Chairul Imam: Pemberitaan TERBITTOP Acap Kali Jadi Referensi Penyidik
By admin On 8 Feb, 2020 At 06:28 AM | Categorized As Hukum | With 0 Comments

JAKARTA-(TERBITTOP)-Pemerhati hukum dan mantan Direktur Penyidikan Kejaksaan Agung Chairul Imam SH mengucapkan selamat atas hari ulang ke enam KORAN TERBITTOP yang jatuh pada 9 Pebruari 2020 bertepatan dengan peringatan Hari Pers Nasional.

Secara khusus mantan Jaksa senior yang pernah bertugas menjadi perwakilan Kejaksaan di Hongkong menyampaikan tulisan pendeknya ke redaksi koran TERBITTOP, Sabtu (8/1).

Dia menyampaikan pemikirannya selama enam tahun Koran TERBITTOP hadir di khalayak pembaca.

Bahkan selalu jadi nara sumber di wawancarai ketika redaksi meminta koment terkait berbagai isu hukum di negeri ini khususnya pula yang ada di jajaran Kejaksaan.

“Untuk berita2 tentang korupsi, tulisan2 TERBITOP cukup tajam dan acap kali menjadi referensi para penyidik,” tutur Chairul Imam SH dalam surat pendeknya melalui what.app kepada TERBITTOP.

Dia mengatakan TERBITOP menjadi lebih maju lagi setelah mengadopsi sistem e-news dimana pembaca tak lagi perlu membayar untuk memperoleh berita.

Berikut surat pendek Chairul Iman yang pernah menjadi Staf Ahli Bidang Hukum di era Jaksa Agung Basrief Arief SH.

Pertama-tama saya harus ucapkan SELAMAT kepada Mingguan TERBITOP yang berulang tahun keenam. Satu usia yg masih muda bagi penerbitan.

Dunia pers Indonesia yg berwawasan kebangsaan, sebenarnya sudah timbul sejak 100 tahun yang lalu, seiring dg semangat kebangsaan / nasionalisme yg menjadi _trend_ saat itu.

Peranan pers sebagai alat kontrol sosial, menjadi sejajar dan saling menunjang dengan perjuangan anti kolonialisme.

Mulailah rakyat merasakan manfaat dari media.
Maka dunia penerbitan semakin maju dan berkembang hingga Indonesia Merdeka.

Perkembangan dunia pers ini agak tersendat selama lebih 1/4 abad saat rezim Orde Baru berkuasa di Indonesia, karena dibatasinya kebebasan pers oleh penguasa orde baru.

Jatuhnya rezim Orde Baru, dunia pers di Indonesia bangkit, bahkan ibarat harimau lepas kandang. Koran2 daerahpun bermunculan.

Karena _trend_ saat itu adalah memberantas korupsi, maka halaman2 surat kabar dipenuhi dengan berita korupsi. Di berita2 tentang korupsi inilahTERBITOP menentukan cirinya.

Untuk berita2 tentang korupsi, tulisan2 TERBITOP cukup tajam dan acap kali menjadi referensi para penyidik.

TERBITOP menjadi lebih maju lagi setelah mengadopsi sistem e-news dimana pembaca tak lagi perlu membayar untuk memperoleh berita.

Semoga TERBITOP semakin tajam dan lebih meningkatkan kontribusinya dalam upaya pemberantasan korupsi. Selamat ulang tahun.(Chairul Imam SH – Pemerhati Hukum dan Mantan Dirdik Kejaksaan Agung).

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>