RAIH PREDIKAT WBBM 2019, Kabandiklat Kejaksaan Jadi “Sang Pemimpin Perubahan”
By admin On 9 Dec, 2019 At 03:24 PM | Categorized As Hukum | With 0 Comments


Kabandiklat Kejaksaan RI Setia Untung Arimuladi SH Mhum..

JAKARTA-(TERBITTOP.COM)-Sang pemimpin perubahan kini telah hadir di jajaran Kejaksaan RI. Lembaga yang selama ini sering mendapat sorotan miring masyarakat dan bahkan Presiden Jokowi pernah memberikan pernyataan keras kini sudah berubah dan bahkan melahirkan Sang Pemimpin Perubahan.

Siapakah mereka ? Ada Lima pimpinan Satker di Kejaksaan berhasil menyandingkan predikat WBK dan WBBM. Salah satunya pejabat eselon I adalah Kabandiklat Kejaksaan RI Setia Untung Arimuladi SH Mhum.

Kemudian Jampidsus Adi Toegarisman serta tiga Kejari masing masing Kejari Tanjung Pandan, Ali Nurudin SH, Kejari Surabaya dan Kejari Jakarta Selatan Nanang SH.

Kelima pimpinan Satker tersebut kini akan disebut menjadi ” Sang Pemimpin Perubahan” di Kejaksaan RI.

Dan sebutan itu bukanlah sebuah lamunan tanpa dasar yang kuat, karena nyata kini bahwa kejaksaan mampu membangun zona integritas WBK dan bersanding dengan WBBM.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) memberikan penghargaan kepada sejumlah pimpinan kementerian dan lembaga yang telah menerapkan pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) di seluruh unit kerjanya.

Penghargaan itu rencananya pada Selasa (10/12) akan diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amien didampingi oleh Menteri PAN-RB Tjahyo Kumolo di Hotel Bidakara Jakarta.

Selain lima satker mendapat predikat WBBM ada 51 Satker Kejati dan Kejari mendapat predikat WBK.

Ditemui TERBITTOP usai peringatan hari Anti Korupsi sedunia di Ragunan, Kabandiklat Setia Untung Ari Muladi SH mengucapkan asa syukur atas predikat yang akan diberikan.

“Saya bersyukur bahwa predikat WBK dan WBBM berhasil disandingkan di Badiklat. Ini tidak mudah perlu kerja keras dan berkomitmen yang tinggi untuk perubahan.Saya sadari sangat berat dan alhamdulilah bisa ,”tutur Untung dengan nada rendah.

Sejak 2005 Kejaksaan telah menjalankan serangkaian program reformasi birokrasi untuk mewujudkan perubahan menuju tata kelola kepemerintahan yang baik dan bersih (good and clean governance).

Melalui penanaman nilai dan budaya kerja yang positif kepada aparatur di lingkungan, Badiklat telah mampu menciptakan kinerja yang unggul dan berkomitmen menuju Indonesia Maju. Hal ini sejalan dengan implementasi Making Indonesia 4.0.

Sebelumnya, pada kegiatan Evaluasi Reformasi Birokrasi Kementerian Perindustrian, Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan KemenPAN RB Muhammad Yusuf Ateh menyampaikan bahwa Kejaksaan telah menunjukkan komitmen luar biasa dari tahun ke tahun dalam penerapan reformasi birokrasi dengan perbaikan dan terobosan yang positif.

Tim Reformasi Kejaksaan memperkuat penerapan sistem integritas, meningkatkan kualitas layanan kepada publik melalui integrasi seluruh sistem layanan, dan meningkatkan kualitas layanan kepada stakeholder internal.

BUTUH KOMITMEN,

Dalam mencapai predikat WBK dan WBBM Setia Untung Arimuladi mengatakan dibutuhkan keberanian dan komitmen yang tinggi dimana figur pimpinan satker sangat memegang kunci keberhasilan.

Selain butuh komitmen dari sendiri ujar Untung juga diperlukan wawasan ilmu yang kuat dapat mengetahui apa dan masalah untuk membuat perubahan harus diketahui dulu sehingga dengan ada keberanian tadi maka nanti akan diikuti seluruh pegawai yang ada.

Hal lain ujarnya adalah mampu membuat berbagai inovasi karena inovasi akan melahirkan perubahan.

Itupun lanjutnya tidak cukup karena untuk menuju perubahan harus bisa memberikan kiat kiat yang bisa melaksanakan kerja sesuai SOP yang ada.

Berbagai langkah membangun semangat perubahan, komitmen dan menjaga integritas harus terbangun mindset cara berpikir untuk berubah.

Di Badiklat sendiri kata Untung semangat ini telah dibangun dengan melakukan berbagai forum rapat dan memberikan predikat pegawai terbaik setiap triwulan dengan memberikan reward dan punishment.

“Harus mampu meninggalkan zona nyaman yang sebelumnya ada tetapi harus menuju perubahan. Artinya harus jauh beroikir jauh kedepan dan membuat inovasi,” tuturnya.

Dan tidak cukup disitu saja tetapi jauh kedepan kedepan berkomitmen membangun budaya kerja, pola berpikir dan integritas dari semua pegawai.

Jadi disitulah pemimpin Satker tegasnya tidak hanya duduk di belakang meja tetapi dia harus turun kebawah membangun semangat kebersamaan untuk merubah mindset.

Dia berharap semua pimpinan Satker untuk membangun zona integritas di wilayah masing masing serta membuat berbagai inovasi dengan aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan.

“Bukalah forum diskusi dengan semua pegawai sehingga ada kebersamaan membangun zoma integritas di wilayahnya,” ujar Untung.

Melalui taglinenya “Badiklat The Spirit Of Change” telah berhasil mengantarkan badiklat tidak saja sebagai Candra dimuka melahirkan insan Adhyaksa yang tangguh tetapi mampu melahirkan ‘Sang pemimpin Perubahan”.

Bahkan pada kegiatan Evaluasi Reformasi Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan KemenPAN RB Muhammad Yusuf Ateh menyampaikan bahwa Kejaksaan telah menunjukkan komitmen luar biasa dari tahun ke tahun dalam penerapan reformasi birokrasi dengan perbaikan dan terobosan yang positif, sehingga tahun depan akan dapat melampaui Kepolisian. (haris)

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>