LANGKAH PEMBERSIHAN DI KEJAKSAAN, TPDI:Tidak Saja Kajati DKI, Tapi Evaluasi Total Copot JAMWAS
By admin On 12 Dec, 2019 At 09:38 AM | Categorized As Hukum | With 0 Comments

JAKARTA-(TERBITTOP.COM)-Koordinator TPDI Petrus Selestinus SH meminta Jaksa Agung ST Burhannudin SH serius melakukan pembersihan di jajaran kejaksaan dan tidak saja membersihkan ditingkat bawah saja.

Tetapi harus simultan hingga ketingkat atas seperti mencopot Kajari dan Kajati, bahkan harus mengevaluasi total juga Jaksa Agung Pengawasan.

Agar pembersihan tidak sekedar tingkat bawah ST Burhannnudin harus segera mengganti jaksa Agung Muda Pengawasan M Yusni SH.

“Kinerja yang dipimpin jamwas M Yusni SH tidak maksimal mengurangi angka jaksa nakal malahan makin marak.Harus diganti dengan jaksa yang lebih mampu sehingga pembersihan itu benar benar simultan,”kata Petrus Selestinus SH kepada media menanggapi langkah Jaksa Agung ST Burhannudin SH yang sedang melakukan pembersihan ditubuh Kejaksaan jelang 100 hari kerja, Kamis (12/12).

Dia menekankan Jaksa agung harus segera melakukan evaluasi kinerja jamwas, ganti dengan pejabat baru yang mampu meningkatkan kinerja pegawasan.

Lebih jauh Petrus menilai fungsi pengawasan itu sering tidak jalan dilakukan oleh bidang pengawasan. Pengawasan ada tetapi seperti tiada dan jaksa nakal itu kini sudah merata terjadi di seluruh Indonesia.

“Suap nenyuap masih jalan terus dan terjadi di Kejaksaan.Ini kan mrmalukan karena pengawasan tidak jalan,” ujarnya.

Untuk itu katanya jaksa agung harus melakukan pembersihan tidak saja ditingkat bawah, tetapi tingkat atas seperti di kejati DKI copot kajatinya Warih Sadono.

Terkait mutasi dadakan kajari Jakarta Pusat Sugeng Riyanta dan sejumlah kasi nya, dia menikai langkah inipun harus diumumkan diinfokan ke publik karena apa dasar mutasi dadakan tersebut agar tidak menyebar kabar miring di masyarakat.

Publik ujarnya akan mendukung langkah jaksa agung jika pembersihan dilakukan secara simultan.

“Lemahnya kinerja Jamwas karena kinerjanya tidak mampu mengurangi oknum jaksa nakal. Untuk apa dipertahankan Jamwsnya gantilah dengan yang mampu,” kata Pengurus DPP Partai Hanura ini.

Kemudian hal lain lanjutnya karena budaya budaya setor menyetor yang terjadi dan dilakukan aparat penegak hukum sudah banyak diketahui masyarakat.

Sehinga langkah pembersihan jangan dikatakan hanya hangat hangat tahi ayam, lemah tetapi harus simultan tindakannya sampai keatas.

Dia menilai langkah ST Burhannudin untuk mencopot kajari, Kajati DKI dan Copot Jamwas nya agar memberikan nafas segar dalam pembaruan di kejaksaan.

” Ditengah semangat aparat kejaksaan sudah mendapat predikat wbk/wbbm maka jaksa agung pun harus membersihkan oknum jaksa nakal seperti di Kejati DKI. Apalagi kejaksaan tinggi harusnya menjadi panutan dan contoh bagi kejaksaan yang lainnya,”tutup Petrus. (haris).

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>