KAJARI Pekalongan: Perlu Regulasi Baru Untuk Atasi Kejahatan Cryptocurrency
By admin On 4 Oct, 2019 At 01:13 PM | Categorized As Peristiwa | With 0 Comments


Kajari Pekalongan Yeni Trimulyani SH MHum.

JAKARTA-(TERBITTOP.COM)-Pemerintah perlu membuat regulasi yang dapat memudahkan penegak hukum dalam penanganan dan penanggulangan kejahatan yang mungkin timbul dari transaksi penggunaan criptocurrency.

“Dalam pandangan saya segeralah Pemerintah membuat regulasi untuk mengantiasipasi akibat negatif dari kejahatan cryptocurenncy,” demikian pandangan kajari Pekalongan Yeni Trimulyani, SH. M.Hum dalam percakapan dengan TERBITTOP usai mengikuti Diklat Terpadu Aparat Penegak Hukum Antar Negara Tahun 2019 di Badiklat Kejaksaan RI, Jumat (4/10).

Dia menuturkan selama ini ketentuan yang ada dari Bapekti belum menjangkau semua kegiatan criptocurrency dari ilegal transaksi yang diwajibkan seperti digunakan dalam kejahatan money loundring, terorisme, pencuciaan uang dan sebagainya.

Selain itu karena transaksi menggunakan cripto currency yang sudah makin masif ini terjadi di berbagai negara termasuk Indonesia saatnya kerja sama antar negara diadakan untuk saling bertukar informasi.

“Saling bertukar informasi sangat penting ikut semacam ratifikasi yang diwajibkan oleh lembaga yang mengatur dalam kejahatan money loundring. Acceptable dulu sehingga data bisa dibiat semua untuk mengamankan transaksi,” kata Yeni.

Dia menilai kegiatan Diklat terpadu cryptocurrency sangat penting untuk menambah kemampuan dari penegak hukum. Sehingga melalui kerja sama antar negara dan baik nasional dan internasional akan memudahkan penegak hukum bertukar informasi.

Sebelumnya Staf Ahli Bidang Organisasi dan Teknologi Kementerian Keuangan Sudarto mengungkapkan diperlukan kerja sama antar negara dalam penanganan berbagai kejahatan cryptocurrency yang semakin massif dewasa ini.

Karena tidak hanya menimbulkan dampak yang positif. Tetapi juga berkorelasi dengan tumbuhnya kegiatan ilegal yang melingkupinya seperti pendanaan teroris, tindak pencucian uang lainnya.

Seperti diketahui penegak hukum melihat adanya transaksi ilegal bisa digunakan untuk kejahatan bisa terjadi dan hal itu mengemuka dalam sesi tanya jawab dalam pemaparan.

Kelemahan dari Cryptocurrency yang ditakutkan adalah pencucian uang, karena masih banyak exchanger di dunia terutama di Russia dan Korea Selatan yang tidak memerlukan KYC (know your customer) proses pembukaan akun hanya 5 menit dan bisa digunakan untuk merubah Fiat Money (uang kertas) menjadi Bitcoin dan sebaliknya.

Kelemahan lainnya karena maraknya ICO banyak penipuan berbasis blockchain seperti yang terjadi dengan Bitconnect.

Sejumlah peserta Diklat mempertanyakan criptocurrency karena bisa digunakan kejahatan seperti aksi terorisme, pencucian uang dan sebagainya. Bahwa teknologi ini akan menjadi penganggu dari teknologi yang sekarang mendisrupsi teknologi lama. Sebab, teknologi ini menjanjikan efisiensi dan dampak positif.

Misalnya Blockchain membawa dampak yang positif untuk Indonesia berkat transparansi dan efisiensi yang disebabkannya. Banyak fragmentasi di Indonesia yang bisa diatasi dengan blockchain.(haris).

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>