SDM Terbatas Kejari Kupang Optimalkan Kinerja di Dekat Perbatasan Timor Leste
By admin On 28 Aug, 2019 At 03:30 AM | Categorized As Daerah | With 0 Comments


Kepala Kejaksaan Tinggi NTT Fathor Rahman SH (kiri) saat berbincang bincang dengan media di Bandara Eltari NTT Selasa (27/8).

KUPANG-(TERBITTOP.COM)-Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Kupang yang terletak tidak begitu jauh dengan perbatasan Timor Leste ternyata sangat kurang Sumber Daya Manusia (SDM) jaksa yang bertugas disana.

Ironis memang ditengah jumlah perkara dan tugas yang cukup berat dekat perbatasan tidak jarang tugas jaksa disana harus menangani jumlah perkara serta tugas lain yang saling bergantian.

“Memang kami sangat kekurangan jaksa karena ideal ada 12 jaksa. Apalagi ada yang sedang Adum dan mengikuti tugas luar sehingga praktis tugasi yang lain. Kami sedang menangani dan menahan tersangka kasus korupsi sementara Kasi Pidsus mendapat mutasi sehingga terpaksa saya minta ditunda sampai selesai pemberkasan,” ungkap Kajari Kabupaten Kupang Ali Sunhaji SH saat ditemui di ruang kerjanya di Oelamasi Kupang, Selasa (27/8).

Seperti diketahui kantor kejari Kabupaten Kupang berada di komplek perkantoran Pemkab Kupang dan disekitarnya masih memiliki lahan yang luas karena itu jaraknya cukup jauh.

Di sekitar lokasi ini masih tinggal banyak warga eks Timor Leste pasca jejak pendapat yang bermukim mengisi lahan yang kosong dengan membangun rumah rumah milik mereka.

“Tidak ada gangguan sih disini kondusif. Kami harus bekerja optimal menangani kasus korupsi, Datun dan Penanganan kasus Pidana Umum yang setiap bulan 40 perkara,” jelas Ali Sonhaji.

Sementara dengan tenaga yang kurang tersebut kata Ali Sonhaji, pihaknya tetap menyelesaikan empat kasus yang menonjol seperti kasus pembangunan pasar yang merugikan negara sekitar Rp2 miliar dimana nilai nya Rp5 miliar dari Anggaran APBN Tahun 2018.

Ada empat tersangka sudah ditahan yakni mantan Kepala Dinas Deperindag, Drs Titus Anim,PPK Ny Etty Nuhbatonis , dan dua kontraktor konsultan Jim Ongko yakni dari PT Citra Timur Mandiri dab Konsultan Pengawasa Bondai Laila.

Karen hasil penyelidikan cukup kuat dinaikkan ke penyidikan. Saat penyidikan tinggal pemberkasan dan hasil auidit Akuntan publik dari Malang.

“Dalam minggu ini diharapkan selesai pemberkasan. Hanya pejabat Kasi Pidsus belum ada penggantinya maka saya targetkan dalam minggu ini harus tuntas,” kilahnya.

Terkait tugas TP4D, Kajari mengatakan pihaknya lebih fokus kepada pengawalan proyek strategis nasional atau strategis daerah.

Kondisi kejari ini terlihat tidak begitu ramai karena SDM nya sangat sedikit. Dengan kondisi yang ada itu para jaksa harus bekerja se optimal mungkin.

Dengan kondisi itulah maka kejaksaan agung perlu memikirkan kondisi para jaksa yang bertugas dekat daerah perbatasan.

Sangat diperlukan penambahan jaksa mengingat besarnya beban tugas yang ada apalagi ada jaksa yang harus dimutasi selayaknya ditetapkan penggantinya.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kupang Ali Sonhaji SH.

Eks Lahan Koruptor,

Sementara itu Kantor Kejaksaan Negeri Kota Kupang rencananya dipindah dan akan dibangun di atas lahan hasil barang rampasan negara yang telah diserahkan pemerintah kepada Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur pada Kamis (22/8) lalu.

Kepala Kejaksaan Tinggi NTT Fathor Rahman mengatakan selain untuk prioritas bangunan kantor Kejari Kota Kupang juga untuk rumah penyimpanan benda sitaan negara atau tempat barang-bukti.

“Alternatif lain di atas lahan tersebut dibangun untuk Sekolah Dasar Adhyaksa,” kata Fathor yang langsung mengantarkan TERBITTOP untuk melihat lokasi bekas lahan sitaan tersebut saat tiba di Kupang.

Dia menyebutkan lahan seluas 6.000 meter yang berlokasi di Jalan WJ Lalamentik, Oepoi, Kelurahan Oebufu berasal dari aset milik terpidana korupsi Adrian Herling Waworuntu dari PT Sagaret.

“Beberapa hari lalu lahan tersebut diserahkan Jaksa Agung kepada kami disaksikan Kepala Pusat Pemulihan Aset Kejagung, Gubernur NTT dan Forkopimda NTT,” katanya.

Penyerahan barang milik negara yang disetujui Kementerian Keuangan itu ditandai dengan penyerahan dokumen dan penandatangan berita acara serahterima oleh Jaksa Agung dan Kajati NTT.

Sebagaimana diketahui Adrian Herling Waworuntu adalah salah satu terpidana kasus korupsi pembobolan bank BNI 46 cabang Kebayoran Baru, Jakarta Selatan sebesar Rp1,2 triliun.

Selain dijatuhi hukuman seumur hidup, aset-asetnya termasuk yang ada di Kupang dirampas untuk negara berdasarkan putusan Mahkamah Agung dalam perkara korupsi Nomor: 1348 K/Pid/2005 tanggal 12 September 2005.(haris).

comment closed