HARI ANTI KORUPSI 2019, ST Burhannudin: Jaksa Nakal Dipecat dan Dipidanakan
By admin On 9 Dec, 2019 At 12:33 AM | Categorized As Hukum | With 0 Comments

JAKARTA-(TERBITTOP.COM)-Pada Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia 2019 Jaksa Agung ST Burhannuddin SH mengulangi dan meminta jajarannya untuk menjauhi perbuatan penyimpang. Bahkan dia tak segan selain memecat juga akan mempidanakan oknum jaksa yang melakukan penyimpangan.

“Ini tindakan tidak akan pandang bulu terhadap siapa saja jaksa dan pegawai yang menyimpang akan diambil tindakan tegas,” kata Jaksa Agung ST Burhannudin SH saat memimpil Apel Hari Anti Korupsi sedunia di Badiklat Kejaksaan, Senin ((9/12).

Dia menegaskan tidak akan ada toleransi terhadap oknum jaksa yang melakukan perbuatan tercela dan penyimpangan lainnya.

Dikatakan sudah saatnya kejaksaan menuju perubahan menjauhi perbuatan pengimpangan karena untuk mendukung program pemerintah mewujudkan indonesia maju dengan aparat anti korupsi.

“Jangan coba coba penyimpangan karena tidak ada ruang bagi oknum jaksa melakukan tindak pidana.Akan saya tindak dan dipidanakan sesuai tingkat kesalahan,” tegas Burhanuddin.

Peringatan hari Anti Korupsi sedunia yang dipusatkan di halaman Badiklat dihadiri sekitar 350 orang siswa dengan SMA se DKI dengan menyuarakan yel yel milineal anti korupsi kejaksaan anti korupsi dan kita semua anti dilanjutkan dengan nonton bareng film anti korupsi.

Pada kesempatan itu Jaksa Agung mengungkapkan capaian kinerja dalam pemberatasan korupsi selama Januari-Nopember 2019.

Disbutkan kejaksaan sedang menanangi 1089 perkara tahap penyelidikan, 570 penyidikan, 921 tahap penuntutan dan eksekusi ada 1.130 perkara.

“Kejaksaan juga telah menyetorkan uang pengganti,hasil lelang denda pendapatan penjualan hasil lelang dan pemgoperasian barang rampasan senilai Rp698.686.766.688 dan USD 44.899.05 serta SGD 23.04,” jelas ST Baharudin.

Kejaksaan jelas ST Baharudin juga selain melakukan penindakan juga melakukan sinergi yang terintegrasi dengan pendekatan pencegahan, dengan media media dan medsos secara berkesinambumgan melakukan edukasi dan sosialisasi meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.

Dibidang tangkap buron selama ini kejaksaan telah mewujudkan efek jera melalui program tabur 31.1.

“Sejak diluncurkan 2018 sampai saat ini sudah diamankan 370 buronan pelaku kejahatan.Sedangkan di tajun 2019 sudah diamankan 163 buronan,” jelas ST Burhannudin.

Kedepan untuk melakukan pengawasan kejaksaan telah membuka hotline laporan pengaduan di nomor 150-227 atau melalui Adhyaksa Command Centre (wa 081318542001-2003 atau aplikasi pro adhyaksa.

Selain membubarkan TP4 kejaksaan sudah melakukan Rakernas di Cianjur dimana telah menghasilkan sejumlah keputusan untuk peningkatan performa kejaksaan dalam tugas penegakan hukum. (haris)

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>