SIDAK KE BELTIM, KAJATI Babel Ranu Optimis Kasus korupsi Tambang Libatkan PT Timah Akan Tuntas
By admin On 4 Aug, 2020 At 06:14 AM | Categorized As Kasus | With 0 Comments


Kepala Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung Ranu Mihardja SH MH (kiri).

BElITUNG-(TERBITTOP.COM)-Sebelum mengakhiri tugas sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung Ranu Mihardja SH sudah membuat entere point (pintu masuk) dalam membongkar skandal korupsi permainan pasir timah di Kepulauan Bangka Belitung.

Dalam kurun waktu selama lebih kurang tujuh bulan dia sudah membuat gebrakan dalam penegakan hukum penyelewengan dalam pembelian pasit.timah yang selama bertahun tahun belakangan sunyi dan aman terjadi Tipikor. Seakan akan korupsi tambang timah tidak bisa disentuh siapa pun.

Langkah berani Ranu Mihardja bisa menjadi enter point (pintu masuk) membongkar berbagai skandal yang terjadi di perusahaan BUMN PT Timah.

Selama bertahun tahun kasus tambang timah ini subur hidup tanpa ada gangguan dari manapun.Kini mulai satu satu terbongkar seiring langkah berani Kepala Kejaksaan Tinggi Babel dibawah Komando Ranu Mihardja.

Mudahan penggantinya Made Suanarwan SH MH yang sekarang menjabat Wakajati Jawa Timur akan meneruskan langkah berani yang dilakukan Ranu Mihardja.

Dalam kesempatan berbincang dengan TERBITTOP di hotel BW Suite pekan lalu Ranu mengatakan optimis kasus korupsi yang menyeret PT Timah ini akan bisa dibongkar tuntas.

“Sekarang sedang di intensifkan pemeriksaan dan tidak tertutup kemungkinan ada tersangka baru,” kata Ranu.

Dia menegaskan penyidikan kasus dugaan korupsi Terak PT Timah sedang diintensifkan pemeriksaan.

“Kami sedang fokus memeriksa saksi untuk lima tersangka. Kemudian menunggu hasil pemeriksaan perhitungan kerugian dari BPKP untuk tersangka dari PT Timah dan dari Inspektorat BRI,” ungkap kajati Babel Ranu Mihardja SH dalam perbincangan dengan TERBITTOP di BW Suite Tanjung Pandan Belitung usai melakukan sidak ke Kejari Belitung Timur, Jumat lalu.

Ranu mengungkapkan tidak menutup kemungkinan adanya tambahan tersangka baru dalam kasus yang menyeret PT Timah ini.

Kasus ini cukup menghebohkan karena baru pertama kali ini tindak pidana pasir timah menyerat PT Timah tersangka dari anak perusahaan BUMN Departemen Pertambangan.

Termasuk pejabat Bank BRI sehinggga perhitungan negara harus meminta Inspektorat Bank BRI. Informasi yang diperoleh khusus yang melibatkan bank BRI kerugiaan negara mencapai sekitar Rp40 miliar.

Kini ungkap Ranu penyidik sudah menemukan adanya bukti kuat adanya penyimpangan dari SOP (Standar operasional prosedur (SOP) mengenai bijih timah kadar rendah atau yang disebut terak.

Hingga saat ini penyidik baru menetapkan tersangka dari level Kepala Unit di PT Timah yang diserahkan mitra mengandung Terak tidak sesuai ketentuan tetapi dibayar oleh PT Timah pada tahun 2019.

“Pembayaran yang dilakukab PT Timah telah melanggar standar operasional prosedur (SOP) mengenai biji timah kadar rendah atau yang disebut terak,” jelas Ranu.

Kajati Ranu Mihardja SH MH saat berbincang dengan kajari Belitung Ali Nurudin SH dan Kajari Belitung Timur Abd Kodir SH .

“Tiga tersangka inisialnya AS, T dan A. Sedangkan untuk A dan T merupakan mitra dari PT. Timah.

A ini sebenarnya direktur dari PT. MBS tapi dia menggunakan T yang juga merupakan karyawan dari A. Karena si A tadi sudah punya smelter tapi direktur bukan A tapi T tadi.

Makanya semua timah-timah itu ditampung oleh PT. MBS yang direkturnya A tadi, akhirnya saat ditampung lalu dibayarkan tapi pas diperiksa ternyata mengandung terak.

Ranu mengatakan hingga saat ini belum ditemukan adanya perintah atasan karena di PT. Timah ada kewenangan di masing-masing unit atau bidang.

“Namun ini bisa berkembang sesuai pemeriksaan nanti, ” jelas Ranu.

Dia mengatakan dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) dalam kasus itu, lantaran biji timah yang dibeli mengandung terak.

Kegiatan itu dilakukan dalam program PAM aset dan SHP di unit gudang Baturusa dan unit gudang Tanjung Gunung 2018-2019.

Ranu menegaskan kasus ini menjadi pintu masuk untuk membongkar kasus lainnya.

Sementara terkait sidak kunjungan mendadak di Kejari Belitung Timur Ranu mengatakan tujuan untuk memastikan tingkat ke disiplinan para jaksa dan pegawai di Kejari Belitung Timur.

Sidak ini jelas ini dilakukan sebelum tim inspektur Pengawasan Kejaksaan Agung berkunjung ke pulau Belitung.

Selain juga untuk menyongsong menuju WBK dan WBBM serta untuk memberikan bimbingan tehnis kepada jaksa dan pegawai.

Dia menilai tingkat kedisiplinan para jaksa dan pegawai masih perlu ditingkatkan.

Di kejati Babel kejari yang belum WBK adalah kejari Bangka dan Kejari Bangka Barat sedangkan selebihnya sudah menuju WBBM termasuk yang ada di Belitung.

Sedangkan satu.satunya kejari yang sudah berstatus WBK/ WBBM adalah Kejari Belitung.

Dari hasil sidak tersebut jelas Ranu perlu ditingkatkan kompetisi dan integritas para jaksa dan pegawai sebagai modal utama dalam membangun publik trust kejaksaan.(haris).

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>