Menuju WBK Kejari Jakpus Masih Diwarnai “Praktik Calo” Tilang
By admin On 6 Oct, 2019 At 08:11 AM | Categorized As Jakarta Pusat | With 0 Comments


Pemandangan di loket gedung pengambilan barang bukti tilang di Kejari Jakarta Pusat.

JAKARTA-(TERBITTOP.COM)-Meski mencanangkan Zona Integritas WBK (Wilayah Bebas Korupsi) namun Pelayanan pengambilan barang Tilang di Kejari Jakarta Pusat masih diramaikan dengan aksi calo.

Sehingga kesan masyarakat terkait zona integtitas yang terpampang di kantor kejari belum sepenuhnya baik dan belum layak menuju WBK/WBBM.

Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat Sugeng Riyanta SH nampaknya belum menunjukkan kinerja yang positif membangun wilayah WBK. Jika dilihat pelayanan pengembalian barangbukti selayaknya nyaman dan cepat.Namun ruangan sempit dengan ruang tunggu yang terbatas.

Nampak pelayanan di PT SP ruang masuk sudah berjalan dan cukup baik terlihat, bahkan baliho besar terpasang di depan kantor bertuliskan anda memasuki Zona Integritas WBK.Sepertinya “wow kantor ini sudah menerapkan WBK”.

“Kalau calo tilang disini masih ada pak. Jasa kerja ini tergantung dapatnya dan tidak besar hasilnya hanya buat sekedar tambahan penghasilan,”ungkap seorang calo berinizial HN kepada media yang kebetulan sedang bertandang dan mengamati pengembalian BB Tilang di Kejari Jakarta Jumat pekan lalu.

Itupun lanjut HN aksi nya itu tidak merubah biayanya sesuai yang tertera dalam putusan, karen kami bukan dikasih petugas tapi dari pelangar yang minta dibantu karena tidak mau antre mengambil BB,”ungkap HN.

Dia mengungkapkan setiap kali membantu masyarakat dengan antre mengambil BB diberi uang berkisar Rp20.000,- sampai Rp30.000,-. Kalau ke dalam petugas kejari kata HN tidak ada biaya ditambah atau di kurangi selalu sesuai yang tertera.

“Kadang kalo ramai lumayan buat tambahan hasil sehari hari, ” ujar HN yang mengaku sudah lama memberi jasa membantu ambil BB tilang di kejari Pusat.

Sorotan lain,

Selain calo tilang kejari Jakarta Pusat tengah diramaikan dengan berita dugaan pemberian uang kepada JPU berinisial MJF setelah diungkap terdakwa TY di persidangan sebuah perkara penipuan.

Sebelumnya, diberitakan, Rabu 2 Oktober 2019, terdakwa TY yang sedang diadili di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, dalam perkara penggelapan Rp1,2 miliar dan sudah dituntut Rp2 tahun penjara.

TY memberi keterangan kepada awak media bahwa dia telah melaporkan Jaksa “MJF” ke Jamwas, ke Komisi Kejaksaan dan Ombudsman, karena Jaksa tersebut pernah meminta uang sebesar Rp25 juta.

Namun pernyataan TY tersebut dibantah kejari Jakarta Pusat bahwa tidak benar oknum JPU MJF ada menerima uang sebesar Rp25 juta.

“Oleh karena itu, bila pemeriksaan bidang pengawasan tidak terbukti Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat akan melakukan tindakan hukum terhadap TY,”tutur Kasi Intel Andy Sasongko SH

Diperoleh informasi Pengawasan kejati DKI telah mengambil langkah untuk memeriksa dugaan penerimaan suap dari terdakwa tersebut.

Namun sejauh ini apa hasil pemeriksaannya belum ada keterangan resmi dari kejati DKI.

Kepala Kejaksaan Tinggi Warih Sadono mengatakan kasus ini sedang dalam proses klarifikasi.

“Dalam proses klarifikasi,”jelas Warih singkat saat diminta konfirmasi atas pemeriksaan jaksa MJF,Minggu (6/10).

Sementara itu Kajari Jakarta Pusat Sugeng Riyanta SH belum bersedia menerima dan bertemu dengan wartawan terkait langkah dan apa apa saja upayanya dalam membangun zona integritas menuju WBK.

“Maaf bapak belum bersedia karena belum siap terima media,” ujar seorang stafnya.

Dibeberapa kantor kejaksaan negeri di jakarta calo tilang sudah tidak asing terlihat. Calo atau makelar ialah perantara untuk menguruskan sesuatu dengan imbalan.

Masyarakat yang mengurus surat penting kerap menjumpainya.Seperti yang dijumpai Terbittop saat menyambangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat.

Calo tilang sangat vulgar menawarkan jasanya. Mereka ada yang merangkap juru parkir liar di sekitar kawasan Kejari Pusat .

Seketika, saat terbittop memarkirkan kendaraan, seorang juru parkir mendatangi untuk menarik biaya parkir sekaligus menawarkan jasanya secara terang-terangan untuk mengambil SIM karena tilang.

“Mau ngurus SIM bang? Kalau mau cepat lewat saya saja,” tawar sang calo Jumat pekan lalu.

“Kemudian saya lihat tadi bapak kedalam kantor kejari pasti ada kenalan di dalam jadi tidak sulit ambil tilang,” ujar HN. Namun saya jelasin saya tidak ngurus tilang hanya bertemu staf pegawai.

Adanya jasa calo tersebut juga agaknya bertentangan dengan tulisan yang terpampang di baliho di depan kantor kejari yang tertulis “ZONA INTEGRITAS.KEJAKSAAN NEGERI JAKARTA PUSAT MENUJU WILAYAH BEBAS KORUPSI.”(haris)
0

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>