LIMA BULAN TERBENTUK, Kejati Pabar Makin Berkiprah. Berikan Pendampingan Hukum kepada Pelindo IV
By admin On 21 May, 2020 At 02:36 AM | Categorized As Daerah | With 0 Comments

MONOKWARI-(TERBITTOP.COM)-Baru lima bulan terbentuk sejak diresmikan 7 Januari 2020 Kejaksaan Tinggi Papua Barat semakin eksis berkiprah ditengah masyarakat Papua Barat. Tidak saja sekedar mengemban misi dibidang supremasi hukum sejalan dengan misi Otonomi Khusus Korp Adhyaksa melakukan berbagai aksi sosial ditengah Pandemi COVID 19 serta memberikan pendampingan hukum di bidang Perdata dan Tata Usaha.

Sejumlah aksi sosial dan kemasyarakatan, penegakan dan pendampingan hukum,sosial keagamaan seperti membangun mesjid dan lainnya dilakukan Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat M Yusuf SH. Berbagai aksi sosial tersebut telah memberi nilai positif bagi masyarakat atas keberadaan Kejati di Papua Barat.

Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat M Yusuf SH membeberkan berbagai macam dan langkah baik dalam kerja sama dalam pendampingan hukum, penegakan hukum serta kegiatan sosial lainnya di tengah Pandemi Covid 19 untuk kemakmuran masyarakat Papua Barat.

“Sejak dibentuk kejaksaan Tinggi Papua Barat tidak sekedar mengemban misi dibidang supremasi hukum,kita juga mengadakan berbagai aksi sosial ditengah Pandemi COVID 19 serta kerja sama pendampingan hukum dengan berbagai Satuan Kerja yang ada. Bahkan terakhir ini Pelindo IV telah
menggandeng Kejati Pabar dalam memberikan pendampingan hukum,”tutur Kajati Papua Barat M Yusuf dalam keterangan kepada sejumlah media di Jakarta,Rabu (20/5).

Kerja sama atau Mou dengan Pelindo IV itu kata Yusuf dalam memberikan pertimbangan hukum, bantuan hukum dan tindakan hukuman lain.Bukan pelayanan hukum tetapi terkait dengan pertimbangan hukum dan tindakan hukum lain di bidang perdata dan tata usaha negara.

Dalam tugas sebagai pengacara negara Kejaksaan Tinggi Papua Barat di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara memberikan pertimbangan hukum berupa legal opinion, legal asistensi dan legal audit, memberikan bantuan hukum berupa ligitasi maupun non ligitasi dan tindakan hukuman lainnnya terhaap pihak PT Pelabuhan IV (Persero) untuk melindungi, menjaga dan memulihkan asset Pelindo IV yang merupakan perusahaan milik negara.

Dalam penanda tanganan nota kesepahaman (MoU) yang dihadiri General Manager PT Pelindo IV Cabang Manokwari Capt Suparman yang mewakili Direktur SDM PT Pelindo IV dan diikuti sejumlah Pejabat Kajati dan Staf Kejati Papua Barat dan PT Pelindo IV.

Penanda tanganan tersebut tetap dilaksanakan tetap mengikuti protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah dalam memutus penyebaran COVID 19 dengan menerapkan sosial distancing dan penggunaan masker.

Lebih jauh M Yusuf mengatakan salah satu masalah masalah yang yang bisa di bantu dalam bidang Perdata dan Tata Usaha Negara di wilayah hukum Papua Barat ada gugatan dari pihak ketiga atau hutang pihak lain yang harus ditagh dan selama ini terkendala penagihannya.

“Lebih jauh kami bisa membantu dan meringankan beban dari PT Pelindi IV dan setelah penanda tanganan ini apa yang menjadi tugas yang dibebankan kepada Pelindo IV menjadi bagian juga tugas dan tanggung jawab kami,”kata Yusuf.

Yusuf meminta Jaksa Pengacara Negara untuk bekerja secara optimal tidak main main dengan menjaga kepercayaan yang diberikan.

Bagikan Master dan Rapid Test

Dalam aksinya ditenganh pandemi COVID 19 Kejaksaan Tinggi Papua Barat, Selasa (14/4), bagikan 1.000 masker kepada para pedagang di Pasar Sanggeng, Manokwari.

Pembagian masker berbahan kain itu, dilakukan sebagai upaya pencegahan penularan Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 yang telah menjadi pandemi.

Selain melakukan aksi Rapid Test terhadap pegawai dan masyarakat yang diiikuti 87pegawai dan masyaralat 62 rang dua tahap tanggal 20 Mei 2020 sehinggal total ada 48 orang dan sudah hasil keseluruhan non reaktif (NR) dengan bersinergi dengan Gugus Covid 19 Perovinsi Papua Barat dan Dinas Kesehatan Prov Pabar bertemoat di gedung Kejaksaan Tinggi Pabar.

“Sebelumnya membagikan 1.000 masker khusus buat pedagang, karena mereka itu rentan terpapar kala berinteraksi langsung dengan pembeli,” ujar M Yusuf.

Dia juga mengatakan pembagian masker dilakukan sebagai bentuk kepedulian Korp Adhyaksa dalam upaya pencegahan penularan Covid-19 di wilayah hukum Kejaksaan Tinggi Papua Barat.

Selain itu, kepedulian jajaran kejaksaan untuk menggugah sikap instansi pemerintah daerah maupun swasta, termasuk pengusaha mandiri lainnya agar dapat terlibat langsung mencegah penyebaran Covid-19, dengan cara menyalurkan bantuan seperti masker ataupun hand sanitizer kepada masyarakat Papua Barat.

Yusuf menambahkan kegiatan rapid test yang dilakukannya di tubuh Kejaksaan Tinggi Pabar dan jajarannya, bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pegawai kejaksaan.

“Ini juga berdampak pada psikis di lingkungan keluarga kantor pegawai Kejaksaan. Kalau aja ada di antara kami yang terdapat gejala batuk dikit saja, orang sudah pada kabur semua, nanti ingatnya hanya corona saja. Untuk berikan rasa aman dan nyaman,makanya kami lakukan rapid test ini,”terang
Yusuf.

Tentunya kegiatan seperti ini di lakukan guna untuk memberi rasa aman dan tenang bagi seluruh pegawainya dalam melakukan pekerjaan.Yusuf mengatakan, perangkat sumber daya manusia (SDM) Kejati Papua Barat sudah lengkap.

Setelah diresmikan setahun lalu kini Korps Adhyaksa di Pabar semakin berkiprah bahkan dibawah Komando M Yusuf sinergitas dalam penegakan hukum telah terjalin cukup baik sehingga seluruhan kegiatan dalam membangun supremasi hukum di wilayah ini akan berjalan baik.Apalagi sejak terbentuk sudah dilakukan pemisahan dalam penanganan perkara dan kini semua perangkat satuan hingga Kejaksaan Negeri sudah berjalan.(haris)

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>