MAKI Tetap Serahkan DPR Membuka Surat Jalan Joko Tjandra
By admin On 15 Jul, 2020 At 04:17 AM | Categorized As Peristiwa | With 0 Comments

JAKARTA-(TERBITTOP.COM)-Misteri kehadiran terpidana cessi Bank Bali Joko Tjandra yang sempat hadir mendaftarkan PK Peninjauan Kembali (PK) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan bahkan membuat E KTP terus menuai sorotan publik. Bahkab kunon ada surat jalan untuk terpidana berjalan di Indonesia.

“Kami tetap komitmen dengan meminta Komisi III DPR untuk membuka surat tersebut dalam rapat kerja dengan instansi aparat penegak hukum Kepolisian, Kejaksaan Agung dan KemenkumHam,” kata Koordinator MAKI, Boyamin Saiman kepada media di Jakarta Rabu (15/7).

Boyamin menekankan sikapnya bahwa ada riliz dari koordinator IPW yang intinya menyebut instansi dan nama pejabat pembuat surat jalan untuk Joko Tjandra disertai poto dari sebuah HP yang memuat poto surat jalan.

“Kami tidak pada posisi menanggapi rilis IPW tersebut karena menjadi hak dan tanggungjawab sepenuhnya IPW dikarenakan isinya tidak menyebut sumber dari MAKI,” jelas Boyamin.

Dikatakan, bahwa dalam poto yang dirilis IPW tidak terdapat nama pejabat yang menandatangani surat jalan tersebut sehingga Kami tidak membenarkan apapun nama yang disebut oleh IPW.

Menurut Boyamin jika mengacu format surat dinas sebuah instansi, sering terdapat format mewakili pejabatnya dalam bentuk “An” ( atas nama ), “Ub” ( untuk beliau ) dan format lain yang menandakan pejabat tersebut diwakili oleh pejabat-pejabat dibawahnya.

Untuk itu sekali lagi tegas Boyamin, dirinya hingga saat ini belum membuka nama instansi dan nama pejabat yang membuat surat jalan Joko Tjandra dan tetap menyerahkan kepada Komisi III DPR untuk membukanya dalam rapat kerja dengan aparat penegak hukum.

Surat Jalan

Sebagaimana diberitakan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia ( MAKI) membeberkan terpidana Joko Tjandra mendapat surat jalan dari ok instansi untuk bepergian di Indonesia.

“Kami mendapat poto sebuah surat jalan Joko Tjandra dari oknum sebuah instansi ( poto terlampir ). Adanya data tersebut akan kami laporkan ke ombudsmen,” kata Boyamin.

Disebutkan dalam surat jalan tersebut tertulis Joko Soegiarto Tjandra sebagai Konsultan dan melakukan perjalanan dari Jakarta ke Pontianak dengan keberangkatan tanggal 19 Juni 2020 dan kembali tanggal 22 Juni 2020 . Angkutan yang dipakai adalah Pesawat.

“Poto tersebut belum dapat dipastikan asli atau palsu, namun Kami dapat memastikan sumbernya adalah kredibel dan dapat dapat dipercaya serta Kami berani mempertanggungjawabkan alurnya,” kata Boyamin.

Bahwa oknum lembaga mana yang menerbitkan, jelas Boyamin pihak belum mengetahui dikarenakan poto awal terdapat KOP surat, nomor surat jalan dan pejabat yang menandatangani surat serta terdapat stempelnya, namun untuk azas praduga tidak bersalah dan mencegah fitnah maka Kami sengaja menutupnya.

Untuk memastikan kebenaran surat jalan tersebut, jelas Boyamin akan mengadukannnya kepada Ombusdman RI guna data tambahan sengkarut perkara Joko Tjandra selama berada di Indonesia mulai tanggal 12 Mei 2020 hingga 27 Juni 2020 yang mana Joko Tjandra telah mendapat KTPel, mendapat Pasport baru, mengajukan PK di PN Jaksel , mendapat status bebas dan tidak dicekal serta bisa masuk keluar Indonesia tanpa terdeteksi.

Jika mengacu poto surat jalan tersebut, maka hampir dapat dipastikan Joko Tjandra masuk Indonesia melalui pintu Kalimantan ( Pos Entikong) dari Kuala Lumpur ( Malaysia ).

“Setidaknya jika aparat pemerintah Indonesia serius melacaknya maka sudah mengerucut pintu masuknya adalah dari Malaysia dan bukan dari Papua Nugini,” jelas Boyamin.(haris)

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>