Diklat Jaksa Secara Daring Menghemat Uang Negara 40 Persen, Kalteng Bisa Jadi Pilot Project Kejati Lain
By admin On 22 Nov, 2020 At 09:19 AM | Categorized As Daerah | With 0 Comments


Kepala.Badan Diklat Kejaksaan RI Tony Tribagus Spontana SH (kanan)

JAKARTA- (TERBITTOP.COM)-Kepala Badan Diklat Kejaksaan RI Tony Tribagus Spontana SH mengungkapkan pelaksanaan diklat daring selama pandemi Covid 19 yang baik diselenggarakan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah bisa di contoh oleh Kejaksaan Tinggi lainnya di Indonesia.

“Contoh diklat peningkatan Kemampuan dengan metode blended learning jaksa yang ada di Kejati Kalteng bisa dijadikan pilot project bagi kejati lainnya. Apalagi di saat pandemi COVID 19 diklat secara konvensional bertatap muka sudah sulit dilakukan,” ungkap Kabandiklat Kejaksaan Agung Tony Tribagus Spontana SH MH kepada awak media di ruang kerjanya, Jumat (20/11).

Dalam rangkaian kunjungan kerja keempat wilayah kejaksaan tinggi lanjut Tony, Kejati Kalteng paling baik dimana memiliki sarana sepetti mess dan para jaksa berkumpul sehingga memudahkan dalam peningkatan kemampuan jaksa.

“Kajati lainnya bisa mencontoh keberhasilan yang ada di kejati Kalteng,” kata Tony T Spontana.

Mantan Kapuspenkum kejaksaan ini menyebut Kalteng sudah menjadi Badiklat mini dan sangat baik untuk dicontoh kejaksaan Tinggi lainnya.

“Dimana sangat tidak mungkin menyelenggarakan diklat konvensional secara berkumpul dan tatap pendidikan tatap muka, maka pendidikan di masa pandemi maka kita memakai model secara virtual dan leading learning ini yang cocok,” urainya.

Sehingga konsep kedepan lanjut Tony Spontana dengan pendidikan peningkatan keahlian keterampilan seperti cara meneliti berkas, cara melakukan penyidikan, ilmu menginterogasi,menyusun surat dakwaan dan tuntutan, dsbnya, bisa terlaksana dan efisien dimana cukup pengajar nanti berada di ruang pusat comand centre pusat.

“Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa di masa Pandemi Covid 19 yang terlaksana di Kalteng dapat dijadikan contoh yang ada di Kalteng,” jelasnya.

Kejaksaan Tinggi Kalteng memiliki prasarana yang komplit karena melalui cara belajar virtual sangat efisiensi dimana memiliki mess dan lokasi pendidikan sehingga jaksa semua berkumpul dan bisa mengefiseinsi 40 persen anggaran melalui pusat ilearnimg centre yang ada.

Sementara di daerah lain tidak memiliki prasarana yang komplit seperti di kalteng punya mess dan lokasi belajar jaksa yang komplit bahkan ada poliklinik dll nya.

Tony menambahkan pada akhir bulan ini Badiklat akan menyelenggarakan simulasi persidangan untuk peningkatan kemampuan para jaksa yang akan diselenggarakan selama lima hari di 10 kejaksaan Tinggi.

“Pelaksanaan kegiatan ini diadakan oleh Badiklat dimana setiap kejati menyiapkan ruang simulasi dengan simulasi perkara pidum,pidsus dan perdata. Akan dimulai 30 November hingga 5 Desember 2020,” kata Tony.

Adapun simulasi akan dielenggarakan di kejati Palembang, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan,Sulawesi Utara, Kalteng, Kalsel,Sulsel,Sultra,Sulut dan kejati Bali.

Hemat 40 Persen,

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya kini penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) di masa pandemi Covid 19 Tahun 2020 ini dilakukan secara daring (virtual).

“Pelaksaan pelatihan secara virtual bisa menghemat hampir 40 persen dana yang ada,” jelas nya.

PPPJ Angkatan LXXVII Tahun 2020 yang dimulai dari tanggal 8 September 2020 dan dijadwalkan akan ditutup pada tanggal 23 Desember 2020 ini diikuti oleh 400 peserta calon jaksa dan dilakukan secara virtual di satuan kerja masing-masing peserta.

Kepala Badan Diklat (Kabadiklat) Kejaksaan RI Tony Spontana telah melakulan pemantauan penyelenggaraan PPPJ Angkatan LXXVII Tahun 2020 di Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah (Kejati Kalteng) Senin (26/10).

Kunker bertatap muka dengan para peserta, melihat sarana dan prasarana diklat, serta mengidentifikasi kendala dan hambatan yang ada. Evaluasi ini untuk
meningkatkan pelayanan dan perbaikan penyelenggaraan Diklat PPPJ tahun berikutnya.

Dikatakan, melalui kegiatan kunjungan dan pemantauan langsung penyelenggaraan PPPJ Angkatan 77 ini diharapkan untuk memperoleh informasi dan umpan balik bagi penyempurnaan penyelenggaraan Diklat yang sedang berjalan dan yang akan datang.

Kabadiklat menegaskan, bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk melihat dan mengetahui secara langsung kualitas diklat, baik segi penyelenggara maupun peserta diklat.

“Bagaimana kedisiplinan penyelenggara maupun kedisiplinan para peserta, kemudian sarana dan prasarana, ruang belajar, asrama yang tersedia, lalu kendala atau hambatan apa yang dihadapi oleh para peserta dalam proses pembelajaran secara virtual,” jelasnya.

Mantan Staf Ahli Jaksa Agung itu menilai secara keseluruhan pelaksanaan kegiatan Diklat PPPJ Angkatan 77 tahun 2020 berjalan dengan baik dan  lancar, meskipun dilakukan secara virtual.(ris)

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>