupsi jo pasal 55 KUHP ayat ke 1 KUHP.

Gerak cepat penyidik gedung bundar ini terkait dengan dugaan penyalahgunaan rentut (tuntutan) dalam perkara terdakwa Surya Soedarma yang perkara sudah dihukum pengadilan negeri Semarang.Rentut yang diduga berbau suap itu terjadi di era Kajati Sadiman SH.

Surya Soedharma bin Lie Tjek Jauw (67), pemilik/komisaris sekaligus Direktur Utama PT Surya semarang Sukses Jayatama (SSJ), importir perdagangan alat pertukangan, alat bangunan serta spare part sepeda dituntut jaksa kejati Jawa Tengah dengan hukuman satu tahun dengan masa percobaan dua tahun namun majelis hakim memutus dengan hukuman dua tahun penjara. Kasus ini merugikan keuangan negara Rp34 Miliar.(haris)

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>