Sosialisasi Pencegahan Korupsi Pengelolaan APBD Beltim Berujung “Pengusiran” Wartawan
By admin On 22 Feb, 2020 At 01:07 AM | Categorized As Daerah | With 0 Comments

BELITUNG-(TERBITTOP.COM)-Sosialisasi Pencegahan Korupsi Pengelolaan APBD Kabupaten Beltim Berujung “Pengusiran” terhadap sejumlah wartawan yang sedang melakukan peliputan.

Sosialisasi dilaksanakan oleh Kejati Babel Ranu Mihardja SH.MH membahas  upaya Pencegahan dan Penanggulangan Korupsi pada Pengelolaan APBD Kabupaten Beltim digelar diruang rapat Bupati. Kamis ( 20/02).

Dihadir Kejati Babel, Wabup Drs. Burhanudin yang akrab disapa Aan, Kajari Beltim Abdur Kadir SH, MH, dan Ketua DPRD Fezzi Uktolseja.

Pengusiran terhadap wartawan dilakukan Wabup melalui pengeras suara. “Saya minta wartawan meninggalkan ruangan karena nanti ada seisen konferensi pers dilakukan Kejati,” pinta Aan dengan nada tinggi.

Pengusiran terhadap profesi wartawan yang sedang bertugas menuai reaksi keras dari seluruh wartawan yang bertugas di Kabupaten Beltim dan Kabupaten Belitung selama ini.Sejumlah wartawan menyayangkan dan mengutuk insiden pengusiran tersebut.

Mantan Ketua Pokja wartawan Beltim Niza Karyadi menegaskan, wartawan kecewa atas sikap Wabup karena mengusir wartawan.

” Pengusiran ini melecehkan profesi  wartawan yang dilindungi UU No 40 tahun 1999 tentang pers , dan Perbuatan Wabup tersebut melanggar UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers dan UU No 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Kasus ini akan kami bawa ke ranah hukum, karena melanggar pasal 18 ayat 1 UU No 40 tahun 1999 tentang pers,” tegas Karyadi dengan nada marah.

Informasi dan data yang dirangkum Terbittop.com, menyebutkan pengusiran terhadap wartawan tersebut tidak tepat sasaran, ketika Wabup meminta awak media yang berada di ruangan untuk meninggalkan ruangan.

Namun saat dikonfirmasi wartawan, Wabup menegaskan itu permintaan dari Kejati Babel, agar seluruh media Off dulu.

“Menurut Wabup sebelum acara dimulai Kejati minta kepada saya seluruh awak media off dulu, nanti ada sesi khusus konferensi pers setelah acara selesai,” tandasnya.

Menyikapi viralnya berita kasus pengusiraaan wartawan oleh Wabup Beltim di berita Online dan Media cetak lokal Babel. Sekretaris Perwabel Jhon Pieter Hoeck Panjaitan saat dihubungi Terbittop.com. Jumat (21/02) menegaskan,” Kasus pengusiran wartawan yg dilakukan oleh Wabup Beltim Burhanudin atau yang akrab disapa  Aan sangat disayangkan dikarenakan wartawan berhak meliput kegitan apapun sesuai UU no 40 tahun 1999  tentang pers, apalagi peliputan kasus korupsi atau penyimpangan dana APBD tidak boleh ditutup- tutupi.

“Pers memiliki tugas melaksanakan kontrol sosial terhadap jalannya roda pemerintahan dan pembangunan untuk mencegah terjadinya penyalah gunaan kekuasaan baik korupsi, kolusi, nepotisme, maupun penyelewengan dan penyimpangan lainnya,” tandas Jhon Pieter.

Sampai berita ini diturunkan, Kejati Babel dan Wabup Beltim belum berhasil dihubungi Terbittop.com. ( Yustami ).

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>