OPINI : Forwaka-Jaksa dan Penegakan Hukum
By admin On 29 Nov, 2020 At 06:15 AM | Categorized As INSPIRASI POSDAYA | With 0 Comments

ACARA Silatuhrami Forum Wartawan Kejaksaan Agung (Forwaka) yang berlangsung di Taurus Resort Cicuruq Sukabumi-Jawa Barat selama satu hari 28 November 2020 menjadi momentum untuk peningkatan sinergitas para awak media dan jaksa yang diharapkan mampu menjalankan tugas dan fungsinya secara profesional.

Tidak saja di dalam kontek pemberitaan dan informasi kepada publik tetapi para awak media khususnya anggota Forwaka telah ikut andil dalam pembangunan hukum di negeri ini.

Silatuhrami Forwaka tahun ini dihadiri langsung Jaksa Agung Muda Intelijen DR Sunarta SH MH, Kapuspenkum Hari Setiyono SH, jajaran Bidang Intelijen dan Puspenkum Kejaksaan RI serta Jajaran kejari Sukabumi yang menjadi tuan rumah acara disambut antusias awak media.Dilaksanakan tetap mempedomani ketentuan protokol kesehatan.

Jaksa Agung ST Burhanuddin SH seperti diungkapkan oleh Kapuspenkum Hari Setiyono berharap agar Forwaka bisa men jadi mitra dalam tugas besar mengangkat citra baik lembaga kejaksaan kedepan.

“Beliau sangat mensuport acara silatuhrami Forwaka kali ini dan menitip salam karena tidak bisa hadir. Kejagung dan Forwaka.harus tetap bersinegeri dalam penegakan hukum,”kata Hari Setiyono SH saat membuka acara silatuhrami Forwaka.

Harapan besar Kapuspenkum Kejaksaan Agung Hari SetiyonoSH dapat bersinergi dan meningkatkan hubungan yang positif didalam singergitas pemberitaan tidaklah berlebihin.

Sinergitas dalam bidang pemberitaan untuk meningkatkan public trust kejaksaan disambut hangat oleh awak media,

Meskipun tanpa hadirnya jaksa agung namun awak media tidak berkecil hati, semangat awak media tak pernah surut mengkritisi segala macam kebijakan dan pembangunan hukum yang dilakukan di Kejaksaan Agung, tanpa kehadiran langsung Jaksa Agung ST Burhanuddin SH.

Berbagai bentuk saran dan pendapat untuk menuju perbaikan dalam peliputan tugas serta kendala dan masukan kepada Kapuspenkum disampaikan secara lugas dan terbuka.

Peran pers sebagaimana ditegaskan Jam Intel Dr Sunarta memiliki kemampuan yang dapat mengubah dan berperan aktif dalam rivitalisasi hukum di era sekarang ini. Apalagi ditengah era tranparan dan kebebasan informasi saat ini maka dapat dikatakan tidak satupun penyelenggara negara termasuk penegak hukum yang tersembunyi dari kebebasan informasi saat ini.

“Semoga forwaka kedepan akan terus berkembang seiring dengan kemajuan bangsa dan penegakan hukum, dan.Forwaka.juga hadir di berbagai daerah,” ujar Sunarta dalam.acara malam keakraban.dengan media.

Jika disimak lebih jauh karena sebenarnya pers dan jaksa pun sesungguhnya, memiliki misi yang hampir sama khususnya para awak media yang tergabung dalam FORWAKA yakni sama-sama berupaya agar penegakkan hukum berjalan sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

9

Jaksa Agung Muda Intelijen DR Sunarta SH MH

Fungsi Media Massa

Sebagaimana kita ketahui dalam proses penegakan hukum banyak pihak mempunyai peran baik pemerintah (aparatur penegak hukum, polisi jaksa, hakim, pengacara) juga fungsi media massa dalam hal ini wartawan merupakan fungsi pemberi informasi yang dapat mendorong proses penegakan hukum berjalan sesuai dengan akuntabilitas yang ada.

Pers bisa mendorong masyarakat ikut memberantas korupsi, mengajak jaksa, polisi hakim dan pengacara untuk menegakan hukum secara konsisten melalui peran media.

Untuk itulah pers dan jaksa haruslah berkerja secara profesional.Dan itu haruslah diiringi rasa tanggung jawab pada perannya masing-masing dalam melaksanakan tugasnya. Tentu itu dalam kapasitas sebagai mitra untuk mencari kebenaran dengan cara memberikan bukti dan argumen untuk landasan dalam mengawasi pemerintahan dan menentukan sikap.

Forum Wartawan Kejaksaan (FORWAKA) adalah wadah berkumpulnya para wartawan dari segala media cetak,onlene dan televisi termasuk radio.

Sebelum reformasi namanya ‘Koordinator Wartawan Kejaksaan’. Ketika reformasi berjalan jumlah wartawan mulai membanjiri berbagai tempat peliputan termasuk di Kejaksaan Agung wadah berhimpunnya pewarta itu diganti menjadi Forwaka.

Kemudian seiring berkembangnya waktu Forwaka terus berbenah diri yang selama ini hanya setahun masa kepengurusan kini diubah menjadi dua tahun dan kini sudah memiliki AD/ART.

Bahkan pada Sarasehan dua tahun lalu Forwaka telah mampu mengubah diri dengan memiliki AD/ART internal.

Sebagai sebuah Forum berkumpul, Forwaka sudah memiliki daya saing yang kuat dalam ikut memberikan arah penegakan hukum yang dilakukan kejaksaan RI.

Tujuannya bukanlah untuk menandingi organisasi seperti PWI,AJI dan IJTI serta Organisasi wartawan lainnya dan juga Dewan Pers.

Tetapi keberadaan hanyalah sebagai forum kumpulan wartawan yang tugasnya dilingkungan Kejaksaan RI. Tak lebih seperti Forum wartawan yang ada di Kepolisan, Kehakiman, KY, KPK,Mahkamah Agung serta Departemen lainnya.

Tentu dengan posisi itu memudahkan wartawan dan kejaksaan didalam membangun interaksi positif bersama masyarakat di dalam penegakan hukum.

“Jika Forwaka kuat maka Jaksa akan kuat. “Sebaliknya jika jaksa kuat maka Forwaka akan semakin kuat”.

Sebagai mitra yang menjadi penyebar luas informasi dari lima pilar yang ada di kejaksaan, tentu Forwaka harus mampu merespons positif semua gagasan yang berkembang dalam penegakan hukum.


Kapuspenkum Kejaksan Ri Hari Setiono SH

Kasus Pinangki

Seperti contoh langkah Kejaksaan membongkar kasus suap yang melibatkan jaksa Pinangka, kasus mega korupsi Jiwasraya sebagai langkah maju kejaksaan RI dalam memberantas korupsi. Kejaksaan serius memberantas semua kejahatan.

Selama dua tahun terakhir ini banyak pembenahan kinerja untuk jajaran kejaksaan di dalam memperbaiki citra di mata masyarakat (public trust).

Apalagi sudah ada langkah mengubah dan perubahan yakni membangun zona integritas bebas dari korupsi (WBK) dan WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani).

Mengawal sejumlah proyek PSN dan daerah, menerapkan program menjaga negeri dengan membuka Posko Perwakilan Kejaksaan di sejumlah Bandara dan Kantor Pos untuk mengawasi barang cetakan serta program mengejar buronan melalui Tabur 31.1.

Kemudian pembentukan Tim Satgasus Tipikor,kesemuanya diatas telah menjadi icon kebanggaan bagi kejaksaan untuk menunjukkan kinerja dalam pemberantasan korupsi serta memburu buronan kasus kejahatan dan korupsi yang kini sudah berhasil menangkap 115 orang.

Namun tugas jaksa bukan disitu saja, perbaikan mental dan kultur dari SDM kejaksaan menjadi masalah serius yang harus dibenahi.

“Mental jaksa yang nakal menjadi jaksa tidak nakal”, sebutan yang sederhana namun tidaklah mudah untuk merubahnya. Jumlah jaksa nakal memang sudah jauh berkurang, karena proses pengawasan memberikan sanksi tegas.Tapi bukan berarti tidak ada jaksa yang terlibat korupsi ??

Kasus jaksa Pinangki telah mengganggu kredibilitas lembaga yang sedang meningkatkan kinerja membuat berbagai gebrakan dalam pemberantasan korupsi.

Dengan telah dilantiknya Timtas Tipikor diharapkan membaga ini akan mampu bangkit menjadi lembaga penegak hukum yang diharapkan masyarakat kedepan dapat membangun ctra baik kejaksaan dan penegakan hukum di negeri.

Publik akan kebanjiran data sahih, jika Tim Satgassus tidak menunjukan kinerja yang mampu membongkar skandal kasus korupsi besar, mengusut dan menangkal penyusupan mafia hakum yang akan mengganggu jalannya penyidikan di gedung bundar.

Apalagi ditengah pembentukan zona integritas yang tengah berjalan maka perilaku mementingkan diri sendiri dan menyalahgunakan kewenangan sudah saatnya dihindarkan.

Karena prilaku tersebut juga berdampak pada rendahnya penghormatan masyarakat terhadap hukum, secara optimal selayaknya bisa diubah aparat kejaksaan dengan menjadi agen perubahan di masa mendatang.

Publik tentu menunggu langkah nyata setelah diumumkannya tekad yang tinggi dengan tujuh kebijakan serta kesiapan dari aparatur kejaksaan untuk mulai melaksanakan program besarnya itu.

Berita Objektif,

Baik Kapuspenkum Hari Setiyono SH dan JAM Intel DR.Sunarta SH menyampaikan paparan yang sangat menarik selain lugas penuh canda serta diselingi ketawa membuat suasana silatuhrami menjadi hangat dan akrab.

Dia meminta Forwaka melakukan perubahan dengan mengedepankan perbaikan kualitas penegakan hukum dengan cara meningkatkan daya pikir secara konstuktif dalam menyajikan berita berita hukum dan memberikan kontribusi bagi penegakan hukum secara keseluruhan.

Tentu saja dengan posisi Forwaka saat ini semakin memudahkan bagi wartawan dan kejaksaan didalam mengawasi dan membangun interaksi positif bersama masyarakat di dalam penegakan hukum.Untuk itulah diperlukan semangat untuk menuju perubahan secara bersama sama baik jaksa dan Forwaka.

Saya kira melalui momentum silatuhrami inilah menjadi titik awal untuk saling menuju perubahan. Apalagi jika sinergitas dalam pemberitaan untuk menuju perubahan dan public trust terbangun berkesinambungan.

Dengan sikap keterbukaan dari Kejaksaan maka akan menumbuhkan interaksi positif antara Forwaka-Jaksa dan masyarakat.Selamat bertugas ketua Forwaka terpilih priode 2020-2022 Zamzam Seregar.

Maju dan Jayalah Forwaka dan Kejaksaan RI. (Haris Fadillah-Mantan Pengurus PWI Pusat /Penasehat dan Pelindung Forwaka)

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>