OPINI : Rencana Ahok Pimpin BUMN
By admin On 22 Nov, 2019 At 01:45 PM | Categorized As Lintas Aktual, Opini | With 0 Comments

Apa kemungkinan terjawab di masyarakat, jika Basuki Cahaya Purnama akrab disapa Ahok menduduki Direktur Badan Usaha Milik Negara (BUMN), jika itu benar ditunjuk Menteri BUMN Erick Tohir.

Pertama, yang pasti adalah gelombang pro-kontra masyarakat yang rela dan tidak, pengangkatan itu, terus menuai buih masalah. Pasalnya, Ahok yang diketahui publik terpidana penista agama, sudah menjadi rahasia umum jika sikap kontraversial melontarkan perbendaharaan kata ketika memimpin, melekat didiri Ahok yang dikatakan karakter yang tak mudah dihilangkan.

Frame stigma di masyarakat itu, menjadi alasan dalam penilaian kepada Ahok jika ia memimpin BUMN. Dan bola salju itu semakin jauh bergulir, bahkan semakin menjadi trending tofik pro-kontra penolakan yang datang dari berbagai lapisan, terutama kalangan pengamat birokrat di BUMN.

BUMN sebagaimana diketahui adalah Badan Usaha Milik Negara yang didalamnya terdapat halilintar kekuatan kepentingan, berhembus tempat kumpulan para mafia usaha yang kental dengan sebutan adanya kekuatan di atas kepentingan kekuasaan.

Sebuah ironi mengapa BUMN menjadi hangat diperbincangkan, siapa yang menjabat sekaligus dijadikan tolok ukur kesuksesan Erick Tohir, selaku Menteri BUMN yang baru ditunjuk.

Bahkan penilaian masyarakat, tak hanya sampai disitu. Terbetik, anggapan yang mengemuka, jika benar Ahok diangkat orang yang memimpin BUMN, maka akan sangat mempengaruhi kridibilitas kepemimpinan Joko Widodo-Ma’ruf Amin menjadi taruhan.

Sebab indikasi dugaan politik bagi-bagi kursi kekuasaan semakin mendekati kenyataan. Karena Ahok adalah orang yang dikenal dekat kepada Jokowi, yaitu, orang yang pernah satu wadah dengan Joko Widodo saat menjadi Gubernur DKI, Jakarta.

Diperkuat, setelah melanglang buana dari satu Partai Politik ke partai politik yang lain, saat ini Ahok juga Kader Partai PDIP. Secara tidak langsung cerminan masyarakat akan kedekatan emosional itu, jembatan Ahok menduduki jabatan tersirat mudah.

Persolannya, apakah kepemimpinan Ahok itu kelak di BUMN dapat berubah seperti angan yang pengangkat jabatannya, atau sebaliknya. Yang pasti situasi akan yang akan menjawab, jika itu nanti terjadi.

Hanya saja yang menggantung pertanyaan, apakah, putra terbaik bangsa ini hanya dimiliki segelintir orang,? ataukah, akhir dari pencapaian kekuasaan itu, hanya mengedepankan kepepentingan dalam berkuasa. Kemudian bagaimana dengan nasib titian karier anak bangsa yang berdarah-darah dalam Birokrat jika senioritas jabatan harus terkotomi oleh kekuasaan.

Karena BUMN adalah satu badan besar usaha milik negara, yang didalamnya perlu pengelolaan serius dari penguasaan orang-orang yang tidak hanya berbekal kemampuan, dan sanggup, tetapi juga harus dibekali oleh jenjang karier yang berjenjang selaku penunjang, jika benar BUMN tak hanya ingin dikatakan alat bagi-bagi kekuasaan. Perlu sejenak menundukan kepala, merenung, demi Indonesia maju.(Roni Chandra).

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>