Jaksa Agung ST Burhannudin: 100 Jaksa Muda Baru Harus Jadi Pelopor Perubahan
By admin On 11 Dec, 2019 At 01:17 PM | Categorized As Hukum | With 0 Comments

JAKARTA-(TERBITTOP.COM)-Jaksa Agung ST Burhannudin SH menegaskan di tengah kerja keras untuk memulihkan kepercayaan publik (public trust), harus jujur diakui adanya sejumlah fakta dengan masih ditemukannya aparat penegak hukum Jaksa yang menyalahgunakan kewenangan dan melakukan tindakan tercela.

Hal tersebut berdampak pada penilaian atas kinerja penegakan hukum yang terus menjadi sorotan dan mendapat kritik yang mengundang beragam sentimen negatif.

“Berangkat dari persoalan tersebut, saya mengingatkan Jaksa baru agar senantiasa menjadi pelopor perubahan di tempat penugasan masing masing,” tegas ST Burhannudin SH melepas 100 Jaksa baru sekaligus menutup Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) Baru angkatan 76 Gelombang II Tahun 2019 di Badan Diklat Kejaksaan RI, Ragunan, Jakarta, Rabu (11/12/).

Dia juga berpesan para jaksa baru untuk proaktif mendorong dan menggerakkan perubahan pola pikir (mind set), tingkah laku dan tindakan (behaviour), dan budaya kerja (culture set) untuk menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari praktik-praktik menyimpang,” tegasnya.

Selain itu dapat berpartisipasi secara optimal untuk memberikan kontribusi positif dalam pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), sebagai bagian dari upaya mempercepat terciptanya reformasi birokrasi yang secara konsisten sedang dan akan terus dilaksanakan.

Pada kesempatan itu Jaksa agung memberi pesan sebagai berikut:
1. Tingkatkan kompetensi, kapasitas, dan kapabilitas agar mampu mengatasi segala tantangan dan hambatan demi terlaksananya penegakan hukum yang baik dan profesional;
2. Tanamkan integritas dan keyakinan untuk tidak melakukan perbuatan tercela dan menyimpang dalam melaksanakan setiap tugas dan tanggung jawab yang dimiliki;
3. Wujudkan tekad dan semangat untuk menghadirkan Kejaksaan yang bermartabat dan dipercaya melalui pemikiran, sikap, dan tindakan positif yang bermanfaat bagi masyarakat pencari keadilan;
4. Tumbuhkan dan pelihara soliditas dan kebersamaan dalam ikatan “Jaksa itu adalah satu dan tidak dapat dipisah-pisahkan (een en ondelbaar)”, guna optimalisasi pelaksanaan tugas, fungsi dan kewenangan.

Prestasi Akademik,

Sementara itu Kepala Badan Pendidikan dan Latihan (Kabandiklat) Kejaksaan RI, Setia Untung Arimuladi mengatakan, peserta Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) Angkatan 76 Tahun 2019 berjumlah 100 orang yang berasal dari Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri yang dibagi dalam 3 kelas.

“Sedangkan tenaga pengajarmya terdiri dari para widyaiswara, pejabat struktural dan fungsional di Lingkungan Kejaksaan serta akademisi dan praktisi hukum,” ujar Untung.

Dalam laporannya, Untung mengatakan Diklat ini juga dilakukan penilaian prestasi akademik yang diperoleh melalui rapat seluruh pejabat struktural Badan Diklat dan para penyelenggara dengan cara melakukan rekapitulasi seluruh nilai yang diperoleh dari widyaiswara dan para pengajar pada tanggal 26 Nopember 2019.

“Dalam rangka penentuan peringkat, kami telah melakukan audisi terhadap 37 peserta terbaik dengan para penguji adalah perwakilan dari para Jaksa Agung Muda, Staf Ahli Jaksa Agung dan Widyaiswara, sehingga diperoleh 10 peserta terbaik,” uangkap mantan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Barat tersebut.

Kesepuluh peserta terbaik itu adalah Rizkisyah Karoen Nasution SH, Christian Dior Parsaoran SH, Rizky Putradinata SH, Devika Beliani SH, Dewi K SH, Nathaniel SH, Dimas Tryanda Sani SH, Joko Firmansyah SH, Muhammad Imam Akbar SH dan Tomy Herlix SH.

“Kepada peserta Diklat peringkat pertama mendapat penghargaan berupa piagam dan trophy Prima Adhyaksa,” jelas Untung. (haris).

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>