Wabup Belitung : Butuh Kerjasama Dan Kesadaran Masyarakat Dilaksanakan New Normal
By admin On 1 Jul, 2020 At 12:33 AM | Categorized As Hukum | With 0 Comments

BELITUNG -(TERBITTOP.COM)- Wakil Bupati Belitung Isyak Maerobie mengatakan dibutuhkan kesadaran masyarakat menghadapi penerapan new normal 1 Juli 2020 Hari Jadi Kota Tanjung pandan (HJKT) ke 182.

Isyak mengatakan kepada wartawan usai memimpin Rapat Sosialisasi Tatanan Normal Baru di Bidang Layanan Investasi, Jumat (26/6) di Ruang Sidang Pemkab Belitung di Tanjung pandan.

Pemberlakukan new normal itu beresiko, Namun langkah ini harus dilaksanakan soalnya dilandasi pada kondisi Indonesia sekarang, dimana secara keuangan sudah tidak sanggup lagi untuk mensubsidi masyarakat.

Untuk diketahui subsidi pemerintah terbatas, kepada kelompok tertentu, tidak bisa merata kepada semua orang yang terpapar.

Sementara yang terpapar semakin luas, yang tadinya cuma 10ribu orang, tapi 2 bulan lagi bisa besar, yang tadinya punya uang, lalu tidak punya uang.

“Kemampuan Daerah dan Nasional sudah tidak sanggup lagi,” tandasnya.

Dikatakan, pemberlakuan New Normal 1 Juli itu beresiko, tapi tetap harus dimulai. Dengan cara menjaga keseimbangan antara aktivitas sosial ekonomi dengan Kesehatan. Bagaimana caranya.

“ Sederhana,” jelasnya.

Dikatakan masing-masing membentengi diri sendiri, menerapkan aturan yang sudah ditetapkan, diri sendiri kalau setiap orang melakukan hal yang sama, maka secara Kesehatan pasti aman.

Menurut Isyak situasi new normal sendiri di Belitung merupakan pencanangan tatanan hidup baru, produktif dan aman. Isyak menegaskan kedua hal tersebut, bertujuan menjaga keseimbangan antara tingkat produktifas dan tingkat keamanan.

“Kalau tidak produktif secara ekonomi kita tumbang, setiap orang akan bertahan. Tapi gak aman juga, hanya produkti saja, juga tumbang,” jelasnya.

Dikatakan untuk mengantisipasi dijalankannya new normal di tengah situasi Belitung yang belum hijau, Pemerintah telah memastikan bahwa fasilitas-fasilitas kesehatan beroperasi secara normal dengan mengintensifkan Petugas Kesehatan, kemudian intensifkan semua perlengkapan yang ada.

Persiapan ini, untuk berjaga-jaga dari opsi gelombang kedua, yang terburuk, sehingga penanganan akan kondisi tersebut sudah dipikirkan secara matang. Kemungkinan tiba-tiba kasus positifnya bertambah banyak, kesanggupan faskes-faskes untuk melayaninya terjamin siap.

Menambahkan opsi lainnya bagaimana rumah sakit berpikir, bila ada kasus-kasus reaktif, positif tanpa gejala, sebaiknya perawatannya di tempatkan di karantina yang terpusat, tidak lagi rumah sakit lagi, supaya rumah sakit bisa menjalankan aktifitas normalnya untuk melayani pasien yang mengidap penyakit lain.

Kebijakan new normal di Belitung, tidak akan berjalan tanpa melibatkan semua elemen dan masyarakat. Disini katanya dibutuhkan kerja sama atas kesadaran masyarakat dalam menjalankan standar kesehatan.

Dingatkan Isyak, sekarang pintu terbuka lebar-lebar , dari zona epicentrum merah, akan masuk kemari.

“Untuk itu, tinggal pilih nantinya mau ditracing atau enggak. Kalau mau ditracing semuanya, kita siapkan Faskes yang banyak. Kalau tidak mau ditracing, berarti kita membangun yang namanya herd immunity. Imunitas yang kebal terhadap covid dengan cara tradisi hidup baru, beradaptasi. Tidak ada acara lain,” tandas Isyak dengan nada tinggi.(Yustami)

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>