Burhannudin :Jaksa Terjerat Pidana Sebagai Bagian Seleksi Alam
By admin On 8 Nov, 2019 At 03:40 PM | Categorized As Hukum | With 0 Comments

JAKARTA-(TERBITTOP.COM)-Jaksa Agung ST Burhanuddin menilai adanya oknum jaksa yang terjerat OTT KPK adalah sebagai bagian dari seleksi alam.

Dia menilai sangat berterima kasih bila banyak pihak yang ikut mengawasi prilaku jaksa yang bertugas sebagai penuntut umum

“Sangat berterima kasih sekali jika banyak yang ikut mengawasi,” kata.ST Burhannudin SH di Gedung KPK Kuningan Jakarta, Jumat (8/11).

Namun, dia memastikan akan tetap memberikan pembinaan terhadap jaksa-jaksa yang lain. Hal itu dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kita juga membina apa yang sudah terjadi memberikan contoh jadi pelajaran yang lain,” ucapnya.

Sementara terkait program Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan, dan Pembangunan (TP4), dia menyatakan seperti dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR RI akan dilakukan evaluasi lebih dahulu.

“Kita akan evaluasi, apakah akan dibubarkan atau diganti bentuknya dengan substansi yang tidak jauh berbeda, dan pola pengawasannya akan lebih kami tingkatkan,” tuturnya setelah bertemu pimpinan KPK.

Dia mengakui adanya kebocoran-kebocoran terkait program TP4. Untuk itu pihaknya akan membuat analisa dan merapatkan dengan pimpinan lainnya dan para pakar sebelum memutuskan nasib program TP4.

Seperti diketahui terkait program TP4 ada dua oknum jaksa ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap lelang proyek pada Dinas (PUPKP) Kota Yogyakarta TA 2019 setelah salah satunya ditangkap dalam OTT oleh KPK.

Keduanya yaitu jaksa Eka Safitra (ES) anggota TP4D Kejari Yogyakarta dan jaksa di Kejari Surakarta Satriawan Sulaksono (SSL).

Sedang dari pihak swastanya sebagai tersangka penyuap yaitu Dirut PT Manira Arta Mandiri, Gabriella Yuan Ana (GYA).

Selain itu ada juga sejumlah oknum jaksa di Kejati DKI Jakarta ditangkap KPK karena diduga terima suap penanganan perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Barat Tahun 2019 dari pengacara Alvin Suherman dan kliennya Sendi Perico dari pihak swasta.

Namun hanya mantan Aspidum Kejati DKI Jakarta Agus Winoto dijadikan tersangka oleh KPK.

Sedang dua anak buahnya yaitu jaksa Yuniar Sinar Pamungkas (Kasi Kamnegtibum) dan Yadi Herdianto (Kasubsi Penuntutan) diserahkan penanganannya kepada Kejagung dan telah dijadikan tersangka dalam kasus yang sama dituduhkan kepada Agus Winoto.

Terkait kasus jaksa Yuniar dan Yadi, Burhanuddin menjawab pertanyaan tertulis dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR RI di Gedung DPR, Jakarta Kamis (07/11) mengatakan perkembangan penanganan perkaranya yang ditangani Pidsus Kejagung memasuki penyerahan berkas perkara atau tahap satu.

Begitupun penanganan kasus tiga oknum jaksa di Kejati Jawa Tengah yang sudah dijadikan tersangka oleh Kejaksaan Agung karena diduga menerima suap terkait penanganan perkara pidana kepabeanan dengan terdakwa Soerya Soedharma dari pengacara Alvin Suherman.

Dikatakan Burhanuddin dari perkembangan penanganan perkaranya juga sudah memasuki tahap penyerahan berkas perkara atau tahap satu. Ketiga oknum jaksa di Kejati Jateng yaitu mantan Aspidsus Kusnin, Kasi Penuntutan M Rustam Effendi dan staf TU Benny Chrisnawan.(haris).

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>