Kajati Jawa Timur minta Seluruh Aparatnya Menjaga Nama Baik Institusi
By admin On 26 Aug, 2019 At 01:20 PM | Categorized As Daerah | With 0 Comments

SURABAYA-(TERBITTOP.COM)-Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Sunarto meminta jajaran nya untuk dapat menjaga nama baik institusi.

Dalam pengarahan pada pelantikan 11 Pejabat Eselon III yakni Asisten dan Kajari, di Surabaya pada Senin (26/8) Sunarta meminta jajarannnya untuk menjaga nama baik institusi.

“OTT yang dilakukan Kejaksaan Agung dan KPK di Kejati DKI, Jawa Tengah dan Yogyakarta serta Kejari Solo wajib jadi perhatian bersama dalam melaksanakan kewenangan dengan memegang teguh amanah yang diberikan sehingga dapat dipertanggung jawaban,” kata Sunarta.

Dikatakan jabatan bukan untuk dinikmati tetapi merupakan amanah yang wajib dilaksanakan sebaik baiknya sebagai wujud nyata pertanggung jawaban karena nilai “setitik rusak susu sebelangah ” yaitu satu kesalahan bisa menyebabkan keaalahan bagi kita semua.

Oleh karena itu harap Sunarta jajarannya untuk selalu solid dalam menjaga dan mewujudkan komitmen dan semangat memperkuat gerak langkah organisasi agar dapat mengoptimalkan raihan target tujuan dan hasil yang telah ditentukan yang hendak dicapa.

“Saya minta personel disemua level berperan bersama sebagai bagian tak terpisahkan untuk memperkokoh posisi dan peran serta fungsi kejaksaan untuk melayani masyarakat nusa dan bangsa,” kata Sunarta.

Dia juga menekankan 18 jajaran Satker untuk mempersiapkan bahan untuk meraih predikat dan pengakuan masuk kategiri zona integritas menunu WBK dan WBBM.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Dr Sunarta SH MH.

Belum Diekselusi,

Menjawab wartawan usai pelantikan terkait pelaksanaan eksekusi tambahan terhadap terpidana kejahatan seksual terhadap sembilan anak di Mojokerto, dia menegaskan masih menunggu petunjuk Kejaksaan Agung.

“Kejari Mojokerto melalui Kejati Jawa Timur belum akan mengeksekusi putusan pengadilan, karena selain terpidana mengajukan PK kami menunggu petunjuk dari Kejaksaan Agung,” ungkap Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur seusai melantik 11 pejabat eselon III di Kejati Jatim, Surabaya, Senin (25/3).

Sunarta menegaskan Kejari Mojokerto melalui Kejati Jatim masih akan meminta petunjuk tekhnis dari Kejaksaan Agung lebih dulu terkait pelaksanaan eksekusi hukuman kebiri kimia tersebut.

Terpidana kasus pencabulan, Muhammad Aris yang dijatuhi hukuman tambahan kebiri kimia mengajukan upaya hukum Peninjauan Kembali (PK).

Terpidana Aris, warga Desa Sooko, Kabupaten Mojokerto, dalam perkara ini dihukum bersalah oleh Pengadilan Negeri Mojokerto, yang kemudian dikuatkan oleh putusan banding Pengadilan Tinggi Surabaya karena mencabuli sembilan orang korban yang masih berusia anak-anak.

Dia diganjar hukuman tambahan kebiri kimia, selain pidana penjara 12 tahun dan denda Rp100 juta subsider enam bulan kurungan

Persidangan pemuda berusia 21 tahun itu menggunakan Pasal 76 D juncto Pasal 81 ayat 2 Undang-undang Republik Indonesia (UU RI) Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Penganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan UU Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana.

Sesuai tertuang dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana yang menyatakan putusan hukuman tambahan dapat dilakukan usai terpidana menjalani hukuman pokoknya.( haris)

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>