PEMBERSIHAN JAKSA NAKAL,PENGAMAT Chairul Iman: Diperlukan JAMWAS ‘STRONG’ Dan ‘MAMPU’
By admin On 13 Dec, 2019 At 06:38 AM | Categorized As Hukum | With 0 Comments

JAKARTA-(TERBITTOP.COM)-Pengamat Kejaksaan Chairul Imam SH menyoroti maraknya oknum Jaksa kena OTT yang kini orientasinya hanya duit. Sejak jaman perang sudah ada jaksa nakal tetapi nakalnya beda dengan jaksa ‘zaman now’ ini “kelas” nakalnya makin rendah. Orientasinya tidak lebih karena uang sehingga tidak lebih dikatakan perbuatannya seperti kelas copet di bus kota.

“Saya sangat mendukung langkah Jaksa Agung ST Burhannudin membersihkan jaksa nakal dan meningkatkan pengawasan. Kedepan bukan saja menjalankan SOP yang sudah ada, tetapi diperlukan pejabat JAMWAS nya juga yang ‘strong’,mampu objektif, fair menegakan hukuman tanpa ada diskrimiasi serta mampu menjadi lokomotif membangun trigger pengawasan,” ucap Chairul Iman SH kepada TERBITTOP,Jumat (13/12), menanggapi program pembersihan ST Burhannudin SH membersihka Jaksa nakal.

Dikatakan dulu kelas jaksa nakal sudah ada tetapi sesekali orientasi bukan uang tetapi kadang masalah politik.Sekarang makin lama semakin menurun dan semakin parah.

“Kalau sudah memeras saksi itu perbuatan kampungan sekali. Karena saksi itukan bagaimanapun adalah orang yang harus dilindungi karena membantu pembuktian. Ini malah yang diperas, jadi kampungan banget kelakuaan jaksa itu,”tutur Chairul.

Dalam kajian mendalam seharusnya bidang pengawasan kata Chairul imam yang memeriksa berbagai kasus jaksa nakal, tidak bisa lagi hanya berjalan sesuai SOP, tetapi harus ada kajian yang mendalam dan komprehensif terhadap permasalahan lemahnya dan berulang ulang tertangkapnya Jaksa kena OTT, hendaknya ada kajian serta dibenahi bidang pengawasan.

Chairul yang juga mantan Direktur Penyidikan dan Perwakilan Kejaksaan di Hongkong menilai jaksa melakukan pelanggaran hukum sangat tergantung kepada kualitas manusia tetapi akhir akhir ini rekruetman kejaksaan itu tidak beres. Dimana orang yang kurang berkualitas diterima juga menjadi calon jaksa. Beberapa tahun lalu kualitas siswa itu semakin rendah, tertama dari segi keilmuannya merosot.

“Orang yang makin rendah keilmuan biasanya makin bebas melakukan kejahatan dan kejahatan yang dilakukan juga di kelas rendah.Sebagai bekas pengajar di Badiklat bertahun tahun saya merasakan kualitas siswa itu semakin rendah itu dulu penerimaan begitu, kalau sekarang sudah beda. Tetapi hasil rekrutmen yang dulu kurang beres itu diterima juga dan sekarang mereka sudah bertugas di berbagai bidang.Inilah yang banyak melakukan pelanggaran,” kata Chairul.

Seperti yang terjadi di Kejaksaan Tinggi DKI dua kali berturut turut Jaksa kena OTT karena menerima suap. Kemudian kasus main rentut terjadi di Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah dan melibatkan pejabat Aspidsus Kusnin SH dan dua Kasinya sedang proses untuk persidangan.

Dulu ketika di era Basrief Arief penerimaan jaksa tidak dilakukan kejaksaan tetapi panitianya melalui obsourcing. Di dalam monitoring sebenarnya pengawasan selama ini sudah ada sistemnya, cukup baik karena sudah ada sistem dalam melakukan monitor kelakuan jaksa. Seperti hukuman turun pangkat dan bahkan dikenakan sanski berat sudah dilaksanakan sesuai PP yang ada.

Tetapi mengapa kini pemberdayaan pengawasan masih dinilai belum memberi efek jera, Chairul Iman menekankan kembali adanya kemampuan dan pemberdayaan di setiap tingkatan terutama dititik simpul terjadi kesalahan. Chairul mengatakan diperlukan juga kemampuan dari Jaksa Agung Muda Pengawasan hingga ketingkat pengawasan yang ada dibawah.

“Jamwas sudah ada sistem, tetapi jika mutu manusia jaksa itu rendah akan mengulangi perbuatan. Untuk mendapatkan jaksa baik harus diawali dari rekrutmennya sampai dengan pendidikann dan keilmuannya. Jangan terima lagi calon jaksa yang keinginan rendah. Sebab, kalau masuknya bahan baku ‘sampah” keluarnya jadi ‘sampah”. Inilah yang melakukan kejahatan hasil rekrutmen 10-15 tahun lalu,”ujar Chairul.

Dan lebih lagi apabila sepanjang mutu manusia jaksa ini tetap rendah ujarnya maka akan berulang ulang nanti kejadian sama jaksa melakukan penyimpangan dan kena OTT. Jadi penting juga selain SOP yang sudah ada tetapi pejabat Jamwas harus ‘strong’ dan mampu mengangkat triger pengawasan. (haris).

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>