Proyek Pelabuhan di Tanjung Nyato Belitung Diduga Melakukan Penyedotan Pasir Laut Tanpa Izin
By admin On 18 Oct, 2019 At 04:38 AM | Categorized As PERHUBUNGAN | With 0 Comments

BELITUNG-(TERBITTOP.COM)-Proyek Pembangunan Pelabuhan Penyebrangan Tanjung Nyato Tahap II yang mengunakan Sumber Dana APBN sebesar Rp.26.967.000.000,- yang ada di Desa Petaling Kecamatan Selat Nasik Kabupaten Belitung Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diduga melakukan penyedotan pasir laut disekitar Area Proyek tanpa izin.

Pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Nyato yang dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT. Lambung Karang Sakti yang menghabiskan dana APBN sebesar Puluhan Milyaran rupiah tersebut tidak seharusnya melakukan penyedotan pasir disekitar Proyek yang dilakukan dengan cara tambang sistem semprot, apa lagi diduga penyedotan pasir tersebut tidak memiliki izin.

Kegiatan bisa melanggar Pasal 98 dan Pasal 109 UU Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Pasalnya, proyek yang dikerjakan oleh PT. LKS untuk pekerjaan penimbunan Dermaga mengambil pasir laut untuk timbunan. Penyedotan pasir laut ini berlangsung hingga belasan hari dengan sistem tambang semprot.

Tentu saja tindakan pekerjaan ini mulai mendapatkan sorotan dari banyak pihak.

Salah Satu seorang Pekerja Proyek yang enggan disebut namanya dilokasi areal Proyek membenarkan tentang pengambilan Pasir di sekitar areal Proyek.

“Memang kita pernah melakukan pengambilan pasir dengan cara penghisapan pasir, sekitar hitungan belasan hari saja untuk melakukan pendalaman terhadap tiang pancang, namun untuk saat ini sudah tidak lagi,”ujar sumber itu kepada media Selasa (08/10)

Sementara Wiratno Selaku PPK Dinas Perhubungan Provinsi Bangka Belitung ketika dikonfirmasi Via WhatsApp mengatakan pelaksanaan pekerjaan apakah ada Survey terlebih dahulu tentang kedalaman Alur dan juga terkait penyedotan pasir laut di sekitar talud dan memiliki perijinan tersendiri harus dilihat.

Dia menegaskan survey sudah dilakukan sebelum pekerjaan dimulai sehingga diperlukan pendalaman alur di depan Costway untuk kegiatan melakukan pemancangan.

“Setelah Pemancangan selesai tidak dilakukan lagi kegiatan penyedotan pasir, dan terkait Izin tidak ada tetapi sudah dilaksanakan Sosialisasi bersama Stakeholder setempat (Dishub, Dinas Kelautan, Lingkungan Hidup, Camat, Kades dan Warga Petaling) di Desa Petaling,” jelasnya.

Dikatan terkait perizinan dan aturan sudah seharusnya dipatuhi dan kepada penyedia juga sudah saya perintahkan untuk mematuhinya.

“Kami membangun Daerah khususnya Belitung dengan Dana APBN tentunya punya maksud dan tujuan serta dasar pelaksanaan terkait hal teknis dan non teknis pekerjaannya.
Saya berterima kasih dengan adanya Teman-teman LSM dan Wartawan yang ikut serta mengawasi pekerjaan kami di Daerah, jika ada yang tidak sesuai degan peraturan perundangan silahkan kami dikoreksi dan sampaikan secara tertulis ke kami,” demikian Wiratno dalam pesan melakui WA.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bangka Belitung Tajudin saat di konfirmasi melalui Pesan WhatsApp mengatakan proyek itu merupakan Program Pemerintah yang sangat Strategis dan sangat bermanfaat bagi masyarakat, maka semua pihak harus memberikan dukungan semaksimal mungkin, agar kegiatan tersebut dapat berjalan dengan lancar dan dapat segera dioperasionalkan dan dimanfaatkan nasyarakat.

“Proses yang sedang berlangsung sekarang ini juga diharapkan dapat berjalan dengan lancar karena sudah memenuhi Kaidah-kaidah Standar yang sudah ditetapkan,”kata Tajudin.

Dilain pihak warga dan tokoh pemuda Asal Selat Nasik mengatakan atas kejadian ini seharusnya penegak hukum pro aktif merespon kejadian yqng diberitakan dengan melakukan penyelidikan dan penyidikan karena perbuatan kejahatannya sudah kasat mata namun tetap menjunjung azal.praduga tak bersalah.

“Baik kejati dan Kepolisian Babel harusnya melangkah memprosesnya secara hukum,” ujar tokoh pemuda itu.

Sementara itu kontraktor pekerja proyek hingga berita ini diturunkan belum bisa dihubungi. (Yustami).

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>