Kejati Kalbar Bongkar Penyelewengan dana COVID 19 dan Sita uang sebesar RP297 juta di Balai Perhubungan
By admin On 26 May, 2020 At 03:35 PM | Categorized As Daerah | With 0 Comments


Kajati Kalimantan Barat Dr Jaya Kusumah SH

PONTIANAK-(TERBITTOP.COM)-Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat membongkar kasus dugaan korupsi penggunaan anggaran COVID 19 yang terjadi di Balai Perhubungan Provinsi Kalimantan Barat.

“Benar kami sudah meningkatkan ke penyidikan kasus penyelewengan dana COVID 19 dan berhasil melakukan penyitaan uang sebesar Rp297 juta,” jelas Kajati Kalimantan Barat Dr Jaya Kusumah SH kepada TERBITTOP, Selasa malam (26/5).

Dikatakan kasus ini berawal saat pihaknya saat memonitoring pelaksanaan bakti sosial pembagian sembako dalam rangka COVID 19 di seluruh Kementerian dan Lembaga baik Pusat maupun daerah. Dan menemukan adanya sejumlah penyelewengan anggaran COVID yang mana anggaran sebesar Rp177 juta tidak dibelanjakan keseluruhan.

“Jadi tidak 100 persen yang dibagi kan ke warga yang membutuhkan,” jelas Jaya Kusumah.

Kemudian lanjut Jaya setelah dilakukan pengumpulan data ternyata bahwa perusahaan yang ditunjuk oleh Dinas Balai Perhubungan Kalimantan Barat untuk melakukan pengadaan hanya dipinjam benderanya.

“Dengan data tersebut Tim Pidana khusus melakukan penyelidikan dan kemudian meningkatkan ke penyidikan sejak 22 Mei 2020,” urai Jaya.

Dari hasil pemeriksaan terhadap perusahaan tersebut ternyata benar perusahaan yang melakukan pengadaan hanya dipinjam pakai benderanya oleh PPK dan atau Kepala Balai dan memperoleh imbalan fee.

“Hasil pemeriksaan menemukan fakta sebagai perantara dalam kasus ini adalah staf honor atas nama FRS Dinas Balai Perhubungan dipercayakan untuk mengelola pekerjaan tersebut,” jelas Jaya.

Selain itu dari hasil pemeriksaan Tim Pidana Khusus staf Honor tersebut mencairkan dan mengambil sisa anggaran kemudian disimpan di rekening atas nama staf honor itu.

Setelah dilakukan pemeriksaan pada jumat 22 Mei 2020 jelas Jaya, kepala Balai dan PPK yang memerintahkan sttaf honor.

Dan kemudian pada hari tersebut Tim Pidsus melakukan penggeledahan pada Kantor Balai Perhubungan ternyata diperoleh fakta dan data bahwa semua proyek yang dilakukan dengan mekanisme Penunjukkan Langsung (PL) dilakukan Balai Perhubungan dengan pinjam bendera beberapa perusahaan dan semua uang hasil perbuatan tersebut disimpan dalam rekening atas nama FRS.

Pada hari itu juga penyidik langsung melakukan penyitaan uang sebesar Rp297 juta yang diduga hasil penyimpangan proyek penunjukkan langsung tahun 2020.

“Tim penyidik akan melakukan pengembangan dan pendalaman terhadap pekerjaan lainnya pada tahun sebelumnya dan dalam beberapa hari kedepan ini akan menetapkan tersangka,” tegas Jaya Kusumah.(haris)

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>