Kasus Pengadaan Tanah Rugikan Negara RP4,5.M, Kejati Pabar Langsung Tahan Oknum Notaris ND
By admin On 4 Jun, 2020 At 02:24 PM | Categorized As Peristiwa | With 0 Comments

Oknum Notaris menaiki mobil tahanan menuju rutan Polda Papua Barat sekira pukul 20.30 WIT, 04 Juni 2020.foto ist

MANOKWARI-(TERBITTOP.COM)-Satu persatu tersangkae perkara korupsi pengadaan tanah Dinas Perumahan Papua Barat dilimpahkan ke penuntutan dan disidangkan.

Kali ini penyidik Polda Papua Barat menyerahkan seorang lagi dari lima tersangka yakni oknum Notaris berinisial ND kepada Kejaksaan Tinggi Papua Barat dan langsung ditahan Rutan pada Kamis (4/6).

“Semua tersangka ada lima orang, dimana tiga tersangka sudah putus dan tinggal dua tersangka lagi yang diserahkan Kejati Papua ,” jelas Kajati Pabar M Yusuf SH didampingi Aspidsus Kejati Pabar Syafrudin SH yang berhasil di konfirmasi Kamis malam.

Sementara satu tersangka lainnya pada saat mau tahap II yakni penjual tanah sakit sakit dan sudah tua umur 84 thn kemarin tanggal 2 Juni 2020 jelas Syafrudin telah meninggal dunia dan tinggal satu tersangka oknum notaris yang diserahkan Polda Papua ke Kejati Papua Barat.

“Jadi ada satu tersangka yalni oknum seorang Notaris yang diserahkan ,” jelas Aspidsus Syafrudin.

Perkara korupsi pengadaan tanah ini cukup menghebohkan selain menetapkan lima tersangka kerugian negara cukup besar yakni lebih kurang Rp4,5 miliar.

Setelah dilimpahkan, Tim JPU dari Kejati Papua Barat dan Kejari Manokwari menyerahkan tersangka ke Kejaksaan Negeri Manokwari untuk diproses lebih lanjut.

Penyerahan tersangka dan barang bukti itu berlangsung sekira pukul 16.30 WIT hingga pukul 20.30 WIT malam tadi.

“Oknum Notaris resmi ditahan dan penahanannya dititipkan di rutan Polda Papua Barat,” jelas M.Yusuf.

Dari pantauan media tersangka dibawa menggunakan mobil tahanan Kejaksaan Negeri Manokwari ke Rutan Polda Papua Barat sekira pukul 21.20 WIT.

Kajati Papua Barat Yusuf SH MH, melalui Aspidsus mengatakan penahanan di rutan Polda Papua Barat karena tidak koperatif dan ditahan sesuai surat Kemenkumham terkait pencegahan Covid-19.

“Jika perkara berasal dari Kepolisian dikoordinasikan terkait penahanannya, mengingat Lapas tidak menerima tahanan baru. Maka tahanannya dititipkan di Polda Papua Barat,” jelasnya.

Terkait itu, ND sudah sudah menjalani tes screning cepat sebelum ditahan.

“Sebelum ditahan dia dalam keadaan sehat,” jelasnya Kajati Pabar M.Yusuf. (haris)

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>