Tahun 2019, Kejaksaan Tangkap 166 Buronan dan Selamatkan Keuangan Negara Rp69.541 Triliun
By admin On 30 Dec, 2019 At 09:09 AM | Categorized As Hukum | With 0 Comments

JAKARTA-(TERBITTOP.CM)-Kejaksaan Agung dalam tahun 2019 melalui instrumen Perdata dan TUN berhasil menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp69.541.triliun.

Kemudian berhasil memulihkan sebesar Rp. 72.75 triliun dan Rp 242.081 miliar yakni (eksekusi SUPERSEMAR yang sudah dimasukkan ke kas Negara per tanggal 28 November).

Bidang Datun mencatat bantuan hukum melalui jalur litigasi sebanyak 59 selesai 15 dan melalui non litigasi masuk sebanyak 14 dan telah diselesaikan sebanyak 4 perkara

“Berhasil dalam penanganan perkara Tata Usaha Negara melalui Bantuan Hukum sebanyak 30 Perkara dan Pertimbangan Hukum sebanyak 2 perkara sedangkan pelayanan hukum sebanyak 2 perkara,” ungkap Jaksa Agung ST Burhannudin SH saat memaparkan capaian kinerja kejaksaan selama tahun 2019 kepada media di Kejaksaan RI, Senin (30/12).

Dikatakan Datun berhasil memberikan pertimbangan hukum sebanyak 108 perkara dari 198 permohonan.

“Penegakan hukum sebanyak 6 perkara masuk dan telah diselesaikan 2 perkara. Bantuan Hukum melalui litigasi berhasil menyelesaikan 198 perkara dan melalui jalur non litigasi sebanyak 9511 perkara,” jelas ST Burhannidin.

Dalam keterangan yang didampingi Wakil Jaksa Agung Arminsyah SH, serta Para Jaksa Agung Muda dan Kabandiklat dijelaskan capaian keberhasilan penyelamatan keuangan negara melalui Pidana Khusus.

Kejaksaan jelas Burhanudin berhasil mengeksekusi senilai Rp. 242.081.000.259,89. per-tanggal 28 November 2019 dari total nilai hukuman terhadap Yayasan Supersemar sebesar US$ 315,002,183 dan Rp 139.438.536.678,56.

Tindak lanjut terhadap proses ini, jelas Burhanudin, Kejaksaan akan terus mengupayakan agar seluruh total nilai dari putusan tersebut dapat dieksekusi.

Bidang pidana khusus telah menerbitkan Pedoman Tuntutan Tindak Pidana Korupsi dan Tindak Pidana Perpajakan dalam rangka mewujudkan pelayanan dan penanganan perkara tindak pidana khusus dan perpajakan yang lebih cepat dan efisien serta untuk mewujudkan kepastian hukum, ketertiban hukum, dan keadilan.

Dikatakan penangkapan buronan terpidana perkara tindak pidana korupsi an. Kokos Jiang sebagai pelaksanaan kepastian hukum Kejaksaan dalam bentuk pelaksanaan eksekusi putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.

“Dalam eksekusi tersebut, Kejaksaan berhasil mengeksekusi uang pengganti ke kas negara sebesar Rp.477.359.539.000,-,” jelas Burhannudin.

Kemudian penangkapan buronan an. ATTO SAKMIWATA SAMPETODING, terpidana kasus korupsi yang telah menjadi buronan selama 5 (lima) tahun serta pelelangan barang rampasan Kapal Ebony sebesar Rp.42.365.000.000, dalam perkara illegal fishing.

Kejaksaan jelasnya telah membentuk Tim Khusus untuk mendalami dugaan tindak pidana korupsi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Dibagian lain Jaksa Agung memaparkan kegiatan penangkapan buronan (Tabur 31.1) yang berhasil ditangkap selama tahun 2019 sebanyak 166 buronan.

Selain buronan Kejaksaan RI, TIM Intelijen Kejaksaan Agung telah membantu pelacakan dan penangkapan buronan penyidik PNS Ditjen Pajak sebanyak 3 (tiga) orang buronan yaitu:
Lukmanul Hakim tersangka kasus faktur pajak fiktif sebesar Rp.235 Milyar.

Kemudian Sudarmansyah tersangka Pajak sebesar Rp.8 Milyar dan Fanny Andrian tersangka Kasus Pajak Fiktif sebesar Rp.19,2 Milyar.

PAM Sumber Daya Organisasi (Giat PAM SDO) Selama periode Januari-Oktober 2019 Tim PAM SDO Jamintel telah melakukan sebanyak 17 kegiatan Operasi Intelijen.

Kegiatan Jaksa Masuk Sekolah yang diikuti sebanyak 649 Sekolahan dengan jumlah peserta sebanyak 36.769 peserta.

Sedangkan Penerangan Hukum dan Penyuluhan Hukum sebanyak 364 kegiatan dengan jumlah peserta 44.064 orang.

Program Jaksa Garda Jaga Desa (Jaga Desa), berdasarkan Nota Kesepahaman antara Menteri Desa dan PDTT dengan Jaksa Agung RI tertanggal 15 Maret 2018.

Adapun kegiatan di bidang Pidum hingga September 2019 Terdapat SPDP sebanyak 137.952, Pra Penuntutan 122.365 dan penuntutan sebanyak 113.776.

“Upaya Hukum Banding 5.198, Kasasi 3.603, PK 113 dan Grasi 100. Juga menangani perkara Karhutla sebanyak 331 perakara dengan 17 Tersangka Korporasi dan 314 tersangk,” kata Burhanudin.(haris)

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>